Ralph Lauren Desain Gaun Inaugurasi untuk Melania Trump?
Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 18 Jan 2017 12:03 WIB
Washington D.C.
-
Melania Trump dipastikan akan menghadiri inaugurasi suaminya, Donald Trump, sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/1/2017) mendatang. Kabarnya, desainer kenamaan Ralph Lauren akan merancang gaun Melania untuk momen spesial itu.
Rupa busana dan sosok sang desainer yang dipilih Melania sebetulnya masih misterius. Hingga beberapa hari jelang inaugurasi, belum ada informasi resmi dari pihak Trump terkait hal tersebut.
Namun Women's Wear Daily (WWD) mengabarkan, kemungkinan besar gaun Melania akan dirancang secara khusus oleh Ralph Lauren. "Sebagai bentuk dukungannya kepada dua partai, Ralph Lauren, seorang pendukung Hillary Clinton, diyakini sedang menyiapkan beberapa busana inaugurasi untuk mantan model asal Slovenia itu," tulis WWD. Selain Melania, Ralph juga dikabarkan mendesain busana untuk anggota keluarga Trump lainnya.
Bukan sesuatu yang mengejutkan jika Melania memilih Ralph Lauren. Hal ini mengingat karya-karya Ralph kerap membaluti tubuh wanita 46 tahun itu di sejumlah momen bersejarah Trump. Beberapa di antaranya, jumpsuit hitam saat Melania menghadiri debat terakhir capres, lalu jumpsuit putih ketika mendampingi suaminya menyampaikan pidato kemenangan.
Di samping itu, Ralph dan Trump juga memiliki kesamaan latar belakang hidup. Keduanya sama-sama besar di New York.
Namun jika benar Ralph mendesain busana tersebut, akan terbilang kejutan juga. Dikenal sebagai pendukung Hillary, Ralph telah mendesain beberapa setelan untuk dipakai rival Trump itu saat berkampanye. Termasuk setelan hitam-ungu yang Hillary pakai saat menyampaikan pidato kekalahannya.
Hitam dan ungu diyakini sebagai simbol kebajikan, kekuatan, dan martabat. "Aku tidak paham arti dari warna itu. Pihak Hillary yang mengatakannya. Tapi menurutku dia terlihat cantik dengan busana itu," kata Ralph kepada Telegraph.
Sementara itu, sejumlah desainer secara terang-terangan 'memboikot' Melania. Marc Jacobs, Tom Ford, dan beberapa nama desainer papan atas telah menyatakan menolak untuk mendesain busana Melania. Penolakan itu adalah bentuk protes mereka terhadap Trump yang dinilani tidak pantas menjabat sebagai presiden AS.
Namun tampaknya Melania tidak perlu begitu khawatir. Selain Ralph, masih ada sejumlah desainer kondang yang bersedia mendesain untuk Melania. Mereka di antaranya Tommy Hilfiger dan Caroline Herrera, yang sama-sama mengatakan bangga bila mendapat kesempatan tersebut.
(dtg/dtg)
Rupa busana dan sosok sang desainer yang dipilih Melania sebetulnya masih misterius. Hingga beberapa hari jelang inaugurasi, belum ada informasi resmi dari pihak Trump terkait hal tersebut.
Namun Women's Wear Daily (WWD) mengabarkan, kemungkinan besar gaun Melania akan dirancang secara khusus oleh Ralph Lauren. "Sebagai bentuk dukungannya kepada dua partai, Ralph Lauren, seorang pendukung Hillary Clinton, diyakini sedang menyiapkan beberapa busana inaugurasi untuk mantan model asal Slovenia itu," tulis WWD. Selain Melania, Ralph juga dikabarkan mendesain busana untuk anggota keluarga Trump lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Getty Images |
Bukan sesuatu yang mengejutkan jika Melania memilih Ralph Lauren. Hal ini mengingat karya-karya Ralph kerap membaluti tubuh wanita 46 tahun itu di sejumlah momen bersejarah Trump. Beberapa di antaranya, jumpsuit hitam saat Melania menghadiri debat terakhir capres, lalu jumpsuit putih ketika mendampingi suaminya menyampaikan pidato kemenangan.
Foto: Getty Images |
Di samping itu, Ralph dan Trump juga memiliki kesamaan latar belakang hidup. Keduanya sama-sama besar di New York.
Namun jika benar Ralph mendesain busana tersebut, akan terbilang kejutan juga. Dikenal sebagai pendukung Hillary, Ralph telah mendesain beberapa setelan untuk dipakai rival Trump itu saat berkampanye. Termasuk setelan hitam-ungu yang Hillary pakai saat menyampaikan pidato kekalahannya.
Foto: dok. Getty Images |
Hitam dan ungu diyakini sebagai simbol kebajikan, kekuatan, dan martabat. "Aku tidak paham arti dari warna itu. Pihak Hillary yang mengatakannya. Tapi menurutku dia terlihat cantik dengan busana itu," kata Ralph kepada Telegraph.
Sementara itu, sejumlah desainer secara terang-terangan 'memboikot' Melania. Marc Jacobs, Tom Ford, dan beberapa nama desainer papan atas telah menyatakan menolak untuk mendesain busana Melania. Penolakan itu adalah bentuk protes mereka terhadap Trump yang dinilani tidak pantas menjabat sebagai presiden AS.
Namun tampaknya Melania tidak perlu begitu khawatir. Selain Ralph, masih ada sejumlah desainer kondang yang bersedia mendesain untuk Melania. Mereka di antaranya Tommy Hilfiger dan Caroline Herrera, yang sama-sama mengatakan bangga bila mendapat kesempatan tersebut.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
3
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
4
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
5
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
MOST COMMENTED












































Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
Foto: dok. Getty Images