Fakta Sebenarnya Baju Bae Suzy di Paris Fashion Week yang Dikira Batik

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 30 Sep 2019 16:49 WIB
Bae Suzy di Paris Fashion Week. Foto: dok. Vogue, Dok. Instagram Bae Suzy di Paris Fashion Week. Foto: dok. Vogue, Dok. Instagram

Jakarta - Aktris Korea Bae Suzy dikira netizen Indonesia memakai baju batik saat hadir di Paris Fashion Week 2019. Ternyata dress yang dikenakan Suzy itu datang dari brand Dior.

Sebagai brand ambassador Dior di Korea Selatan, Suzy tentu saja hadir di fashion show spring/summer 2020 Christian Dior memakai busana dari brand asal Paris tersebut. Suzy tampak memakai dress panjang Dior dengan tali spaghetti berwarna kecokelatan. Dia memadukan dress tersebut dengan tas Lady Dior berwarna hijau.

Suzy mengunggah beberapa foto penampilannya memakai dress Dior tersebut ke akun Instagramnya. Dilihat sekilas memang dress Suzy itu mirip batik karena warnanya yang cokelat gelap.



Fakta Sebenarnya Baju Bae Suzy di Paris Fashion Week yang Dikira BatikBae Suzy memakai baju mirip batik di Paris Fashion Week 2019. Foto: dok. Vogue, Dok. Instagram


"Kayak baju batik gak sih ges," begitu netizen Indonesia berkomentar di halaman Instagram aktris yang serialnya Vagabond tengah tayang itu. "iyah nii batikkkk. Wah wah," tulis netizen lainnya di Instagram Suzy.

Dress yang disebut mirip batik ini sebenarnya adalah koleksi Cruise 2020 dari Dior. Dan Dior membuat koleksi tersebut terinspirasi dari motif busana khas orang Afrika, bukan batik dari Indonesia.


Fakta Sebenarnya Baju Bae Suzy di Paris Fashion Week yang Dikira BatikDress Dior dari koleksi Cruise 2020 yang dipakai Bae Suzy. Foto: Dok. Dior


Seperti dikutip dari Fashionista, Dior merilis koleksi Cruise 2020 mereka pada April 2019 di sebuah istana yang dibangun pada abad ke-16 di Moroko. Direktur kreatif Dior Maria Grazia Chiuri menghadirkan motif khas Afrika bernama Ankara. Chiuri bekerjasama dengan antropolog Anne Grosfilley, pakar tekstil Afrika untuk menghadirkan koleksi Dior yang berbeda.

Menurut The Guardian, motif Ankara yang berasal dari Afrika ini pengerjaannya serupa dengan batik di Indonesia. Motif Ankara dibuat dengan menggunakan lilin atau istilah di Indonesia adalah malam.

"Wax fabrics, which originate in the Indonesian batik tradition but became popular across Africa, were the pulse of this collection," demikian The Guardian menulis.




Simak Video "6 Desainer Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2018"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)