Kenalan dengan Hanna Khadija, Gadis Cilik Jago Desain di Usia 11 Tahun
Gresnia Arela Febriani - wolipop
Sabtu, 20 Jul 2019 11:27 WIB
Jakarta
-
Tidak banyak orang yang mengetahui dengan pasti passion atau ketertarikannya pada suatu bidang saat kecil. Tapi gadis cilik satu ini bisa dibilang berbeda dari kebanyakan anak seumurannya. Di usia 11 tahun, Hanna Aulia Khadija, sudah mantap menjadi desainer.
Hanna bisa dibilang salah satu desainer termuda yang sudah berani mengejar kariernya sejak dini. Sosoknya pun mencuri perhatian karena sudah bisa menggelar fashion show di usia 10 tahun. Yuk, ikuti kisah inspiratif Hanna.
Sejak usia 3 tahun, Hanna sudah menunjukkan ketertarikannya pada seni rupa, yakni menggambar. Lalu memasuki usia 7-8 tahun ia mulai sering membuat desain pakaian.
Hanna bercerita, awal mula dirinya menyukai dunia fashion karena sering menonton fashion show luar negeri seperti Chanel, Louis Vuitton, Versace dan Dior lewat TV. Rancangan para desainer internasional itu kerap dituangkannya lagi ke dalam goresan sketsa.
"Kalau habis nonton fashion show itu, biasanya aku suka mendesain ulang dan membuat gambar polanya," kata Hanna kepada Wolipop.
Ketertarikannya pada bidang desain fashion membuat kedua orangtua Hanna sepakat memasukkannya ke sekolah fashion (IFI) di Bandung, dengan guru-guru yang merupakan perancang ternama Indonesia seperti Deden Siswanto, Irna Mutiara dan Nunik Mawardi. Kala itu usianya baru 9 tahun.
Di bawah arahan para desainer, Hanna belajar berbagai teknik membuat pakaian, tak sekadar menjahit atau membuat pola.
"Kalau Deden siswanto dengan teknik drapping, main kain itu sangat menginspirasi banget. Kalau Ibu Irna dengan dress bagus dan mewah, kalau bu Nunik dengan kain polos bisa dibentuk dan disulap menjadi baju yang cantik," ujar Hanna.
Hanna menjadi sorotan saat pertama kali mengikuti lomba fashion show se-Jawa Barat dan berhasil meraih juara kedua.
"Peserta yang ikut lumayan banyak. Waktu itu aku memilih untuk desain batik dicampur dengan kulit suede. Walaupun pakai batik juga bisa terlihat keren lho," kata anak ketiga dari tujuh bersaudara ini.
Namanya sebagai desainer muda berbakat semakin mencuat setelah menghelat fashion show pertamanya bersama siswi IFI angkatan VIII pada 2017. Saat itu, ia membawa tema kebudayaan Mongolia. karena terinspirasi dari saudaranya yang baru pulang dari sana.
Kemudian pada Mei 2019, sejumlah siswa dan lulusan IFI kembali menampilkan karya-karyanya di panggung Muslim Fashion Festival 2019. Hanna pun menjadi siswa dan lulusan termuda di acara tersebut.
Meskipun masih harus banyak belajar Hanna telah menemukan ciri khas rancangannya sendiri. Ia kerap mendesain busana dalam bentuk baju muslim serta coat untuk anak dan orang dewasa.
Menjadi desainer cilik tak lantas membuat Hanna kehilangan masa kecilnya. Seperti anak-anak pada umumnya, Hanna juga menyempatkan diri bermain dan kumpul bersama teman-temannya. Pendidikan pun terus berjalan.
Ia menceritakan walaupun fokus ke dunia fashion, pendidikan akademisnya tidak terganggu, karena ia menjalani home schooling. Di samping itu, Hanna juga sedang mengikuti les bahasa Prancis, demi mewujudkan cita-citanya untuk bisa masuk sekolah desain yang ada di Prancis.
Dalam waktu dekat ini Hanna akan berkolaborasi dengan Ringgo Agus Rahman dan istrinya Sabai Morcheck untuk koleksi "Hanna Wants to Play". Ke depannya, ia ingin suatu saat nanti, busana rancangannya bisa dipakai Kendall Jenner dan Agnez Mo.
Hanna pun berpesan kepada anak-anak seusianya agar berani bermimpi dan berusaha.
"Buat anak seusia Hanna yang mau jadi desainer pokoknya kita keep on dreaming aja gitu," tutupnya. (hst/hst)
Hanna bisa dibilang salah satu desainer termuda yang sudah berani mengejar kariernya sejak dini. Sosoknya pun mencuri perhatian karena sudah bisa menggelar fashion show di usia 10 tahun. Yuk, ikuti kisah inspiratif Hanna.
Sejak usia 3 tahun, Hanna sudah menunjukkan ketertarikannya pada seni rupa, yakni menggambar. Lalu memasuki usia 7-8 tahun ia mulai sering membuat desain pakaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanna bercerita, awal mula dirinya menyukai dunia fashion karena sering menonton fashion show luar negeri seperti Chanel, Louis Vuitton, Versace dan Dior lewat TV. Rancangan para desainer internasional itu kerap dituangkannya lagi ke dalam goresan sketsa.
Foto: Dok. Hanna Khadija |
"Kalau habis nonton fashion show itu, biasanya aku suka mendesain ulang dan membuat gambar polanya," kata Hanna kepada Wolipop.
Ketertarikannya pada bidang desain fashion membuat kedua orangtua Hanna sepakat memasukkannya ke sekolah fashion (IFI) di Bandung, dengan guru-guru yang merupakan perancang ternama Indonesia seperti Deden Siswanto, Irna Mutiara dan Nunik Mawardi. Kala itu usianya baru 9 tahun.
Di bawah arahan para desainer, Hanna belajar berbagai teknik membuat pakaian, tak sekadar menjahit atau membuat pola.
"Kalau Deden siswanto dengan teknik drapping, main kain itu sangat menginspirasi banget. Kalau Ibu Irna dengan dress bagus dan mewah, kalau bu Nunik dengan kain polos bisa dibentuk dan disulap menjadi baju yang cantik," ujar Hanna.
Foto: Dok. Hanna Khadija |
Hanna menjadi sorotan saat pertama kali mengikuti lomba fashion show se-Jawa Barat dan berhasil meraih juara kedua.
"Peserta yang ikut lumayan banyak. Waktu itu aku memilih untuk desain batik dicampur dengan kulit suede. Walaupun pakai batik juga bisa terlihat keren lho," kata anak ketiga dari tujuh bersaudara ini.
Namanya sebagai desainer muda berbakat semakin mencuat setelah menghelat fashion show pertamanya bersama siswi IFI angkatan VIII pada 2017. Saat itu, ia membawa tema kebudayaan Mongolia. karena terinspirasi dari saudaranya yang baru pulang dari sana.
Kemudian pada Mei 2019, sejumlah siswa dan lulusan IFI kembali menampilkan karya-karyanya di panggung Muslim Fashion Festival 2019. Hanna pun menjadi siswa dan lulusan termuda di acara tersebut.
Meskipun masih harus banyak belajar Hanna telah menemukan ciri khas rancangannya sendiri. Ia kerap mendesain busana dalam bentuk baju muslim serta coat untuk anak dan orang dewasa.
Foto: Dok. Hanna Khadija |
Menjadi desainer cilik tak lantas membuat Hanna kehilangan masa kecilnya. Seperti anak-anak pada umumnya, Hanna juga menyempatkan diri bermain dan kumpul bersama teman-temannya. Pendidikan pun terus berjalan.
Ia menceritakan walaupun fokus ke dunia fashion, pendidikan akademisnya tidak terganggu, karena ia menjalani home schooling. Di samping itu, Hanna juga sedang mengikuti les bahasa Prancis, demi mewujudkan cita-citanya untuk bisa masuk sekolah desain yang ada di Prancis.
Dalam waktu dekat ini Hanna akan berkolaborasi dengan Ringgo Agus Rahman dan istrinya Sabai Morcheck untuk koleksi "Hanna Wants to Play". Ke depannya, ia ingin suatu saat nanti, busana rancangannya bisa dipakai Kendall Jenner dan Agnez Mo.
Hanna pun berpesan kepada anak-anak seusianya agar berani bermimpi dan berusaha.
"Buat anak seusia Hanna yang mau jadi desainer pokoknya kita keep on dreaming aja gitu," tutupnya. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
2
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
3
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
4
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
5
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Hanna Khadija
Foto: Dok. Hanna Khadija
Foto: Dok. Hanna Khadija