Industri Fashion Diterpa Corona

Desainer Jenahara Tunda Buka 4 Toko di Mall Gara-gara Ada Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 04 Apr 2020 12:01 WIB
JENAHARA NASUTION Foto: instagram @jenaharanasution
Jakarta -

Wabah virus corona yang kasusnya kian meningkat di tanah air, membuat berbagai sektor terkena imbasnya. Salah satunya terhadap industri fashion yang menurun drastis karena kini semua orang membatasi ruang gerak atau aktivitasnya dan memilih #dirumahaja.

Perancang busana muda, Jenahara Nasution termasuk yang merasakan dampak corona ini. Sebelum ada pandemi corona, desainer yang memiliki ciri khas rancangannya edgy dan monokrom itu sebenarnya akan mengubah konsep brandnya menjadi perusahaan ritel. Brand Jenahara sendiri baru saja diakusisi oleh Delami Brand.


"Kita itu punya big plan buat Jenahara salah satunya mau membuka toko di beberapa mal tahun ini dan juga arah kita sekarang kan sudah ke ritel. Jadi sejujurnya dengan adanya isu corona pasti dampaknya terasa banget karena bagaimana ya orang takut ke mall, otomatis nggak ada penjualan di mall," kata Jenahara saat dihubungi Wolipop lewat telepon Rabu (1/4/2020).

JenaharaJenahara Foto: Jenahara



Jenahara pun mengaku menunda pembukaan di beberapa mall akibat adanya pandemi corona ini. Kini dia fokus pada penjualan secara online.

"Akhirnya kita coba push ke online. Tapi aku juga nggak tahu semoga ini it works ya dalam artian aku nggak muluk-muluk karena kan aku lihat sekarang ini concern-nya kayak kebutuhan basic," jelas wanita yang akrab disapa Jena itu.

Efek corona yang akan panjang hingga Idul Fitri 2020 ini juga dikhawatirkan Jenahara dan desainer lainnya. Menurut Jena, biasanya menjelang ramadhan dan Idul Fitri, desainer dan brand fashion sudah menyiapkan stok busana lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Teman-teman desainer aku barangnya numpuk. Persoalannya itu bukan masalah barangnya, tapi kita itu sudah prepare buat Lebaran, di mana barang dan stok sudah ready, jumlah stoknya pasti lebih besar dibandingkan stok produksi normalnya. Ini yang dibilangnya serem banget. Dengan stok yang berlebih, dengan kondisi lagi kayak gini kan. Jadi semua ini dirasakan semua terutama di Indoensia karena kan di di sini Lebaran itu kan jadi tempatnya kita cari rezeki," tutur Jena panjang lebar.

Jena sendiri juga sudah mempersiapkan koleksi untuk Lebaran yang seharusnya dijual di toko yang ada di mall. "Banyaak banget (koleksi Lebaran), makanya kebayang kan aku mau buka toko langsung empat tadinya rencana. Dengan adanya corona seperti ini otomatis kita mau buka pop up store di FX dan Kokas dulu, jadi ketunda, ya bisa kebayang dengan jumlah produksi yang banyak tapi akhirnya tempat jualannya terbatas dengan situasinya juga," ucap putri Ida Royani itu.


Meski demikian, Jena berusaha tetap bertahan di tengah pandemi corona ini. Strategi apa yang akan dilakukannya, desainer 34 tahun itu belum bisa berbicara banyak.

"Dengan berjalannya waktu sambil kita nungguin pandemic ini berakhir, kita pikirkan untuk bisa tetep survive, aku belum bisa ngomong banyak karena agak sulit ya untuk diprediksi, apalagi dengan momen-momen seperti ini. Momen yang genting ya. Jadi nggak tahu juga apa yang akan terjadi. Kita nggak usah ngomongin Lebaran plan A dan B, kita ngomongin bisa survive nggak sih untuk ngelewatin bulan April ini," tutur ibu tiga anak tersebut.

Pandemi Corona ini menurut Jena menjadi pelajaran untuk dirinya dan banyak orang. "Reminder buat kita semua ada bigger power di luar sana yang kita tidak bisa kontrol, jadi ini kembali buat self reflection kita. Ini contohnya pekerja harian yang mencari makan jadi susah, dan juga kayak aku entrepreneur punya usaha, ya aku juga memikirkan bagaimana caranya bayarin karyawan. Semuanya mengalami susah,"pungkasnya.




Simak Video "Rugi Miliaran Gegara Corona, EO Putar Otak Bikin Pertemuan Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/kik)