Selebrasi Keberagaman di Koleksi Teranyar Andreas Odang
Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 07 Apr 2017 10:17 WIB
Jakarta
-
Rancangan teranyar Andreas Odang mewarnai malam pembukaan Senayan City Fashion Nation ke-11, Kamis (6/4/2017). Mengeksplor tenun, Odang, begitu sapaan akrabnya, ingin merayakan keberagaman wanita lewat inspirasi lintas budaya.
'Le Mèmoire' yang dalam Bahasa Prancis berarti memori didaulat Odang sebagai tema koleksi yang terdiri dari 15 tampilan busana (look) itu. Sumber inspirasinya datang dari foto-foto vintage para wanita di era Indochine hasil temuannya di internet. Ditegaskan Odang, Indochine yang dimaksudnya bukanlah Indochina.
"Berbeda dari Indochina, Indochine adalah sejarah di mana Indonesia tarik benang terus sampai ke Burma. Jadi pada koleksi ini, ada banyak percampuran siluet busana khas negara-negara Asia," kata Odang kepada Wolipop sebelum memamerkan koleksinya.
Dari penelusurannya, Odang terkejut melihat betapa modisnya para wanita di zaman tersebut, termasuk mereka yang hidup di pedalaman. Desainer 36 tahun itu sempat menemukan foto dari era 30-an yang memperlihatkan seorang wanita di sebuah pedesaan Burma sedang mengisap ganja dalam balutan busana yang tampak seperti jumpsuit.
Foto kuno lain yang mengilhami Odang menampilkan seorang sosialita Singapura mengenakan jaket gombrong mirip bomber jacket. "Ternyata busana yang sedang tren di masa kini sudah eksis sejak zaman dulu," kata mantan asisten desainer ternama Sebastian Gunawan itu.
Inspirasi tersebut lantas dituangkan ke dalam pilihan busana siap pakai premium dengan 'perkawinan' detail-detail yang merefleksikan ciri khas negara-negara di Asia. Misal, jaket bergaya kimono hadir dengan kerah cheongsam yang menciptakan perpaduan unik.
Adapun pemakaian tenun dimaksudkan Odang untuk merepresentasikan karakter Indonesia. Odang tidak berfokus pada tenun dari satu daerah saja, melainkan dari beragam daerah. Mulai dari Makassar hingga Nusa Tenggara Barat.
"Tujuannya untuk mendapatkan palet warna beragam. Aku tidak mau fokus pada jenis tenunnya, tapi kepada warna sehingga dapat lebih mengakomodasi konsumen yang punya karakter berbeda-beda," ungkap Odang yang kerap mengeksplor beragam warna di dalam setiap koleksinya.
Boleh dibilang, Odang jarang memanfaatkan kain tradisional sebagai material andalan. Namun sebagai desainer Indonesia, ia merasa perlu ikut melestarikan wastra Nusantara. Ia semakin termotivasi setelah idolanya, desainer dunia Dries Van Noten, mengaplikasikan tenun ikat di koleksinya. "Masak desainer luar saja peduli, kita nggak," imbuhnya.
Di tangan Odang, material tenun lantas menginjeksikan sentuhan etnik pada pilihan busana-busana malam khas Odang yang elegan dan bercitarasa couture atau adibusana. Perpaduan tersebut lantas menciptakan tampilan yang lebih segar sekaligus versatile, bisa untuk kesempatan formal maupun semiformal.
"Tantangannya bagaimana menampilkan tenun terlihat kekinian, sedikit nyeleneh, tanpa menghilangkan karakter tenun," ungkap Odang.
Adapun koleksi kali ini juga didominasi busana-busana bersiluet longgar. Tujuannya, kata, Odang, ingin mengakomodasi klien yang berhijab atau mereka yang bertubuh dengan ukuran di atas 'medium'. Ia juga mengedapankan gaya 'mix and match' dengan mengeluarkan 25 potong busana sehingga memudahkan pemakai memadupadankannya.
Di Fashion Nation yang kali ini mengusung tema 'Nouveau', Odang turut berbagi panggung dengan Sapto Djodjokartiko dan Yogie Pratama. Sapto yang dikenal dengan garis desainnya yang feminin sekaligus edgy mempresentasikan deretan busana malam serba hitam. Adapun Yogie menampilkan 'Scarlet', sebuah koleksi deluxe ready to wear yang serba merah.
(dtg/eny)
'Le Mèmoire' yang dalam Bahasa Prancis berarti memori didaulat Odang sebagai tema koleksi yang terdiri dari 15 tampilan busana (look) itu. Sumber inspirasinya datang dari foto-foto vintage para wanita di era Indochine hasil temuannya di internet. Ditegaskan Odang, Indochine yang dimaksudnya bukanlah Indochina.
Foto: Moh. Abduh/Wolipop |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penelusurannya, Odang terkejut melihat betapa modisnya para wanita di zaman tersebut, termasuk mereka yang hidup di pedalaman. Desainer 36 tahun itu sempat menemukan foto dari era 30-an yang memperlihatkan seorang wanita di sebuah pedesaan Burma sedang mengisap ganja dalam balutan busana yang tampak seperti jumpsuit.
Foto: Mohammad Abduh |
Foto kuno lain yang mengilhami Odang menampilkan seorang sosialita Singapura mengenakan jaket gombrong mirip bomber jacket. "Ternyata busana yang sedang tren di masa kini sudah eksis sejak zaman dulu," kata mantan asisten desainer ternama Sebastian Gunawan itu.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Inspirasi tersebut lantas dituangkan ke dalam pilihan busana siap pakai premium dengan 'perkawinan' detail-detail yang merefleksikan ciri khas negara-negara di Asia. Misal, jaket bergaya kimono hadir dengan kerah cheongsam yang menciptakan perpaduan unik.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Adapun pemakaian tenun dimaksudkan Odang untuk merepresentasikan karakter Indonesia. Odang tidak berfokus pada tenun dari satu daerah saja, melainkan dari beragam daerah. Mulai dari Makassar hingga Nusa Tenggara Barat.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
"Tujuannya untuk mendapatkan palet warna beragam. Aku tidak mau fokus pada jenis tenunnya, tapi kepada warna sehingga dapat lebih mengakomodasi konsumen yang punya karakter berbeda-beda," ungkap Odang yang kerap mengeksplor beragam warna di dalam setiap koleksinya.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Boleh dibilang, Odang jarang memanfaatkan kain tradisional sebagai material andalan. Namun sebagai desainer Indonesia, ia merasa perlu ikut melestarikan wastra Nusantara. Ia semakin termotivasi setelah idolanya, desainer dunia Dries Van Noten, mengaplikasikan tenun ikat di koleksinya. "Masak desainer luar saja peduli, kita nggak," imbuhnya.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Di tangan Odang, material tenun lantas menginjeksikan sentuhan etnik pada pilihan busana-busana malam khas Odang yang elegan dan bercitarasa couture atau adibusana. Perpaduan tersebut lantas menciptakan tampilan yang lebih segar sekaligus versatile, bisa untuk kesempatan formal maupun semiformal.
"Tantangannya bagaimana menampilkan tenun terlihat kekinian, sedikit nyeleneh, tanpa menghilangkan karakter tenun," ungkap Odang.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Adapun koleksi kali ini juga didominasi busana-busana bersiluet longgar. Tujuannya, kata, Odang, ingin mengakomodasi klien yang berhijab atau mereka yang bertubuh dengan ukuran di atas 'medium'. Ia juga mengedapankan gaya 'mix and match' dengan mengeluarkan 25 potong busana sehingga memudahkan pemakai memadupadankannya.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Di Fashion Nation yang kali ini mengusung tema 'Nouveau', Odang turut berbagi panggung dengan Sapto Djodjokartiko dan Yogie Pratama. Sapto yang dikenal dengan garis desainnya yang feminin sekaligus edgy mempresentasikan deretan busana malam serba hitam. Adapun Yogie menampilkan 'Scarlet', sebuah koleksi deluxe ready to wear yang serba merah.
(dtg/eny)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
7 Foto Giorgino Abraham-Yasmin Napper, 4 Tahun Pacaran Beda Agama Kini Putus
2
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
3
Ramalan Zodiak Taurus 2026: Perlahan Bangkit, Perubahan Besar Menanti
4
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
5
Shin Min Ah Jadi Wajah Baru Louis Vuitton, Susul Gong Yoo & Jun Ji Hyun
MOST COMMENTED












































Foto: Moh. Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop