Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Sedih Buruh di China di Balik Sukses Sneakers Yeezy Kanye West

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 13 Apr 2017 14:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Theo Wargo/Getty Images for adidas
Jakarta - Adidas Yeezy milik Kanye West tak diragukan menjadi sneakers yang paling dicari di dunia. Penggemarnya mengantre sampai empat hari di tokonya yang berada di Nottingham pada Februari lalu, untuk mendapat sepasang Yeezy Boost 350 V2.

Semua tahu bagaimana sneakers ini begitu digilai sneakershead, namun tak banyak yang tahu berapa besar waktu dan tenaga yang diberikan hanya untuk sepasang sneakers. Dilansir oleh Mirror bekerjasama dengan China Labor Watch yang berbasis di Amerika, ditemukanlah pabrik sepatu Yeezy ini.

Ternyata pabrik Yeezy ada di Propinsi Guangdong, China. Dikabarkan, para pekerja di China hanya mendapat Rp 2,4 juta dalam sebulan. Padahal sepatu Yeezy yang selalu terjual habis tersebut dibanderol dengan harga 150 pounds atau sekitar Rp 2,5 jutaan, setiap pasangnya.

Bayaran ini tentu terbilang murah. Apalagi mereka harus bekerja 10 jam setiap harinya, enam hari dalam satu minggu untuk menutupi kebutuhan hidup. Beberapa bahkan bekerja lebih lama 20 jam dalam seminggu.

Para pekerja juga diminta datang 15 menit lebih awal untuk menyanyikan lagu perusahaan dan datang ke rapat produksi. Ini artinya, 1,5 jam waktu mereka tiap minggunya tidak dibayar.

"Aku harus bangun pukul enam pagi dan membawa anakku ke sekolah. Bekerja dan menjaga anak-anakku sangat melelahkan. Untuk keluarga, aku harus bertahan. Gajiku sangat rendah, jadi aku harus kerja lembur untuk memenuhinya. Bahkan walau aku bekerja lembur 80 jam perbulan, tak ada yang tersisa," kata seorang pekerja bernama Fang yang dikutip dari Mirror Inggris.

Adidas membayar murah untuk pekerjanya, namun mereka membuat kontrak tinggi bersama Kanye West untuk label Yeezy ini. Diketahui, kontrak antara Adidas dan Kanye bernilai 7 juta pounds atau sekitar Rp 116 miliar.

Saat dikonfirmasi, pihak Adidas setuju untuk meninjau kembali gaji para buruh di China tersebut. Mereka setuju memberi uang lebih bila buruh bekerja lebih dari jam yang ditentukan.

Adidas juga mengatakan bila bonus dan tunjangan diperhitungkan, rata-rata gaji yang dibawa pulang para pekerja berkisar 329 pounds perbulan, atau sekitar Rp 5,4 juta. (asf/asf)

Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads