Jakarta
-
Ketika pekan mode couture berlangsung, tak hanya busana dan materialnya yang tampil ekstravagan. Begitu pun ekspektasi penonton pada tatanan panggung yang semakin menghidupkan drama pada busana.
Dior Haute Couture adalah salah satunya. Demi merayakan kali pertama direktur kreatif Dior, Maria Grazia Chiuri merancang couture Dior perdana di tahun ini, rumah mode Prancis itu merayakannya besar-besaran.
 Foto: Dok. Getty Images |
Fashion show kali ini dihelat di Musee Rodin. Namun Dior seakan merancang ulang gedung berarsitektur modern itu dengan memasukkan 'hutan' ke dalamnya. Lengkap dengan pohon besar, lantai rumput sampai tempat duduk dan temboknya dihiasi dedaunan.
 Foto: Dok. Getty Images |
Peragaan busananya terasa seperti di negeri dongeng yang indah, begitu pula koleksi busana yang dikeluarkan. Di awal pertunjukkan, variasi busana serba hitam dengan potongan maskulin mendominasi sekuen pertama. Kebanyakan dipadukan dengan rok berpotongan di atas ankle bergaya klasik.
 Foto: Dok. Getty Images |
 Foto: Dok. Getty Images |
Pengaruh Valentino pada rancangan Maria pun masih terasa. Ditranslasikan lewat gaun romantis dari tulle yang dihiasi embroidery cantik, material velvet dan gaun dengan deep neckline.
 Foto: Dok. Getty Images |
 Foto: Dok. Getty Images |
Sebelum merancang busana untuk Dior, Maria adalah otak kreatif di balik koleksi gaun-gaun indah Valentino. Momen ia untuk Dior pun menandai pertamakalinya Maria berkarya secara solo, tanpa kehadiran partner setianya di Valentino, Pierpaolo Piccioli sejak tahun 1992.
 Foto: Dok. Getty Images |
(asf/asf)