Kalahkan Gucci, Louis Vuitton Brand Fashion Paling Berpengaruh di 2017
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 27 Sep 2017 17:42 WIB
Jakarta
-
Louis Vuitton menjadi brand fashion paling bernilai di 2017 versi Interbrand, perusahaan konsultan merek dagang ternama Amerika. Louis Vuitton berada di nomor 19 dalam daftar Best Global Brands 2017, menjadikannya di urutan teratas dari kategori brand fashion yang paling bernilai dan berpengaruh.
Brand fashion asal Prancis ini dinilai memiliki performa finansial yang baik di 2017. Berbagai data menunjukkan Louis Vuitton merupakan brand yang mampu memberi pengaruh besar terhadap keputusan konsumen dalam memilih produk.
Selain itu, brand yang telah berusia 163 tahun ini juga dinilai mampu memimpin harga pasar di kelas brand fashion premium. Masih dari Prancis, Hermes juga masuk dalam daftar ini, menjadi brand fashion kedua yang paling bernilai. Hermes naik dua tingkat dari posisi tahun lalu di urutan 32, sementara Gucci di nomor 51.
Tak terlalu bagus untuk Burberry, brand asal Inggris ini, turun tiga tempat dari tahun lalu ke posisi 86. Begitu juga Prada yang turun drastis 13 angka ke urutan 94. Popularitas Ralph Lauren juga menurun. Brand berbasis di New York City ini harus hengkang dari daftar 100 brand paling bernilai di 2017.
Masih satu perusahaan dengan Louis Vuitton di bawah payung LVMH, ada Dior yang berada di urutan ke-95 dan Moet & Chandon di posisi 99. LVMH merupakan satu-satunya grup di kategori 'fashion & luxury' yang tiga brand-nya masuk dalam 100 besar.
"Louis Vuitton mampu menghubungkan brand ke dalam budaya. Ketika kita melihat Louis Vuitton, Gucci, Hermes apa yang ajaib dari semua brand ini? Tidak hanya operasionalnya yang kuat, tapi juga hubungan antara brand dan budaya dan kemampuan mereka menghadirkan produk yang punya relevansi dengan masa kini. Di saat yang sama mereka juga berkelanjutan," tutur Rebecca Robins, Global Director Interbrand, seperti dikutip dari Business of Fashion.
Rebecca mencontohkan salah satu strategi mumpuni Louis Vuitton mempertahankan brand awareness di pasar fashion premium adalah kolaborasinya dengan Supreme. Kolaborasi ini sukses mendekatkan Louis Vuitton ke konsumen remaja tanpa kehilangan identitasnya sebagai brand mewah dan premium.
"Salah satu cara paling krusial untuk keberlangsungan sebuah brand adalah membangun dan mengembangkan imej brand yang kuat secara terus menerus," tambah CEO Interbrand Jez Frampton.
Hermes, di sisi lain, menjadi brand mewah yang pertumbuhannya paling pesat dalam dua tahun terakhir. Salah satu faktornya karena brand yang terkenal dengan tas Birkin dan Kelly-nya ini mampu menjaga integritas dan eksklusivitas.
Brand fashion lain yang juga masuk dalam daftar ini adalah Cartier dan Tiffany. Cartier turun dari urutan 62 tahun lalu dan kini berada di posisi 65. Sementara Tiffany anjlok tujuh angka ke urutan 81. (hst/hst)
Brand fashion asal Prancis ini dinilai memiliki performa finansial yang baik di 2017. Berbagai data menunjukkan Louis Vuitton merupakan brand yang mampu memberi pengaruh besar terhadap keputusan konsumen dalam memilih produk.
Foto: dok. Getty Images |
Selain itu, brand yang telah berusia 163 tahun ini juga dinilai mampu memimpin harga pasar di kelas brand fashion premium. Masih dari Prancis, Hermes juga masuk dalam daftar ini, menjadi brand fashion kedua yang paling bernilai. Hermes naik dua tingkat dari posisi tahun lalu di urutan 32, sementara Gucci di nomor 51.
Tak terlalu bagus untuk Burberry, brand asal Inggris ini, turun tiga tempat dari tahun lalu ke posisi 86. Begitu juga Prada yang turun drastis 13 angka ke urutan 94. Popularitas Ralph Lauren juga menurun. Brand berbasis di New York City ini harus hengkang dari daftar 100 brand paling bernilai di 2017.
Foto: dok. prada |
Masih satu perusahaan dengan Louis Vuitton di bawah payung LVMH, ada Dior yang berada di urutan ke-95 dan Moet & Chandon di posisi 99. LVMH merupakan satu-satunya grup di kategori 'fashion & luxury' yang tiga brand-nya masuk dalam 100 besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rebecca mencontohkan salah satu strategi mumpuni Louis Vuitton mempertahankan brand awareness di pasar fashion premium adalah kolaborasinya dengan Supreme. Kolaborasi ini sukses mendekatkan Louis Vuitton ke konsumen remaja tanpa kehilangan identitasnya sebagai brand mewah dan premium.
"Salah satu cara paling krusial untuk keberlangsungan sebuah brand adalah membangun dan mengembangkan imej brand yang kuat secara terus menerus," tambah CEO Interbrand Jez Frampton.
Foto: istimewa |
Hermes, di sisi lain, menjadi brand mewah yang pertumbuhannya paling pesat dalam dua tahun terakhir. Salah satu faktornya karena brand yang terkenal dengan tas Birkin dan Kelly-nya ini mampu menjaga integritas dan eksklusivitas.
Brand fashion lain yang juga masuk dalam daftar ini adalah Cartier dan Tiffany. Cartier turun dari urutan 62 tahun lalu dan kini berada di posisi 65. Sementara Tiffany anjlok tujuh angka ke urutan 81. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Most Popular
1
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
2
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
3
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
4
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik
5
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri
MOST COMMENTED












































Foto: dok. Getty Images
Foto: dok. prada
Foto: istimewa