2 Desainer Indonesia Akan Pamer Kain Nusantara di New York Fashion Week
Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 13 Jul 2017 18:12 WIB
Jakarta
-
Semakin banyak desainer Indonesia yang pamer karya di kancah internasional. Bahkan beberapa desainer sudah unjuk gigi di pekan mode New York, Amerika Serikat. Kini tak hanya karya para desainer ternama yang unjuk gigi di New York tapi dua perancang lokal bekerjasama dengan banyak pengrajin dari berbagai daerah rencananya akan tampil di panggung New York Fashion Week (NYFW) Spring/Summer 2018.
Baca Juga: Tangis Haru Anniesa Hasibuan Pasca Tampil di New York Fashion Week
Dinaungi oleh Gallery of Indonesia yang bertujuan untuk mengangkat nama Indonesia di New York, dua desainer lokal Yurita Puji dan Agus Lahinta yang membantu membina pengrajin daerah dari Assosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) akan menampilkan koleksi mereka di NYFW SS 2018. Dibantu oleh pengrajin dari berbagai daerah, kedua desainer akan memamerkan rancangan yang kental sentuhan Nusantara dengan hadirnya kain-kain tradisional Indonesia.
Rencananya kedua desainer tersebut akan menampilkan tenun ikat Dayak Iban dari Kalimantan Barat, kain-kain Nusa Tenggara Barat (NTB), sulam Karawo Gorontalo, hingga Noken dari Papua. Kain-kain tersebut tentunya akan diolah menjadi busana couture yang elegan.
Yurita mengatakan bahwa desainnya akan tampak mewah dengan permainan teknik 3D dan ragam detail. Terdapat kurang lebih 12 koleksi busana wanita yang nanti ditampilkan. Sementara Agus akan membawa koleksi para pria juga akan membawa 12 rancangan yang kaya akan detail khas Indonesia khususnya sulam Karawo.
Diakui Agus, untuk koleksi kali ini butuh waktu yang panjang karena buat menghasilkan sulaman Karawo memakan waktu sekitar lima bulan. Ia berharap hasil kerja kerasnya bersama para pengrajin daerah bisa membantu memperkenalkan sulaman Karawo ke kancah internasional.
Baca Juga: Model Tumbang Warnai Fashion Show Kanye West di New York Fashion Week
"Di New York kami dan tim bertujuan untuk support 100% memperkenalkan Indonesia khususnya sulam Karawo dari Gorontalo yang semuanya handmade," ujar Agus saat ditemui di Gedung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ampera Raya, Kamis (12/6/2017).
Sementara pendiri Gallery of Indonesia, Mey Hasibuan, yang menjadi 'gerbang' para desainer lokal bisa tampil di pekan mode New York juga berharap agar masyarakat Amerika mengenal Indonesia lebih dekat. Jika biasanya batik yang populer, ia ingin memperlihatkan bahwa ada pula kain tradisional Indonesia lain yang sangat indah selain batik.
"Saya ingin memperlihatkan kalau bukan hanya batik yang eksis di Indonesia tapi juga banyak kain tradisional lainnya. Saya juga ingin mengembangkan pengrajin Indonesia agar terus berkarya, jadi tak hanya desainernya saja yang terangkat tapi pengrajinnya juga," papar Mey kepada Wolipop.
Rencananya Yurita dan Agus akan pamer koleksi di panggung New York pada September mendatang. Ini merupakan ajang kedua kalinya dari Gallery of Indonesia pamer karya desainer Indonesia di NYFW. Tahun lalu, Mey mengatakan juga sudah pernah tampil di NYFW SS 2017.
Wanita yang tinggal di Amerika selama kurang lebih 14 tahun itu juga sedikit bercerita awalnya Gallery of Indonesia digunakan hanya untuk memamerkan produk-produk Nusantara sejak 2010. Baru di 2016, Gallery of Indonesia masuk ke bisnis fashion dengan mengawali langkah mengikuti FTL Moda NYFW 2017.
Mey melihat bahwa NYFW merupakan wadah berkumpulnya desainer dari berbagai negara. Agar nama Indonesia bergema di industri fashion Amerika khususnya maka dari itu ia mencoba tampilkan karya hasil desainer Indonesia tahun lalu.
Wanita 47 tahun ini juga menuturkan kalau ia berencana untuk membuat Gallery of Indonesia menjadi e-commerce dengan pangsa pasar masyarakat Amerika. Mey pun sudah melakukan trial dan error berkolaborasi dengan ASPPUK, Dekranas, dan pengrajin-pengrajin daerah untuk mewujudkan e-commerce tersebut.
"Gallery of Indonesia akan menjadi kurator yang memasarkan produk indonesia. Saya tinggal menggandeng seperti Dekranas, ASPPUK. Trennya sekarang memang kolaborasi. Bayangkan ASSPUK punya pengrajin 2 juta dari berbagai provinsi. Mereka memiliki potensi dan saya menghargai jerih payahnya. Kita memang harus bekerjasama dan berkolaborasi untuk mengharumkan nama Indonesia. Juga kalau online sekarang bisa lebih mudah menjangkau pasar Amerika," tambahnya. (/dtg)
Baca Juga: Tangis Haru Anniesa Hasibuan Pasca Tampil di New York Fashion Week
Dinaungi oleh Gallery of Indonesia yang bertujuan untuk mengangkat nama Indonesia di New York, dua desainer lokal Yurita Puji dan Agus Lahinta yang membantu membina pengrajin daerah dari Assosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) akan menampilkan koleksi mereka di NYFW SS 2018. Dibantu oleh pengrajin dari berbagai daerah, kedua desainer akan memamerkan rancangan yang kental sentuhan Nusantara dengan hadirnya kain-kain tradisional Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Arina Yulistara/Wolipop |
Rencananya kedua desainer tersebut akan menampilkan tenun ikat Dayak Iban dari Kalimantan Barat, kain-kain Nusa Tenggara Barat (NTB), sulam Karawo Gorontalo, hingga Noken dari Papua. Kain-kain tersebut tentunya akan diolah menjadi busana couture yang elegan.
Yurita mengatakan bahwa desainnya akan tampak mewah dengan permainan teknik 3D dan ragam detail. Terdapat kurang lebih 12 koleksi busana wanita yang nanti ditampilkan. Sementara Agus akan membawa koleksi para pria juga akan membawa 12 rancangan yang kaya akan detail khas Indonesia khususnya sulam Karawo.
Foto: Arina Yulistara/Wolipop |
Diakui Agus, untuk koleksi kali ini butuh waktu yang panjang karena buat menghasilkan sulaman Karawo memakan waktu sekitar lima bulan. Ia berharap hasil kerja kerasnya bersama para pengrajin daerah bisa membantu memperkenalkan sulaman Karawo ke kancah internasional.
Baca Juga: Model Tumbang Warnai Fashion Show Kanye West di New York Fashion Week
"Di New York kami dan tim bertujuan untuk support 100% memperkenalkan Indonesia khususnya sulam Karawo dari Gorontalo yang semuanya handmade," ujar Agus saat ditemui di Gedung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ampera Raya, Kamis (12/6/2017).
Sementara pendiri Gallery of Indonesia, Mey Hasibuan, yang menjadi 'gerbang' para desainer lokal bisa tampil di pekan mode New York juga berharap agar masyarakat Amerika mengenal Indonesia lebih dekat. Jika biasanya batik yang populer, ia ingin memperlihatkan bahwa ada pula kain tradisional Indonesia lain yang sangat indah selain batik.
Mey Hasibuan, pendiri Gallery of Indonesia. )Foto: Arina Yulistara/Wolipop) |
"Saya ingin memperlihatkan kalau bukan hanya batik yang eksis di Indonesia tapi juga banyak kain tradisional lainnya. Saya juga ingin mengembangkan pengrajin Indonesia agar terus berkarya, jadi tak hanya desainernya saja yang terangkat tapi pengrajinnya juga," papar Mey kepada Wolipop.
Rencananya Yurita dan Agus akan pamer koleksi di panggung New York pada September mendatang. Ini merupakan ajang kedua kalinya dari Gallery of Indonesia pamer karya desainer Indonesia di NYFW. Tahun lalu, Mey mengatakan juga sudah pernah tampil di NYFW SS 2017.
Wanita yang tinggal di Amerika selama kurang lebih 14 tahun itu juga sedikit bercerita awalnya Gallery of Indonesia digunakan hanya untuk memamerkan produk-produk Nusantara sejak 2010. Baru di 2016, Gallery of Indonesia masuk ke bisnis fashion dengan mengawali langkah mengikuti FTL Moda NYFW 2017.
Mey melihat bahwa NYFW merupakan wadah berkumpulnya desainer dari berbagai negara. Agar nama Indonesia bergema di industri fashion Amerika khususnya maka dari itu ia mencoba tampilkan karya hasil desainer Indonesia tahun lalu.
Wanita 47 tahun ini juga menuturkan kalau ia berencana untuk membuat Gallery of Indonesia menjadi e-commerce dengan pangsa pasar masyarakat Amerika. Mey pun sudah melakukan trial dan error berkolaborasi dengan ASPPUK, Dekranas, dan pengrajin-pengrajin daerah untuk mewujudkan e-commerce tersebut.
"Gallery of Indonesia akan menjadi kurator yang memasarkan produk indonesia. Saya tinggal menggandeng seperti Dekranas, ASPPUK. Trennya sekarang memang kolaborasi. Bayangkan ASSPUK punya pengrajin 2 juta dari berbagai provinsi. Mereka memiliki potensi dan saya menghargai jerih payahnya. Kita memang harus bekerjasama dan berkolaborasi untuk mengharumkan nama Indonesia. Juga kalau online sekarang bisa lebih mudah menjangkau pasar Amerika," tambahnya. (/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
2
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
3
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
4
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
5
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri
MOST COMMENTED












































Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Mey Hasibuan, pendiri Gallery of Indonesia. )Foto: Arina Yulistara/Wolipop)