Inspiratif! Siswa Ini Terima Jahitan Demi Biaya Sekolah, Kini Show di Paris

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 24 Sep 2019 17:02 WIB
Karya desainer Indonesia yang akan tampil di La Mode Sur La Seine à Paris pada 29 September mendatang. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Jakarta -

Paris, Prancis, sebagai pusat mode dunia ibarat Mekkah bagi insan fashion. Maka bisa pamer karya di Paris pun menjadi kebanggaan tersendiri buat perancang pemula.

Seperti yang dirasakan Nasrul Arif. Pria 25 tahun dari Wonosobo, Jawa Tengah, ini adalah satu dari 18 desainer Indonesia yang berkesempatan ikut di La Mode Sur La Seine à Paris. Fashion show tersebut dihelat oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) di atas sebuah perahu pesiar yang menelusuri Sungai Seine nan tersohor itu pada Minggu (29/9/2019) mendatang. Tujuannya untuk memperkenalkan karya desainer Indonesia ke panggung internasional.


Inspiratif! Siswa Ini Terima Jahitan Demi Biaya Sekolah, Kini Show di ParisNasrul Arif dan Hasti Izzatul Ummah dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Terdapat beberapa nama desainer senior yang turut terlibat, seperti Ali Charisma, Deden Siswanto dan Lenny Agustin. Nasrul sendiri mewakili siswa Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kejuruan Fashion Technology di Semarang, Jawa Tengah. Ia baru saja lulus dari lembaga pelatihan yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI itu.

Sebagai orang yang baru merintis karier desainer, Nasrul merasa sangat bangga karena karyanya ikut dipamerkan di Paris bersama rancangan para seniornya. "Senang banget. Suatu kebanggaan tersendiri," ujar Nasrul kepada Wolipop saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, beberapa waktu lalu.

Untuk La Mode Sur La Seine à Paris, Nasrul berkolaborasi dengan Hasti Izzatul Ummah. Seperti Nasrul, Hasti yang berasal dari Madura, Jawa Timur, juga baru lulus dari BBPLK Semarang. Nasrul menangani urusan desain, sementara Hasti bertanggung jawab di bagian produksinya.


Inspiratif! Siswa Ini Terima Jahitan Demi Biaya Sekolah, Kini Show di ParisKarya Nasrul dan Hasti yang akan dipamerkan di Paris. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Dengan mengusung label Life Needs Colour (LNC) besutan BBPLK, mereka menciptakan koleksi bertema 'Arang Kesembadan'. Keduanya menggali inspirasi dari filosofi kehidupan yang tersirat di sebuah arang.

"Kalau kita bakar kayu, hasilnya arang yang berwarna hitam kelam dan abu-abu. Ini bisa dimaknai seperti kita menjalani hidup, kadang senang, kadang bahagia. Istilahnya bahasa Jawa adalah kasembadan," ungkap Nasrul.

Mereka lalu menuangkan inspirasi tersebut ke dalam 10 tampilan busana (look) dalam palet berwarna hitam yang didominasi potangan A-line. Untuk koleksi ini, mereka menggunakan batik ungaran khas Semarang dengan motif berbentuk arang yang didesain sendiri untuk memberi kesan modern. "Tantangannya, bagaimana meyakinkan perajin untuk membatik motif yang di luar kebiasaan mereka," tambah Nasrul.

Terselip pula lurik khas Yogyakarta dengan motif garis-garisnya sebagai aksen. Atraktif dan dinamis dengan nuansa urban kontemporer menjadi ciri khas rancangan ini. Nasrul dan Hasti memang ingin mencitrakan batik sebagai warisan budaya sarat makna namun tetap bisa relevan dengan tren masa kini. Mereka pun berharap koleksi tersebut dapat diterima pasar global.

Sayangnya, Nasril dan Hasti tidak akan menyaksikan karyanya dipresentasikan di Paris. Kepala BBPLK Semarang Edi Susanto yang mewakili keduanya di La Mode Sur La Seine à Paris nanti.

Namun, itu bukan masalah bagi Nasril karena hal terpenting adalah busana kreasinya bisa mejeng di Paris. Kebetulan pula acara fashion show tersebut digelar berbarengan Paris Fashion Week. Ia mengaku kesempatan tersebut bakal menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan bisa menjadi batu loncatan besar untuk meraih kesuksesan sebagai desainer.

Sedari kecil ia bercita-bercita menjadi kecil. "Waktu masih anak-anak, saya suka mainin mesin jahit nenek," kenang dia. Ia lalu menseriusi impiannya dengan masuk ke SMK jurusan tata busana di Wonosobo.

Orangtua Nasrul sebenarnya kurang merestui pilihan studi tersebut, tapi niatnya tetap kuat. "Biaya sekolah tetap ditanggung orangtua, tapi saya tetap cari biaya sendiri untuk ongkos sehari-hari. Akhirnya, saya terima jahitan kecil-kecilan," kata dia.



Simak Video "6 Desainer Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2018"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)