Brand Perhiasan Jual Liontin Bentuk Virus Corona, Dikritik Tak Sensitif

Hestianingsih - wolipop Jumat, 03 Apr 2020 07:30 WIB
Liontin berbentuk virus corona Liontin berbentuk virus corona yang dikritik. Foto: Instagram/@dr.vorobev
Jakarta -

Virus corona jadi momok menakutkan bagi hampir semua manusia di muka bumi. Tapi perusahaan perhiasan satu ini justru menjadikan virus corona sebagai inspirasi rancangan produk mereka.

Dr. Vorobev, brand perhiasan asal Rusia, meluncurkan liontin yang diilhami dari bentuk virus corona. Langkah mereka menciptakan perhiasan berbentuk virus yang menyebabkan lebih dari 42 ribu kematian itu dikritik publik karena dianggap tidak sensitif dengan keadaan genting sekarang ini.

Liontin berbentuk Sars-Cov-2 ini dijual secara online seharga USD 20 atau sekitar Rp 330 ribu. Perhiasan ini terbuat dari perak, bentuknya bulat, dengan duri-duri menancap di sekelilingnya.

Brand Perhiasan Jual Liontin Bentuk Virus Corona, Dikritik Tak SensitifFoto: Instagram/@dr.vorobev


Meskipun dihujani kritik, ada saja yang membeli liontin berbentuk virus corona ini. Bahkan sejumlah pembeli memamerkannya di Instagram.

"Orang-orang mulai membelinya, mengunggah foto produk di media sosial mereka. Sesedih apa pun, ini (virus corona) sudah menjadi tren. Efeknya viral," kata Pavel Vorobev, pendiri Dr. Vorobev, seperti dikutip dari Reuters.

Brand Perhiasan Jual Liontin Bentuk Virus Corona, Dikritik Tak SensitifFoto: Instagram/@dr.vorobev


Dr. Vorobev memang dikenal sebagai brand yang khusus memproduksi perhiasan dengan tema alam semesta, ilmiah dan kesehatan. Selain liontin virus corona, brand yang berbasis di Kostroma, kota dekat Moskow, ini juga pernah merilis liontin bentuk jantung, paru-paru dan DNA.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)