Kontroversi Baju Rp 28 Juta yang Mirip Seragam Tahanan Nazi

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 24 Nov 2019 20:06 WIB
Foto: Keystone/Getty Images Foto: Keystone/Getty Images

Jakarta - Merek fashion Loewe tengah menjadi bulan-bulanan di media sosial. Pemicunya adalah busana keluaran Loewe yang disebut-sebut mirip kostum tahanan konsentrasi Nazi.

Merupakan bagian dari koleksi kapsul William De Morgan, busana kontroversial tersebut terdiri dari blazer dan celana panjang bergaris vertikal hitam-putih. Total harganya hampir mencapai US$ 2.000 atau sekitar Rp 28 juta.

"Blazer kantoran dalam siluet kotak yang dilengkapi kantong, terbuat dari katun kanvas yang tahan lama, dengan hiasan emboss anagram LOEWE berbahan kulit di bagian dada," demikian situs merek asal Madrid, Spanyol, itu mendeskripsikan atasan tersebut.

Tentang koleksi ini, sang desainer, Jonathan Anderson, mengatakan terdapat nuansa fantasi di baliknya. "Ada sesuatu yang menurut saya, dalam pengertian yang unik, terasa magis. Seperti masa awal Harry Potter," ungkap Jonathan kepada British Vogue.

Namun, reaksi yang timbul malah sebaliknya. Bagi banyak orang, busana tersebut justru mengingatkan pada peristiwa terkeji dalam sejarah manusia: genosida di kamp konsentrasi Nazi.

[Gambas:Instagram]


Kritikan salah satunya datang dari akun fashion @diet_prada yang memiliki 1,6 juta pengikut. "Yang terlihat hanyalah seragam konsentrasi di busana $ 1.840 ini," tulisnya dengan menyertai foto yang menyandingkan seragam tahanan Nazi dengan busana Loewe.

Masih di keterangan foto yang sama, akun tersebut juga menyinggung Urban Outfitters and Zara yang pernah mengeluarkan produk serupa.

"Sebagai anggota keluarga dari orang yang pernah dipaksa memakai baju ini saat Perang Dunia II, produk ini jelas sangat memilukan dan sungguh tidak manusiawi," tulis seorang netizen mengomentari unggahan Diet Prada.

Ada pula yang berkomentar, "Benar-benar tak dapat dipercaya. Bagaimana bisa ada orang yang membuat pakaian ini dan tidak melihat sejarah di baliknya."

Menanggapi kontroversi tersebut, Loewe pun mengeluarkan pernyataan resminya: "Jelas kami tidak pernah bermaksud demikian dan kami minta maaf kepada semua orang yang merasa kami kurang peka terhadap sejarah penting tersebut."

Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(dng/ami)