Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain Ulos

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 18 Feb 2019 08:50 WIB
Foto: Rahmi Anjani/Wolipop Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

Jakarta - Beberapa waktu lalu kain ulos dibawa ke New York Fashion Week 2019 oleh brand 2Maddison. Ditampilkan di panggung peragaan bergengsi, sang desainer Maggie Hutauruk Eddy pun mengaku jika wastra asal Pulau Sumatra Utara tersebut sangat diapresiasi para fashionista New York. Meski sudah jarang dipakai di negeri sendiri, ulos yang diolah menjadi rangkaian busana cantik itu justru mendapat sambutan hangat di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Maggie setelah memamerkan koleksi tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, rangkaian busana bertema 'Seventh Earth' yang ditampilkan di New York pada 7 Februari 2019 itu menarik warga asing karena dibuat dengan tangan dan punya makna.

Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain UlosFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
"Satu yang saya dapatkan dari para fashionista di New York adalah mereka sangat apreciate saat saya sampaikan bawa kain-kain yang saya pakai ini dibuat oleh para penenun yang ada di daerah. Mereka menghargai pakaian dengan makna tertentu dan saya ingin menularkan (ulos) ke yang lain," kata Maggie kepada Wolipop setelah fashion show pada Jumat, (15/2/2019) di 2Madison Galerry, Kemang, Jakarta Selatan.

Selain memang berasal dari Sumatra Utara, Ulos sengaja dipilih Maggie karena mulai banyak ditinggalkan. Menurut riset yang dilakukannya, kain tradisional tersebut mulai punah karena semakin sedikitnya permintaan padahal banyak pengrajin menggantung hidup dari ulos.

Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain UlosFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
"Setelah diundang ke New York Fashion Week, saya berpikir keras statement apa yang mau saya bawa ke sana karena ini panggung yang nggak main-main mereka ingin kita pikirkan matang konsep yang ditawarkan. Saya tertarik ulos dan saya riset ternyata ada kategori ulos yang hampir punah karena demand sudah sangat menurun.

Saya pikir kalau platform seperti ini (fashion show) orang Indonesia masih belum berminat pakai kain seperti ini. Akhirnya saya bawa ke platform New York Fashion Week dan mereka sangat mengapresiasi itu," tutur Maggie.

Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain UlosFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
Mendapat sambutan yang baik, Maggie pun mengaku sekalian mempromosikan ulos dan kain tradisional Indonesia lain kepada para desainer di New York. "Saya kampanye ke desainer di Amerika bahwa di Indonesia ada banyak banget beautiful fabric yang bisa kamu leburkan ke koleski kamu," ungkapnya Maggie.

Koleksi 'Seventh Earth' sendiri menawarkan rangkaian busana wanita, mulai dari blus, rok, celana, dress hingga gaun dengan desain kontemporer. Umumnya kain ulos berbagai warna dihadirkan sebagai detail. Sebagian besar busana yang dipamerkan kala itu adalah dress ramai detail ruffle. Warna-warna terang, seperti pink dan oranye pun mendominasi koleksi yang akan dijual seharga Rp 2,5 juta hingga 6,5 juta tersebut.

Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain UlosFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
"Saya ingin memastikan bawah ini tidak seperti baju daerah banget. Saya ingin memastikan semua orang dari berbagai latar belakangan bisa menggunakannya dan merasa cantik," ujarnya.

"Anak muda nggak mau pakai baju yang terlihat seperti baju acara kawinan. It's a big homework bagaimana membuat tenun affordable dan semua bisa pakai dan make sure desainnya kontemporer juga bisa didapatkan di mal-mal terdekat," tambah Maggie.

Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain UlosFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
(ami/ami)