Zara Kejar Target Jual Baju 100% Terbuat Dari Bahan Ramah Lingkungan di 2025

Hestianingsih - wolipop Kamis, 18 Jul 2019 13:05 WIB
Toko Zara di Bucharesr, Romania. Foto: Getty Images Toko Zara di Bucharesr, Romania. Foto: Getty Images

Jakarta - Fast fashion acap kali dituding jadi penyebab kerusakan lingkungan karena mendorong orang untuk selalu membeli baju demi mengikuti tren busana terkini. Namun Zara, brand high-street asal Spanyol, berencana melakukan terobosan di industri fast fashion yang diharapkan bisa berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Seperti dilansir The Guardian, Zara mengumumkan bahwa semua koleksinya akan terbuat dari 100 persen material ramah lingkungan. Diharapkan target itu akan tercapai sebelum 2025.

Tidak hanya Zara, sejumlah brand yang bernaung di bawah induk perusahaan Inditex juga nantinya menyusul perilisan produk ramah lingkungan. Brand-brand tersebut di antaranya Zara Home, Massimo Dutti dan Pull & Bear.


Komitmen tersebut sudah diputuskan dalam rapat pemegang saham pada Selasa (16/7/2019) dan Zara akan menjadi brand high-street internasional pertama yang berpegang terhadap komitmen tersebut. Lantas, seperti apa produk ramah lingkungan dan berkelanjutan yang diterapkan Zara?

WWD melaporkan, dalam lima tahun ke depan ditargetkan 80 persen energi yang digunakan di kantor pusat Zara, pabrik dan toko berasal dari sumber daya terbarukan. Kemudian di 2023, diharapkan penggunaan bahan viscose untuk produk-produk Zara akan 100 persen ramah lingkungan.


"Kita harus jadi agen perubahan, tidak hanya di dalam perusahaan tapi juga seluruh sektor," kata Chief Executive Inditex Pablo Isla.

Pablo menekankan bahwa Zara di bawah Inditex akan menerapkan prinsip ini ke berbagai lini. Mulai dari karyawan, tim marketing, pemasok hingga orang-orang yang mengerjakan produksi tekstil.

Simak Video "Proses Membuat Batik Shibori Karya Warga Binaan Rutan Trenggalek"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)