Krisis Virus Corona, Pemilik Zara Berencana Produksi Pakaian Medis

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 20 Mar 2020 05:30 WIB
BARCELONA, SPAIN - OCTOBER 20:  People walk past a Zara clothing store on Passeig de Gracia avenue on October 20, 2017 in Barcelona, Spain. As the Catalan independence crisis deepens tourism, which is a vital economic input for the entire region, seems little impacted.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Menyusul wabah virus corona di Spanyol, Inditex, perusahaan yang menaungi Zara, mendonasikan masker dan berencana memproduksi pakaian medis. (Foto: Sean Gallup/Getty Images)
Madrid -

Spanyol menjadi salah satu negara yang terdampak virus corona. Kondisi tersebut lantas memotivasi Inditex, grup fashion yang menaungi Zara dan Pull & Bear, untuk ambil bagian dalam meringankan beban pemerintah.

Inditex, raksasa tekstil yang berbasis di Spanyol, menyatakan telah mendonasikan 10 ribu masker bedah kepada pemerintah setempat dan akan mengirimkannya lagi dalam jumlah yang lebih besar. "Akhir minggu ini, diharapkan 300 ribu masker bedah sudah dalam pengiriman," tulis Inditex dalam keterangan resminya seperti dikutip Vogue, Rabu (18/3/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan produksi masker, Inditex memastikan pengiriman pasokan material akan dilakukan setidaknya seminggu sekali.

Lawan Virus Corona, Pemilik Zara Berencana Produksi Pakaian Medis Butik Zara terbesar di dunia yang berada di Madrid, Spanyol. (Foto: Carlos Alvarez/Getty Images)


Disebutkan Inditex, masker merupakan salah satu peralatan medis yang esensial menyusul pandemi virus corona di Spanyol. Kendati demikian, otoritas kesehatan di Spanyol, kata Inditex, juga sangat membutuhkan sarung tangan, pelindung mata, penutup kepala dan sepatu bagi tim medis yang menangani pasien virus corona.

Oleh karena itu, Inditex berencana untuk memproduksi semua kebutuhan tersebut di pabrik-pabrik garmennya. "(Inditex) sedang mencari peluang bagi pabrik tekstil kami untuk mengganti kapasitas produksi sebagai penyedia kebutuhan material medis dengan melibatkan para pakar manufaktur Inditex," tulis Inditex.

Menurut data WHO per Rabu (18/3/2020), tercatat 11.178 kasus virus corona terjadi di Spanyol dan 2.503 orang dinyatakan meninggal. Catatan tersebut menjadikan Spanyol sebagai negara kedua di Eropa yang paling parah terdampak virus corona.

Lawan Virus Corona, Pemilik Zara Berencana Produksi Pakaian Medis Warga memakai masker saat mengunjungi sebuah rumah sakit di Barcelona, Spanyol, untuk melakukan tes virus corona, Rabu (18/3/2020). (Foto: AP Photo/Emilio Morenatti)



Sebelumnya diberitakan, wabah virus corona juga telah berdampak negatif bagi bisnis Inditex. Mereka menyatakan, ada laba yang hilang sekitar 287 juta euro atau Rp 4,3 triliun di 2019 akibat mewabahnya virus corona. Pertumbuhan laba Inditex akhirnya hanya 6% dibandingkan tahun sebelumnya, jika tanpa laba hilang itu pertumbuhannya bisa 12% menjadi 3,8 miliar euro.


AFP mengabarkan, Rabu (18/3/2020), perusahaan yang juga menaungi Massimo Dutti dan Bershka itu, mengungkapkan dampak corona sangat signifikan terhadap penjualan mereka di seluruh dunia. Dari 7.469 toko Inditex di seluruh dunia, 3.785 di antaranya saat ini ditutup sementara di 39 daerah sebagai dampak virus corona.

Lawan Virus Corona, Pemilik Zara Berencana Produksi Pakaian Medis Suasana di sekitar Basilika La Sagrada Familia yang sepi pada Rabu (18/3/2020), menyusul wabah virus corona di negara tersebut. (Foto: AP Photo/Felipe Dana)


Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)