Kurangi Produksi Baju, Cotton Ink Bikin 10 Ribu APD untuk Tenaga Medis

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 04 Apr 2020 07:02 WIB
ilustrasi hazmat suit Ilustrasi baju hazmat. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Keterbatasan APD (alat pelindung diri) mengancam nyawa para tenaga medis yang sedang berjuang merawat pasien virus corona. Sebagai garda depan yang memerangi 'musuh tak terlihat' ini, kelengkapan baju hazmat, masker sampai goggle sangat krusial bagi mereka karena risiko terpapar COVID-19 sangat lah tinggi.

Duo desainer Indonesia Ria Sarwono dan Carline Darjanto pun tergerak membantu ketersediaan baju hazmat yang kini semakin langka dan sangat dibutuhkan tenaga medis. Pendiri brand fashion lokal Cotton Ink ini memutuskan memproduksi baju hazmat yang akan diberikan secara gratis.

Bekerjasama dengan Kitabisa, Ria dan Carline menggalang dana dengan target Rp 500 juta selama 60 hari untuk membiayai produksi hazmat dalam jumlah besar. Harapannya, uang hasil penggalangan dana itu bisa untuk membuat 10.000 APD.

Cotton InkRia Sarwono dan Carline Darjanto, pendiri Cotton Ink Foto: Zaky Akbar


"Ada salah satu teman desainer yang punya kontak dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Mereka bilang keadaannya gimana. Pasokan baju hazmat terbatas, sementara kebutuhannya banyak banget," ujar Ria Sarwono saat berbincang dengan Wolipop, Kamis (2/4/2020).

Selain itu Ria dan Carline merasa miris ketika melihat beberapa cerita dokter di media sosial yang terpaksa menggunakan kantong plastik sampah sebagai pengganti baju hazmat. Padahal itu sangat tidak memadai.

"Jadi idenya dari Carline untuk sekalian memberdayakan penjahit-penjahit dengan bikin baju hazmat. Dari Carline bilang, nggak usah ambil profit. This is it. This is the least we can do untuk bisa support tenaga medis," kata wanita 32 tahun ini.

Baju hazmat yang diproduksi Ria dan Carline sudah melalui konsultasi terlebih dahulu dengan salah satu dokter. Untuk mengetahui standar paling minimal untuk meningkatkan keselamatan para tenaga medis ketika harus kontak langsung dengan pasien COVID-19.

[Gambas:Instagram]




"Hazmat yang benar ada material khusus, ada nama bahannya. Tapi kalau untuk sekarang yang penting harus tahan air. Kalau kecipratan darah atau cairan nggak tembus. Tapi dengan keadaan sekarang, si dokter bilang daripada nggak ada (perlindungan) sama sekali, ada alternatif bahannya," terang Ria.

Biaya yang diperlukan untuk membuat satu baju hazmat adalah Rp 50.000. Namun menurutnya kualitas untuk harga tersebut sebenarnya sudah sangat minim. Jika hasil donasi melampaui target, mereka berencana membeli bahan yang lebih berkualitas dan sesuai standar.

"Biaya Rp 50 ribu per buah itu dengan bahan darurat. Kalau surpassed target akan bikin baju yang lebih mahal dengan bahan lebih benar," kata dia.

Hanya empat hari setelah kampanye diluncurkan di Kitabisa, donasi sudah mencapai sekitar Rp 350 juta. Jauh lebih cepat dari target 60 hari. Jadi tidak menutup kemungkinan dari bagian produksi akan terus mencari bahan yang lebih berkualitas.


"Soalnya ada juga bahan yang punya sertifikasi. Our concern ingin bisa menghasilkan bahan yang memang benaran bagus. Bukan hanya bahan darurat," lanjutnya.

Namun proses produksi baju hazmat bukannya tanpa kendala. Menurut Ria karena banyak juga desainer dan brand lokal yang ingin membantu tenaga medis, bahan untuk baju hazmat pun semakin langka dan harganya menjadi mahal. Beruntung, Ria dan Carline mendapatkan supplier meskipun harus pre-order.

Saat ini baju hazmat mulai diproduksi dan sudah masuk tahap sampling, prototype dan uji kualitas. Targetnya, mereka bisa menyelesaikan 1.000 baju hazmat per minggu agar bisa langsung disalurkan melalui IDI ke berbagai rumah sakit, diutamakan rumah sakit rujukan virus corona.

"Kain nya sudah datang dan siap produksi. Target nya tiap minggu udah keluar out put. Soalnya kalau nunggu jadi semuanya 10.000 pasti lama bisa sampai dua bulan. Jadi dicicil," tuturnya.

"Kita bisa bantu apa lagi selain doa dan ini. Kita punya kemampuan untuk melakukan yang seperti ini kenapa nggak dilakukan," pungkas Ria.



Simak Video "Desainer Anne Avantie Bikin APD Gratis untuk Tenaga Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)