Virus Corona Bikin Harga Masker Off-White Ikut Naik Drastis

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 10 Mar 2020 08:57 WIB
Masker Off-White Harga masker Off-White naik menyusul wabah virus corona. (Foto: Dok. Off-White)
Paris -

Virus corona yang mewabah hampir di seluruh dunia menyebabkan permintaan masker penutup hidung dan mulut melonjak. Tanpa terkecuali masker keluaran merek fashion favorit kaum hypebeast, Off-White. Harganya pun naik drastis.

Menyusul epidemi virus corona yang terjadi secara global, masker Off-White menjadi incaran orang banyak di situs reseller StockX yang biasa menjual produk sneakers dan streetwear.

Grafik harga masker Off-White di StockX.Grafik kenaikan harga masker Off-White di StockX. (Foto: StockX via Business Insider)



Business Insider mengabarkan, harga penawaran untuk satu masker hitam Off-White dari koleksi fall 2019 itu bahkan menyentuh angka US$ 211 atau Rp 3 juta. Padahal ketika dirilis, masker tersebut dijual dengan harga yang tak lebih dari US$ 100.

Di situs Off-White sendiri, barang yang sama juga sudah tak tersedia lagi. Di kolom deskripsi tertulis bahwa masker tersebut terbuat dari material katun 100 persen. Pada bagian depan tampak logo merek besutan desainer Virgil Abloh itu.

Ditengok dari bentuknya, masker Off-White tampak berbeda dari masker bedah dan masker N95 yang selama ini diyakini masyarakat luas efektif menangkal virus corona.

Menurut pakar kesehatan penyakit menular, Amesh A. Adalja, MD dari Johns Hopkins Center for Health Security di Maryland, AS, masker N95 memang memiliki fitur proteksi yang lebih baik ketimbang masker jenis lain. Masker N95 mampu memfilter partikel mikro yang kemungkinan membawa virus berbahaya. "Ini beda dari masker bedah yang hanya bisa menghentikan partikel besar," ungkap Amesh seperti dikutip dari Health.com.

Virus Corona Bikin Harga Masker Off-White Ikut Naik DrastisMasker N95 (Foto: Dok. iStock)


Namun, ia menegaskan masker N95 hanya direkomendasikan bagi tenaga medis profesional. Bahkan menurutnya, tidak ada masker jenis apapun yang sebenarnya ampuh untuk melindungi tubuh dari serangan virus corona. "Masker tidak efektif buat pemakaian secara umum, apalagi kalau masyarakat sering salah memakainya," tambah Amesh.


WHO dalam situs resminya telah memberikan anjuran soal pemakaian masker terkait epidemi virus corona. Disebutkan, masker cukup dipakai oleh mereka yang sedang batuk dan bersin. Orang sehat hanya perlu memakai masker bila sedang menangani pasien terduga virus corona.

Meski menggunakan masker, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan diri. "Masker hanya efektif bila dipakai dengan tangan yang dibersihkan secara rutin menggunakan alkohol atau air dan sabun."

Organisasi kesehatan PBB itu juga menegaskan, "Jika Anda mau memakai masker, maka Anda harus tahu cara memakai dan membuangnya dengan benar."



Simak Video "Sejumlah Merek Fashion Dunia Ikut Produksi Masker untuk Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)