Mengenal Busana Tradisional yang Dipakai Kaisar Baru Jepang Naruhito

Alissa Safiera - wolipop Jumat, 03 Mei 2019 07:36 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Putra Mahkota Naruhito resmi didapuk sebagai Kaisar Jepang yang baru, menggantikan sang ayah, Kaisar Akihito yang resmi turun takhta Selasa (30/4/2019) lalu.

Pangeran Naruhito menjalani upacara penobatan pada hari Rabu (1/5/2019). Momen penobatan berlangsung secara khidmat dan berjalan sesuai adat yang berlaku di Kekaisaran Jepang.



Hari itu pun menjadi hari pertama lahirnya era kekaisaran baru Reiwa, yang berarti "harmoni yang indah". Era ini akan berlangsung sepanjang masa pemerintahan Naruhito.

Selain ritual yang turun temurun, pakaian tradisional juga tak luput dari perhatian. Pangeran Naruhito akan mengenakan pakaian tradisional Jepang yang dinamai 'Sokutai'.

Sokutai sendiri adalah pakaian upacara resmi yang hanya boleh dikenakan pejabat istana, aristokrat dan kaisar di Jepang. Pakaian ini didominasi jubah sebagai luaran dengan lengan panjang dan lebar.

Selain jubah, tampak sebuah tongkat di tangan kaisar yang bernama shaku dan topi kanmuri sebagai atribut sokutai.

Bila baju pria dinamai sokutai, busana wanitanya adalah kimono berlapis bernama 'junihitoe'. Secara bahasa, junihitoe berarti '12 lapis jubah', namun meski begitu jumlah lapisan jubah tak selalu 12. Ketika era Heian misalnya, jubah kimono yang dipakai bisa sampai 15 hingga 20 lapis.



Saat ini, junihitoe umumnya terlihat terpajang di museum atau dalam film. Hanya anggota Kekaisaran jepang yang masih menggunakannya untuk sebuah acara penting.

Putri Masako sendiri tak hanya sekali memakai junihitoe ketika penobatan berlangsung. Di pernikahannya dengan Naruhito, Masako juga mengenakan junihitoe dengan nuansa warna hijau dan kuning.


Lihat juga video Pidato Pertama Kaisar Jepang Naruhito:

[Gambas:Video 20detik]


Mengenal Busana Tradisional yang Dipakai Kaisar Baru Jepang Naruhito

(asf/asf)