Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Investigasi Pabrik Fashion Ivanka Trump di China, 2 Pria Dikabarkan Hilang

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 01 Jun 2017 16:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Getty Images
Ganzhou - Bulan April lalu muncul berita soal Ivanka Trump yang dituduh melanggar aturan ketenagakerjaan di China karena gaji yang tak sesuai dengan jam kerja. Sayangnya, investigasi tersebut tak selesai sampai di sana dan berujung hilangnya dua orang pria.

Dua pria hilang, dan satu lainnya ditahan polisi karena berusaha menyelidiki pelanggaran yang dibuat oleh perusahaan manufaktur yang juga memproduksi produk Ivanka Trump tersebut. Pria-pria tersebut diketahui bernama Hua Haifeng, Li Zhao dan Su Heng, yang menghilang saat berada di provinsi Jiangxi, seperti dilansir oleh BuzzFeed dari Bill Hurst.

Disebut oleh Bill Hurst, anggota dewas direksi dari kelompok advokasi non-profit di China, China Labor Watch (CLW) dan profesor dari Universitas Northwestern, Su Heng hilang saat menginvestigasi perusahaan di Ganzhou. Sementara itu Li dan Hua hilang ketika menyelidiki pabrik lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak kepolisian kemudian mengeluarkan pernyataan resmi bila Hua ditahan sebagai bagian dari penyelidikan kriminal. "Namun tak ada yang pernah menjelaskan ke mana dua pria lainnya hilang saat ini," kata Bill Hurst kepada BuzzFeed.

Asosiasi pers di China pertamakali mendapat laporan tentang hilangnya dua orang tersebut pada hari Selasa kemarin, disebutkan bila CLW hilang kontak dengan keduanya selama sepeka. Istri dari Hua, Deng Guillian, kemudian mengatakan kepada AP jika polisi menghubunginya soal penangkapan Hua karena pengawasan ilegal tersebut.

Huajian Group diketahui sebagai pemilik pabrik yang tengah diselidiki pria-pria yang hilang tersebut. Merek ini adalah pabrik yang memproduksi 20 juta sepatu setiap tahunnya, antara 10 ribu sampai 20 ribu adalah milik brand Ivanka Trump. Namun selain label Ivanka, pabrik inilah yang juga memproduksi merek Kendall + Kylie, Nine West, Mark Fisher sampai Karl Lagerfeld.

Diungkap CLW, kelompoknya telah mengadakan investigasi lebih dari 17 tahun, namun tak pernah berada di situasi semacam ini.

"Ini pertamakalinya inevstigator kami diproses sebagai kriminal," ungkap juru bicara CLW. (asf/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads