Foto: Mengintip Ratusan Model Kebaya di Festival Kebaya Banyuwangi
Putri Akmal - wolipop
Minggu, 23 Apr 2017 07:54 WIB
Banyuwangi
-
Mengunjungi Festival Kebaya Banyuwangi di hari kedua, Sabtu (22/4/2017), pengunjung bisa melihat ragam seni yang menarik. Tak hanya lenggak lenggok ratusan model yang memperagakan desain kebaya, pengunjung bisa melihat art installation yang memamerkan ratusan desain busana kebaya yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun Banyuwangi.
Pantauan Wolipop, di pameran ini ratusan desain busana kebaya ditampilkan atraktif dalam balutan seni kontemporer yang unik. Pameran ini seolah menunjukkan jika kebaya mampu tampil sebagai busana yang mengikuti perkembangan mode dunia tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
Art Installation terbagi dalam dua booth yang terdiri atas busana kebaya kasual dan busana kebaya pesta. Di bagian kasual, kebaya tampil dengan desain dan warna-warna yang sudah menjadi pakem. Seperti putih, hitam dan krem, sampai desain muda dan modern dengan warna-warna yang cerah enerjik.
Di bagian Pesta, kebaya didominasi desain yang mewah, meski terkesan glamor namun tidak menyilaukan mata. Ada juga lembaran kain-kain bermotif indah yang ikut dipajang.
Art installation semakin lengkap menghadirkan cita rasa seni yang utuh dengan kehadiran ornamen unik yang ditampilkan. Seperti buah kelapa, padi, lesung, caping, kurungan ayam hingga payung-payung yang bergelantungan.
Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan, di Festival Kebaya ini semua elemen tersaji lengkap. Selain fashion show, kompetisi kebaya, workshop bagi desainer lokal, art installation juga menjadi bagian penting yang perlu dimunculkan. Pameran seni ini menjadi sebuah etalase sekaligus role model dari berbagai rancangan kebaya yang memiliki banyak fungsi.
"Lewat art installation kami ingin menunjukkan kalau dalam kebaya itu semua layer ada, mulai baju sehari-hari, semi formal sampai buat pesta. Kita tampilkan sebagai bentuk seni kontemporer sebagai bukti bahwa sebuah pakaian tradisional juga mampu mengikuti perkembangan mode dunia," kata Ali saat ditemui di GOR Tawangalun Banyuwangi, Sabtu (22/4/2017).
Festival Kebaya Banyuwangi berlangsung selama dua hari, yang dilangsungkan di bandara hijau Blimbingsari dan GOR tawangalun. Sebanyak 100 desainer menampilkan 200 rancangan busana kebaya dalam Fashion Show yang berlangsung di GOR Tawangalun, Sabtu malam. Sehari sebelumnya, telah digelar "Fashion In Style", kompetisi fashion yang menampilkan karya busana kebaya hasil rancangan desainer lokal. (hst/hst)
Foto: Putri Akmal |
Pantauan Wolipop, di pameran ini ratusan desain busana kebaya ditampilkan atraktif dalam balutan seni kontemporer yang unik. Pameran ini seolah menunjukkan jika kebaya mampu tampil sebagai busana yang mengikuti perkembangan mode dunia tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
Foto: Putri Akmal |
Art Installation terbagi dalam dua booth yang terdiri atas busana kebaya kasual dan busana kebaya pesta. Di bagian kasual, kebaya tampil dengan desain dan warna-warna yang sudah menjadi pakem. Seperti putih, hitam dan krem, sampai desain muda dan modern dengan warna-warna yang cerah enerjik.
Di bagian Pesta, kebaya didominasi desain yang mewah, meski terkesan glamor namun tidak menyilaukan mata. Ada juga lembaran kain-kain bermotif indah yang ikut dipajang.
Foto: Putri Akmal |
Art installation semakin lengkap menghadirkan cita rasa seni yang utuh dengan kehadiran ornamen unik yang ditampilkan. Seperti buah kelapa, padi, lesung, caping, kurungan ayam hingga payung-payung yang bergelantungan.
Foto: Putri Akmal |
Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan, di Festival Kebaya ini semua elemen tersaji lengkap. Selain fashion show, kompetisi kebaya, workshop bagi desainer lokal, art installation juga menjadi bagian penting yang perlu dimunculkan. Pameran seni ini menjadi sebuah etalase sekaligus role model dari berbagai rancangan kebaya yang memiliki banyak fungsi.
Foto: Putri Akmal |
"Lewat art installation kami ingin menunjukkan kalau dalam kebaya itu semua layer ada, mulai baju sehari-hari, semi formal sampai buat pesta. Kita tampilkan sebagai bentuk seni kontemporer sebagai bukti bahwa sebuah pakaian tradisional juga mampu mengikuti perkembangan mode dunia," kata Ali saat ditemui di GOR Tawangalun Banyuwangi, Sabtu (22/4/2017).
Festival Kebaya Banyuwangi berlangsung selama dua hari, yang dilangsungkan di bandara hijau Blimbingsari dan GOR tawangalun. Sebanyak 100 desainer menampilkan 200 rancangan busana kebaya dalam Fashion Show yang berlangsung di GOR Tawangalun, Sabtu malam. Sehari sebelumnya, telah digelar "Fashion In Style", kompetisi fashion yang menampilkan karya busana kebaya hasil rancangan desainer lokal. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
3
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
4
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
5
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
MOST COMMENTED












































Foto: Putri Akmal
Foto: Putri Akmal
Foto: Putri Akmal
Foto: Putri Akmal
Foto: Putri Akmal