Dituduh Rasialis, Gucci Kena Aksi Boikot

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 10 Feb 2019 12:47 WIB
Fashion show Gucci. (Foto: Getty Images) Fashion show Gucci. (Foto: Getty Images)

Milan - Setelah Dolce & Gabbana, giliran Gucci yang kena aksi boikot karena isu rasialisme. Sweater keluaran rumah mode asal Italia itu menjadi pemicu pemboikotan tersebut.

Produk yang dimaksud adalah Wool Balaclava Jumper seharga US$ 900 atau Rp 12 juta. Atasan model sweater tersebut hadir dalam warna hitam dengan model turtle-neck hingga menutupi bagian hidung. Bibir besar berwarna merah menghiasi area mulut.



Reaksi negatif muncul di media sosial dengan komentar-komentar netizen yang menyebut barang tersebut sweater 'blackface' dan menuduh Gucci rasialis. Istilah 'blackface' berawal dari abad ke-19 saat para komedian berkulit putih sengaja memarnai kulit mereka menjadi hitam untuk mengolok kaum imigran asal Afrika.

Sejumlah rapper papan atas seperti T.I., Soulja Boy dan Waka Flocka Fame pun berbondong-bondong mengajak para penggemarnya untuk memboikot Gucci. "Call to action... Stop buying Gucci for next 3 months," begitu bunyi tulisan pada foto yang diunggah T.I..

Sebelum itu, T.I. sempat mengunggah foto logo Gucci dengan keterangan yang berisikan luapan kekesalan sang rapper. Ia mengatakan sangat kecewa sebagai pelanggan setia dan tidak akan menghabiskan uangnya untuk Gucci lagi hingga brand tersebut belajar menghargai perbedaan.


[Gambas:Instagram]


Kehadiran sweater tersebut juga sangat disesalkan oleh sutradara yang juga nomine Oscar tahun ini, Spike Lee. Tak cuma Gucci, sutradara 'BlacKkKlansman' ini juga mengecam Prada yang pernah merilis gantung kunci berbentuk monyet dengan tampilan 'blackface'. Dikabarkan CBS, ia bahkan tidak akan membeli produk Gucci dan Prada sampai kedua rumah mode tersebut memperkerjakan desainer berkulit hitam. "It's Obvious To Da Peoples That They Don't Have A Clue When It Comes To Racist, Blackface Hateful Imagery. WAKE UP," tulis Spike di Instagram.

Menanggapi kontroversi tersebut, Gucci telah menyampaikan permohonan maaf. Dalam pernyataan resminya yang disebarkan lewat Twitter, brand di bawah arahan desainer Alessandro Michele ini juga telah menarik produk tersebut dari pasaran.

"Kami sangat menghargai keberagaman sebagai nilai yang harus dihormati dan dijunjung tinggi, serta selalu menjadi bahan pertimbangan di dalam setiap keputusan kami," demikian salah satu bunyi pernyataan Gucci.

Desainer Gucci Alessandro Michele.Desainer Gucci Alessandro Michele. (Foto: Getty Images)

(dtg/dtg)