Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Festival Kebaya Jadi Momen Kebangkitan Kebaya Nasional di Banyuwangi

Putri Akmal - wolipop
Minggu, 23 Apr 2017 13:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Putri Akmal/Detikcom
Banyuwangi - Festival Kebaya Banyuwangi sukses menjadi panggung pertunjukkan kebaya nasional. Diikuti ratusan desainer kenamaan Indonesia, acara ini juga menjadi bukti bagi eksistensi perancang lokal yang mampu menghadirkan karya kebaya yang tidak kalah kualitasnya.

Fashion show ini melibatkan 100 desainer kebaya, dengan lebih dari 200 koleksi, mereka di antaranya Ferry Sunarto, Priscilla Saputro, Lenny Agustin, Deden Siswanto, Afif Syakur, Dwi Iskandar, Devy Rose, Inge Chu, Phangsanny, Dedy Delmora, dan Aura Putri. Para perancang yang berpartisipasi mewakili keragaman gaya kebaya, mulai dari glamor, kasual, klasik, hingga kontemporer.

Festival Kebaya Jadi Momen Kebangkitan Kebaya Nasional di BayuwangiFoto: Putri Akmal/Detikcom
Pertunjukkan fashion show kebaya tersebut sekaligus membuka wawasan tentang ragam desain kebaya yang ada di Tanah Air. Hadirnya ratusan karya kebaya dari para desainer professional diharapkan dapat memberi pengalaman dan sumber inspirasi bagi para pelaku fashion Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti karya desainer kenamaan Lenny Agustin yang memberikan sentuhan desain berbeda. Sebagaimana ciri khasnya yang tak jarang mendobrak kebiasaan, Lenny mampu mengubah image kebaya yang konservatif menjadi nuansa cheerfull yang segar dengan potongan desain yang simple tapi tetap berkarakter.


Sedangkan karya Priscilla Saputro, desainer yang pernah berpartisipasi Miss Universe dan Puteri Indonesia ini menunjukkan jika desain kebaya juga bisa menjadi glamour tapi tidak berlebihan. Keagungan nuansa tradisional tetap muncul dalam rangkaian desain kebaya untuk pesta yang dibuatnya.

Sedangkan Monica Weber menghadirkan kebaya dengan gaya anggun klasik bernuansa putih. Kebaya nuansa pesta yang didesain oleh Monica itu terinspirasi oleh keindahan alam Pulau Dewata.

Festival Kebaya Jadi Momen Kebangkitan Kebaya Nasional di BayuwangiFoto: Putri Akmal/Detikcom
Meskipun kalah jam terbang, puluhan karya desainer lokal juga patut diapresiasi. Mereka pun menghadirkan desain kebaya secara apik dan tidak kalah dengan para senior yang sekaligus juga mentornya.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan Banyuwangi terus membuka peluang baru bagi pelaku mode daerah. Setelah sukses meningkatkan pamor batik lokal, kali ini Banyuwangi mengambil kebaya sebagai sebuah kesempatan bisnis baru yang tidak boleh dilewatkan.

Festival Kebaya Jadi Momen Kebangkitan Kebaya Nasional di BayuwangiFoto: Putri Akmal/Detikcom
"Bisnis fashion ini tidak pernah surut. Apalagi kebaya dipakai oleh semua wanita Indonesia di semua daerah. Dengan festival ini kami berharap Banyuwangi akan menjadi salah satu pusat mode Kebaya yang diperhitungkan di tingkat nasional," kata Anas usai pangeran Festival Kebaya, Sabtu malam (22/4/2017).

Sebelumnya Pemkab bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) telah memberikan fondasi bagi para desainer lokal. Fondasi itu diwujudkan dengan membuat inkubator bisnis. Para desainer nasional mendorong kompetensi desainer dan perajin busana lokal dengan membuka workshop kepada 100 pelaku usaha dalam dua tahap.

Festival Kebaya Jadi Momen Kebangkitan Kebaya Nasional di BayuwangiFoto: Putri Akmal/Detikcom
"Para desainer dan perajin lokal diinjeksi materi tentang bagaimana pembuatan DNA brand, yakni mengajarkan agar fokus dan mengejar target pasar yang akan diambil, teknis pengerjaan kebaya, dan manajemen usaha," kata Presiden IFC Ali Kharisma.

Perhelatan Festival Kebaya Banyuwangi menampilkan ragam kegiatan menarik terkait kebaya, mulai dari exhibition, art installation, art performing, trunk show, dan fashion show.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads