Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Gaun Biru Melania Trump di Inaugurasi Buat Saham Ralph Lauren Naik

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 25 Jan 2017 08:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta - Ralph Lauren menjadi desainer yang merancang busana Melania Trump saat inaugurasi Presiden AS Donald Trump di Capitol Hill, Washington, D.C., Jumat (20/1/2017). Mendandani ibu negara dari seorang presiden yang kontroversial, Ralph Lauren sempat mendapat ancaman boikot.

Ajakan untuk memboikot produk-produk keluaran Ralph Lauren berasal dari social media khususnya Twitter. Namun desainer asal Amerika Serikat itu tampaknya tak perlu terlalu khawatir. Ralph justru mendapat efek positif dari keputusannya merancang setelan gaun dan bolero biru pastel yang dikenakan Melania saat pengambilan sumpah jabatan presiden.
Foto: Drew Angerer/Getty Images

Seperti dikutip dari Harper's Bazaar, berdasarkan laporan dari Yahoo, saham perusahaan Ralph Lauren justru melonjak hanya beberapa menit sebelum Donald Trump mengucapkan sumpah jabatan. Artinya, sahamnya naik sekitar satu jam setelah Melania pertama kali muncul dengan gaun biru tersebut.
Foto: Getty Images

Saham Ralph Lauren ditutup pada angka US$ 88.20 pada Kamis (19/1/2017), sebelum mencapai hingga US$ 89.32 saat mendekati momen inaugurasi. Trading meningkat sekitar pukul 11.00 waktu Washington, dan saham ditutup di angka US$ 88.90 pada sore hari, Jumat (20/1/2017). Kenaikan saham ini cukup menjadi angin segar bagi Ralph Lauren, mengingat sebelumnya saham sempat menurun dalam sebulan terakhir.
Foto: Drew Angerer/Getty Images

Selain Melania Trump, Hillary Clinton juga mengenakan rancangan Ralph Lauren di hari yang sama. Istri mantan presiden Bill Clinton itu memilih setelan putih-putih yang juga dipadu coat berwarna putih.
Foto: Getty Images

Hal yang sama juga pernah terjadi pada desainer Jason Wu. Saham Jason Wu dilaporkan meningkat setelah gaun rancangannya dipilih Michelle Obama untuk dipakai saat malam inaugurasi Barack Obama, 2009 silam. Tampaknya siapapun desainer yang terpilih untuk merancang busana Ibu Negara AS, akan mendapat keuntungan dari segi bisnis. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads