BDSM Jadi Inspirasi Tren Busana 2020 di London Fashion Week

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 20 Feb 2020 13:15 WIB
Richard Quinn Koleksi Richard Quinn Fall 2020 yang bernuansa BDSM di London Fashion Week. (Foto: Dok. Vogue)
London -

Praktik seksual BDSM (bondage, dominance, sadism, masochism) menimbulkan pro dan kontra di Indonesia sampai-sampai pemerintah merasa perlu mengaturnya di dalam draf RUU Ketahanan Keluarga. Di London Fashion Week, BDSM justru menjadi sumber inspirasi untuk tren busana musim gugur 2020.

Nuansa BDSM begitu kental di koleksi karya desainer Inggris Richard Quinn yang naik pentas di London Fashion Week, baru-baru ini. Dalam proses kreatifnya, pria 30 tahun itu mengimajinasikan koleksinya sebagai sebuah rumah yang para penghuninya memiliki kepribadian beragam.

BDSM Jadi Inspirasi Tren Busana di London Fashion WeekKoleksi Richard Quinn Fall 2020 (Foto: Dok. Vogue)

"Jika ingin membangun sebuah rumah, kita butuh perempuan dan laki-laki di dalamnya. Saya membayangkan sebuah rumah dengan ruangan-ruangan yang diisi oleh beragam orang, entah dia kasar, gelap dan S&M (sadism dan masochism) yang seksi atau yang lebih romantis," ungkap Richard kepada Vogue tentang koleksi tersebut.

Ia lantas mengeksekusinya dengan memadukan dua elemen yang saling bertolak-belakang: motif floral yang centil dan busana atau aksesori yang provoktif nan seksi.

Deretan gaun bervolume dramatis dalam motif floral yang mendominasi muncul dengan padanan legging ketat berbahan kulit yang seksi. Warna-warna cerah yang bold tampak kontras dengan hitamnya legging tersebut. Detail bulu juga sesekali menghiasi busana.

BDSM Jadi Inspirasi Tren Busana di London Fashion WeekFoto: Dok. Vogue


Di awal peragaan, para model melenggang dengan aksesori signature Richard: headpiece yang menutup seluruh bagian kepala. Rupanya semacam topeng yang biasa dipakai oleh pelaku BDSM.

Langkah para model diiringi alunan piano dan instrumen gesek dari para pemusik di panggung. Adapun dinding yang penuh motif floral menjadi latar landasan peraga.

Terpancar kesan bahwa BDSM tak melulu tentang kekerasan atau kelainan, tapi bisa dimaknai sebagai sebuah ekspresi cinta antar individu. Sebuah kebebasan hakiki yang tak perlu diintervensi oleh orang lain, termasuk para penguasa.

Jennifer Lopez dalam balutan gaun karya Richard Quinn.Jennifer Lopez dalam balutan gaun karya Richard Quinn saat menghadiri Palm Springs International Film Festival 2020 pada Januari lalu. (Foto: Vivien Killilea/Getty Images for Palm Springs International Film Festival)


Di luar itu, koleksi ini kembali menjadi pembuktian Richard sebagai perancang muda berbakat. Kariernya sebagai desainer profesional justru dimulai ketika ia masih menimba ilmu di Central Saint Martins, London. Ia mendirikan labelnya pada 2016 sebelum lulus dari institusi pendidikan mode terpandang di dunia itu.

Karya-karyanya disukai para selebriti dunia. Jennifer Lopez hingga Cardi B pernah memakai rancangan Richard. Busana karya Richard yang dikenakan Cardi B di Paris Fashion Week menimbulkan perdebatan di kalangan umat muslim Prancis.

Dua tahun setelah mencelupkan kaki di industri mode, talenta Richard sudah mendapat pengakuan dari British Fashion Council. Ia menjadi penerima pertama dari Queen Elizabeth II Award for British Design. Ratu Elizabeth II yang memberikan langsung penghargaan tersebut kepada Richard setelah menyaksikan fashion show-nya di London Fashion Week pada 20 Februari 2018.

BDSM Jadi Inspirasi Tren Busana di London Fashion WeekRatu Elizabeth II memberikan penghargaan untuk Richard Quinn di London Fashion Week 2018. (Foto: Yui Mok - Pool/Getty Images)


Simak Video "Gadis Tercantik Sedunia Mejeng di London Fashion Week"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)