Parade Busana Ulos Warnai Hari Pertama Indonesia Fashion Week 2018

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 29 Mar 2018 11:43 WIB
Fashion show Great Toba di Indonesia Fashion Week. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop Fashion show Great Toba di Indonesia Fashion Week. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Jakarta - Fashion show 'Great Toba' menjadi penutup manis hari pertama Indonesia Fashion Week 2018, Rabu (28/3/2018). Di sini, deretan desainer papan atas memamerkan kepiawaiannya mengolah ulos khas Sumatera Utara.

Rancangan Merdi Sihombing membuka perhelatan malam itu. Untuk koleksinya, Merdi mengaplikasikan ulos untuk busana-busana bersiluet seksi seperti mini-dress hingga swimmear. Tampil pula pilihan outerwear, di antaranya mantel dan ponco.

Selain Merdi, desainer Corrie Kastubi juga memamerkan karyanya. Terinsipirasi dari etnik Indonesia, terutama Toba, Batak, dan Karo, Corrie Kastubi mengangkat tema "Nusantara Etnik" untuk yang berjiwa muda, memiliki style androgyny, dan gemar mix & match.

Fashion show Great Toba di Indonesia Fashion Week. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Mengadopsi gaya kontemporer dan sistem cutting, Corrie menggunakan materi patchwork tenun batak, silk, chiffon, voile, dan lance, serta dipadukan dengan aksesoris etnik dengan modern.

Baca Juga: Ivan Gunawan Sulap Kain Ulos Jadi Koleksi Busana Edgy dan Modern

Lain lagi dengan Ghea Panggabean yang konsisten mengangkat keragaman tekstil Indonesia. Mengangkat tema "Spirit of Toba", ia terinspirasi dari keindahan dan keragaman kain ulos yang penuh warna dan beraneka ragam. Ghea lalu menginterpretasikan inspirasi tersebut ke dalam koleksi bergaya bohemian dan tribal khasnya.

Dalam proses kreatifnya, Ghea sempat bertemu langsung dengan perajin kain ulos. Kain hasil perajin tersebut lalu ia kembangkan lewat teknik digital-print, bahan, dan warna yang sesuai dengan fashion masa kini.
Fashion show Great Toba di Indonesia Fashion Week. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Rancangan yang menggunakan bahan kain asli tenun ulos dan kain print ulos di atas bahan satin, chiffon, organza, dan jersey ini mengangkat keindahan Toba yang tak hanya dari panorama dan alamnya, tapi juga dari sejarah dan cerita yang dituangkan ke dalam tradisi pembuatan kain dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Rancangan yang ditujukan untuk pecinta fashion, khususnya pecinta rancangan Ghea, dipadukan dengan aksesori asli dari Tanah Batak dan juga aksesori modern bernuansa Batak.

Sementara itu, Ariy Arka terilhami oleh keindahan alam Muara, yang merupakan salah satu tempat hilir mudik masyarakat yang hendak menuju dan dari Pulau Sibandang, tempat penghasil tenun di Danau Toba.
Fashion show Great Toba di Indonesia Fashion Week. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Ariy Arka mengangkat tema "MUARA" untuk IFW kali ini. Rancangan tersebut mengangkat ulos Tapanuli Utara yang dikemas dan dibuat dengan pewarnaan alam, seperti akar- akar batang dan daun-daun yang tumbuh di sekitar Danau Toba.

Ariy menggunakan bahan serat benang 100% cotton, cotton dobi, cotton linen, serat kayu alami. Semua ulos warna alam yang digunakan, dikombinasikan dengan detail bordir motif burung bangau karena di pinggiran Danau Toba banyak sekali burung-burung bangau yang berterbangan.

Baca Juga: Cantiknya Selvi Menantu Jokowi Pakai Ulos di Pesta Adat Kahiyang-Bobby

Ivan Gunawan juga tak ketinggalan pamer karya. Di tangan dingin Ivan, ulos disulap menjadi pilihan busana edgy dengan potongan yang struktural namun tetap terasa elegan dan feminin. "Aku memang ingin membuat ulos ini terasa edgy, strong, dan powerful. Look-nya sangat internasional dan modern. Namun, tetap wearable," ujar Ivan Gunawan kepada Wolipop selepas fashion show.
Fashion show Great Toba di Indonesia Fashion Week. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Koleksi terdiri dari 14 tampilan dengan potongan busana yang beragam mulai dari gaun lurus pendek berlengan panjang menjuntai, blus berpeplum, jumpsuit dan gaun-gaun backless. Palet lembut seperti pink pastel, abu-abu, dan monokromatik menciptakan kesan feminin.

"Kenapa aku pilih gaya berstruktur, karena untuk menyiasati ukuran kain ulos yang umumnya tak terlalu panjang dan lebar. Aku juga mengaplikasikan teknik patchwork untuk menyambung kain demi kain," ucap Ivan Gunawan soal tantangannya mengolah ulos.

Fashion show tersebut juga disemarakkan oleh kehadiran koleksi karya Defrico Audy, Ida Royani, Torang Sitorus, Sikie Purnomo, dan Malika Ussupova. (dng/hst)