Imbas Menjamurnya E-Commerce, Ralph Lauren Tutup Toko di New York
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 06 Apr 2017 11:07 WIB
Jakarta
-
Berbelanja secara online tak dimungkiri jauh lebih efisien ketimbang belanja secara konvensional di toko, department store maupun butik. Hemat waktu dan tenaga, menjadi keunggulan yang ditawarkan online shop kepada para konsumen khususnya kaum muda dan mereka yang sehari-harinya terlalu sibuk untuk pergi ke pusat perbelanjaan.
Maraknya online shop di era sekarang, membuat sejumlah toko maupun butik tak lagi ramai dikunjungi pembeli. Omzet penjualan di toko-toko konvensional pun dilaporkan menurun drastis. Setidaknya itu yang dialami brand asal Amerika Serikat Ralph Lauren.
Ralph Lauren yang pernah merajai pasar retail selama lebih kurang seperempat abad, kini memutuskan untuk menutup salah satu flagship store-nya. Pendiri sekaligus creative directornya, Ralph Lauren melihat angka penjualan di toko terbesarnya di Amerika Serikat tidak memuaskan karena konsumen muda zaman sekarang lebih suka menggunakan ponselnya untuk mencari barang diskon di internet.
Melihat hal itu, Ralph Lauren Corp. akhirnya mengambil keputusan besar dengan menutup flagship store yang berada di Fifth Avenue, New York City. Seperti dikutip dari Bloomberg, perusahaan yang berdiri sejak 1967 itu kini ingin lebih fokus pada penjualan melalui e-commerce dan memangkas sejumlah divisi pekerjaan yang dianggap kurang perlu.
Ini merupakan sebuah revolusi besar dari brand yang sudah lebih dari empat dekade mempertahankan aristrokasi gaya Amerika ini. Keputusan tersebut dibuat sekitar dua bulan setelah Ralph Lauren mengumumkan pengunduran diri Stefan Larsson, sang chief executive yang disebut-sebut jadi salah satu pemicu brand yang identik dengan polo shirt-nya ini putar haluan ke bisnis berbasis online.
Stephanie Hoi-Nga Wong, analis dari Bloomberg menulis bahwa Ralph Lauren menjadi perusahaan fashion terakhir --setidaknya untuk saat ini-- yang mengalami dampak dari 'serbuan' e-commerce. Kebangkitan e-commerce memang membuat berbagai perusahaan ritel, khususnya yang bergerak di industri pakaian harus berjuang lebih keras agar bisa bertahan di persaingan yang makin ketat.
"Konsumen jadi terbiasa dengan penawaran diskon. Dan kondisi di toko mewah di Manhattan itu sudah tidak seperti sebelumnya. Wisatawan menurun, harga sewa terlalu tinggi dan secutiry yang ada di sekeliling 'Gedung Putih Bagian Utara' (sebutan lain untuk Trump Tower, tempat Melania Trump tinggal -red) juga tidak membantu karena lalu lalang pejalan kaki sudah teralihkan (dari toko tersebut). Kelowongan di (toko) Fifth Avenue tinggi, menurut Cushman & Wakefield Inc.," ujarnya.
Department store pun kini menjadi yang paling banyak merugi tahun ini dalam indeks stok pasar Amerika. Nilai sahamnya terus turun hingga 18 persen sejak Januari 2017.
Toko flagship Ralph Lauren di Fifth Avenue dibuka pada 2014 dan menempati tiga tingkat di bangunan bergaya neoklasik. Toko ini berada di blok yang sama dengan Armani dan Dolce & Gabbana. Dan pada 15 April nanti, butik tersebut tidak akan ada lagi di lokasi elit tersebut.
Ralph Lauren masih memiliki tujuh toko lainnya di New York City, termasuk restoran Polo Bar. Nantinya brand ikonik Amerika tersebut akan mengembangkan konsep toko lain yang lebih bergerak di bidang kuliner, salah satunya Ralph's Coffee. (hst/hst)
Maraknya online shop di era sekarang, membuat sejumlah toko maupun butik tak lagi ramai dikunjungi pembeli. Omzet penjualan di toko-toko konvensional pun dilaporkan menurun drastis. Setidaknya itu yang dialami brand asal Amerika Serikat Ralph Lauren.
Ralph Lauren yang pernah merajai pasar retail selama lebih kurang seperempat abad, kini memutuskan untuk menutup salah satu flagship store-nya. Pendiri sekaligus creative directornya, Ralph Lauren melihat angka penjualan di toko terbesarnya di Amerika Serikat tidak memuaskan karena konsumen muda zaman sekarang lebih suka menggunakan ponselnya untuk mencari barang diskon di internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan sebuah revolusi besar dari brand yang sudah lebih dari empat dekade mempertahankan aristrokasi gaya Amerika ini. Keputusan tersebut dibuat sekitar dua bulan setelah Ralph Lauren mengumumkan pengunduran diri Stefan Larsson, sang chief executive yang disebut-sebut jadi salah satu pemicu brand yang identik dengan polo shirt-nya ini putar haluan ke bisnis berbasis online.
Stephanie Hoi-Nga Wong, analis dari Bloomberg menulis bahwa Ralph Lauren menjadi perusahaan fashion terakhir --setidaknya untuk saat ini-- yang mengalami dampak dari 'serbuan' e-commerce. Kebangkitan e-commerce memang membuat berbagai perusahaan ritel, khususnya yang bergerak di industri pakaian harus berjuang lebih keras agar bisa bertahan di persaingan yang makin ketat.
"Konsumen jadi terbiasa dengan penawaran diskon. Dan kondisi di toko mewah di Manhattan itu sudah tidak seperti sebelumnya. Wisatawan menurun, harga sewa terlalu tinggi dan secutiry yang ada di sekeliling 'Gedung Putih Bagian Utara' (sebutan lain untuk Trump Tower, tempat Melania Trump tinggal -red) juga tidak membantu karena lalu lalang pejalan kaki sudah teralihkan (dari toko tersebut). Kelowongan di (toko) Fifth Avenue tinggi, menurut Cushman & Wakefield Inc.," ujarnya.
Department store pun kini menjadi yang paling banyak merugi tahun ini dalam indeks stok pasar Amerika. Nilai sahamnya terus turun hingga 18 persen sejak Januari 2017.
Toko flagship Ralph Lauren di Fifth Avenue dibuka pada 2014 dan menempati tiga tingkat di bangunan bergaya neoklasik. Toko ini berada di blok yang sama dengan Armani dan Dolce & Gabbana. Dan pada 15 April nanti, butik tersebut tidak akan ada lagi di lokasi elit tersebut.
Ralph Lauren masih memiliki tujuh toko lainnya di New York City, termasuk restoran Polo Bar. Nantinya brand ikonik Amerika tersebut akan mengembangkan konsep toko lain yang lebih bergerak di bidang kuliner, salah satunya Ralph's Coffee. (hst/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
MOST COMMENTED











































