Met Gala 2017
Rei Kawakubo, Desainer Anti-Fashion yang Bikin Rihanna Jadi Pusat Perhatian
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 02 Mei 2017 14:56 WIB
Jakarta
-
Setiap tahunnya, majalah Vogue rutin menggelar perhelatan amal bergengsi Met Gala. Acara yang diorganisir Anna Wintour ini selalu dibanjiri selebriti ternama yang diundang secara eksklusif, dan mengangkat tema berbeda dari tahun ke tahun.
Untuk Met Gala 2017, tema besar yang diusung adalah Rei Kawakubo/Comme des Garcons. Sesuai tema, gelaran super glamor dan stylish ini memang didedikasikan khusus untuk Rei Kawakubo, desainer asal Jepang yang berbasis di Tokyo dan Paris.
Desainer berusia 74 tahun ini mendirikan brand Comme des Garcons pada 1973 dan sejak saat itu ia identik dengan garis rancang yang bisa kita sebut anti-fashion. Dalam setiap perilisan koleksi terbarunya, Rei tidak mengikuti tren mode terkini yang sedang hangat. Alih-alih mengikuti tren, lulusan Keio University ini membuat tren dengan caranya sendiri.
Saat menyaksikan fashion show yang digelarnya, para tamu undangan tidak akan melihat deretan model dengan makeup cantik dan busana 'normal'. Melainkan makeup dan tatanan rambut ekstrem, serta busana dengan siluet maupun desain yang tidak pernah dilihat sebelumnya.
Rei memang dikenal sebagai desainer eksentrik dengan presentasi imajiner di runway. Tapi tak asal aneh saja, ia konsisten menawarkan teknik-teknik baru untuk koleksinya yang cenderung unik. Entah itu dari bentuknya, ataupun penggunaan material yang tak biasa.
Seperti yang ditampilkannya pada Paris Fashion Week Fall/Winter 2016, Maret 2016 lalu. Sang desainer mengarahkan desainnya pada garis dan tampilan feminin, dalam visualisasi baju zirah yang dikreasikan dari tumpukan material berbeda tekstur dan motif. Dalam koleksi lainnya, Rei menghadirkan busana bervolume super besar, pakaian sarat detail dengan puluhan lempengan yang disusun struktural hingga detail fringe di seluruh busana.
Salah satu karyanya juga dikenakan Rihanna di Met Gala tahun ini. Menyesuaikan tema, Rihanna tampil heboh dan 'ramai'. Ia memilih gaun arsitektural dengan detail bunga 3D pada keseluruhan busana. Gaun bermotif floral keluaran Comme des Garcons dari koleksi Fall 2016 itu menjadikannya pusat perhatian.
"Rei Kawakubo merupakan salah satu desainer yang paling penting dan berpengaruh dalam 40 tahun terakhir. Ia mengajak kita untuk menelaah kembali fashion sebagai suatu kreasi yang konstan, rekreasional dan menjadi cikal bakal (dari sesuatu yang besar), dia telah mendefinisikan apa itu estetika di masa kini," ujar Andrew Bolton, kurator Costume Institute Metropolitan Museum of Art, seperti dikutip dari Vogue.
Rei selalu fokus pada apa yang sekiranya pantas berada antara Barat dan Timur. Mengingat ia juga berada di tengah-tengah budaya Barat dan Timur, karena berbasis di Tokyo dan Paris.
"Saya selalu mengejar cara baru dalam mendesain dengan menyangkal nilai-nilai yang ada dan apa yang umumnya diterima sebagai norma," tulis Rei dalam pernyataannya.
Ia melanjutkan, "Ekspresi mode yang selalu penting bagiku adalah fusi, campuran, ketidakseimbangan, tidak terselesaikan, eliminasi dan tidak adanya niat."
Selain Comme des Garcons, desainer yang memulai kariernya di perusahaan tekstil ini juga pendiri Dover Street Market. Sebuah collective shop sekaligus perusahaan retail yang menjual produk fashion bergaya unik, limited edition, termasuk koleksi dari brand-nya sendiri. Gerainya tersebar di London, Tokyo, Beijing hingga New York.
Dibuka pada 4 Mei 2017, ajang high-fashion Met Gala 2017 akan menampilkan tak kurang dari 120 rancangan Rei yang ikonik. Dari karya pertamanya di Paris Fashion Week 30 tahun lalu, hingga koleksi terbarunya. Sementara ajang red carpet yang dihadiri para selebriti sudah berlangsung Senin (1/5/2017) lalu di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat. (hst/hst)
Untuk Met Gala 2017, tema besar yang diusung adalah Rei Kawakubo/Comme des Garcons. Sesuai tema, gelaran super glamor dan stylish ini memang didedikasikan khusus untuk Rei Kawakubo, desainer asal Jepang yang berbasis di Tokyo dan Paris.
Desainer berusia 74 tahun ini mendirikan brand Comme des Garcons pada 1973 dan sejak saat itu ia identik dengan garis rancang yang bisa kita sebut anti-fashion. Dalam setiap perilisan koleksi terbarunya, Rei tidak mengikuti tren mode terkini yang sedang hangat. Alih-alih mengikuti tren, lulusan Keio University ini membuat tren dengan caranya sendiri.
Foto: Getty Images |
Saat menyaksikan fashion show yang digelarnya, para tamu undangan tidak akan melihat deretan model dengan makeup cantik dan busana 'normal'. Melainkan makeup dan tatanan rambut ekstrem, serta busana dengan siluet maupun desain yang tidak pernah dilihat sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Getty Images |
Seperti yang ditampilkannya pada Paris Fashion Week Fall/Winter 2016, Maret 2016 lalu. Sang desainer mengarahkan desainnya pada garis dan tampilan feminin, dalam visualisasi baju zirah yang dikreasikan dari tumpukan material berbeda tekstur dan motif. Dalam koleksi lainnya, Rei menghadirkan busana bervolume super besar, pakaian sarat detail dengan puluhan lempengan yang disusun struktural hingga detail fringe di seluruh busana.
Salah satu karyanya juga dikenakan Rihanna di Met Gala tahun ini. Menyesuaikan tema, Rihanna tampil heboh dan 'ramai'. Ia memilih gaun arsitektural dengan detail bunga 3D pada keseluruhan busana. Gaun bermotif floral keluaran Comme des Garcons dari koleksi Fall 2016 itu menjadikannya pusat perhatian.
Foto: Getty Images |
"Rei Kawakubo merupakan salah satu desainer yang paling penting dan berpengaruh dalam 40 tahun terakhir. Ia mengajak kita untuk menelaah kembali fashion sebagai suatu kreasi yang konstan, rekreasional dan menjadi cikal bakal (dari sesuatu yang besar), dia telah mendefinisikan apa itu estetika di masa kini," ujar Andrew Bolton, kurator Costume Institute Metropolitan Museum of Art, seperti dikutip dari Vogue.
Rei selalu fokus pada apa yang sekiranya pantas berada antara Barat dan Timur. Mengingat ia juga berada di tengah-tengah budaya Barat dan Timur, karena berbasis di Tokyo dan Paris.
"Saya selalu mengejar cara baru dalam mendesain dengan menyangkal nilai-nilai yang ada dan apa yang umumnya diterima sebagai norma," tulis Rei dalam pernyataannya.
Foto: Getty Images |
Ia melanjutkan, "Ekspresi mode yang selalu penting bagiku adalah fusi, campuran, ketidakseimbangan, tidak terselesaikan, eliminasi dan tidak adanya niat."
Selain Comme des Garcons, desainer yang memulai kariernya di perusahaan tekstil ini juga pendiri Dover Street Market. Sebuah collective shop sekaligus perusahaan retail yang menjual produk fashion bergaya unik, limited edition, termasuk koleksi dari brand-nya sendiri. Gerainya tersebar di London, Tokyo, Beijing hingga New York.
Foto: Getty Images |
Dibuka pada 4 Mei 2017, ajang high-fashion Met Gala 2017 akan menampilkan tak kurang dari 120 rancangan Rei yang ikonik. Dari karya pertamanya di Paris Fashion Week 30 tahun lalu, hingga koleksi terbarunya. Sementara ajang red carpet yang dihadiri para selebriti sudah berlangsung Senin (1/5/2017) lalu di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
3
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
4
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
5
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
MOST COMMENTED












































Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images