Pesona Ubud di Perhiasan Klasik Karya Happy Salma dan Dewi Sri

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 04 Mei 2018 07:35 WIB
Ubud, koleksi perhiasan terbaru Tulola Jewelry. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop) Ubud, koleksi perhiasan terbaru Tulola Jewelry. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Jakarta - Ubud, sebuah kota kecil di Bali, memesona dengan keindahan alam dan gerai-gerai seninya. Daya tarik Ubud inilah yang menginspirasi merek perhiasan Tulola Jewelry untuk koleksi terbarunya.


Ubud selalu menjadi tempat spesial bagi Happy Salma dan Dewi Sri Luce Rusna, dua pendiri Tulola Jewelry. "Selain karena aku tinggal di Ubud, ibunya Sri juga berasal dari Ubud. Dan ketika kami dalam kelelahan dan mencari keseimbangan inspirasi, ujung-ujungnya pasti ke Ubud," ujar Happy Salma saat peluncuran koleksi 'Ubud' di Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

Baca Juga: Punya Brand Perhiasan, Happy Salma Rilis Kalung Jimat Modern


Perhiasan Tulola Jewelry karya Happy Salma dan Dewi Sri.Perhiasan Tulola Jewelry karya Happy Salma dan Dewi Sri. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Ubud sendiri, lanjut Happy, juga memiliki makna 'obat'. Alam Ubud yang eksotis serta kebudayaannya yang kental memberikan ketenangan tersendiri bagi siapa saja yang datang ke sana. Lantas, untuk koleksi ini, Happy dan Sri banyak mengambil motif flora dan fauna yang sering ditemui di Ubud.


Salah satunya bunga teratai. Hadir pilihan bros hingga tusuk konde bergaya klasik dengan dekorasi berbentuk bunga teratai. Diungkapkan Sri, bunga teratai sendiri melambangkan sebuah metamorfosis sekaligus simbol sebuah awalan baru.




Selain bunga teratai, Tulola Jewelry juga menyertakan perhiasan berbentuk kupu-kupu yang sarat dengan makna senada. "Berbeda dari koleksi sebelumnya, kali ini kami ingin membuat sesuatu yang penuh makna-makna simbolis," tambah Sri yang bertanggung jawab dengan urusan desain Tulola.


Hadir pula anting 'Jembatan Cinta' yang merupakan favorit Happy Salma. Statement earrings ini terbuat dari susunan mutiara khas Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Ada jalanan di perbukitan Ubud yang disebut jembatan cinta. Mungkin karena banyak orang pacaran di sana," kata Happy yang bertugas sebagai konseptor.

Baca Juga: Simak Cara Membersihkan Perhiasan Emas



Anting 'Jembatan Cinta'.Anting 'Jembatan Cinta'. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)


Semuanya adalah hasil kerajinan tangan dan terbuat dari perak yang dibalur emas. Butuh empat bulan untuk membuat koleksi yang terdiri 30 desain perhiasan ini, mulai dari bros hingga kalung. Dalam proses kreatifnya, Tulola Jewelry dibantu oleh delapan perajin lokal.


Eksis sejak 2007, Tulola Jewerly unjuk gigi dengan gaya etnik dengan sentuhan kekinian. Peminatnya datang dari usia beragam. "Awalnya kami pikir koleksi Tulola hanya akan diminati oleh kalangan usia tertentu saja. Tapi ternyata, tua hingga yang muda menyukai karya kami," ungkap Happy.


Saat mendirikan Tulola Jewelry, Happy dan Sri memang berkomitmen untuk mengangkat budaya Indonesia sebagai inspirasinya. Mereka berharap Tulola Jewerly dapat memotivasi masyarakat agar bangga menggunakan perhiasan bergaya klasik khas Indonesia di segala kesempatan. "Tak hanya untuk resepsi pernikahan, tapi saat hangout bareng teman atau kesempatan lain juga," tambah Happy.

Happy Salma, aktris yang juga pendiri Tulola Jewelry.Happy Salma, aktris yang juga pendiri Tulola Jewelry. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop(

(dtg/dtg)