Ini Beda Sneakers Seharga Rp 500 Ribuan dan Rp 5 Jutaan
Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 04 Jan 2017 17:45 WIB
Jakarta
-
Ada harga, ada kualitas. Barang yang harganya mahal biasanya memang menawarkan kemudahan atau manfaat ekstra. Begitu juga seharusnya dengan sneakers. Sneakers yang harganya jutaan sudah selayaknya lebih nyaman dikenakan dari pada yang bisa dibeli dengan ratusan ribu saja. Meski berbeda jauh dari segi harga, kadang sepatu sporty tersebut tampak dan terasa sama. Apa yang sebenarnya membedakan?
Studi sederhana pun dilakukan untuk mengetahui perbedaan di antara sneakers murah dan mahal. Diketahui jika alas kaki tersebut sering hadir dengan tiga kategori harga, yakni di bawah $50 (Rp 672 ribuan), sekitar $100 (Rp 1,3 jutaan), dan di atas $100. Kemudian pertanyaan dilontarkan pada beberapa pakar fashion untuk mencari tahu perbedaan ketiganya dan apakah sneakers mahal benar-benar sesuai harganya.
Harga mahal memang sering berbanding dengan kualitas. Begitu juga dengan sneakers seharga jutaan yang memang biasanya lebih nyaman, berdesain lebih stylish, dan tidak cepat rusak. Tapi tidak dipungkiri jika brand kadang berperan besar dalam 'pembengkakan' harga. Umumnya semakin terkenal atau premium merek, semakin mahal pula harganya.
"Seringkali, brand mengejar brand lain atau lisensi desain mereka dan mereka mengorbankan kekuatan dari brand itu sendiri hanya untuk bersaing dengan tren dan harga desainer," kata Suzette Henry yang merupakan direktur sekolah desain sneaker untuk laboratorium material di Pensole kepada Refinery 29.
Tapi harga mahal tidak selalu ditemukan di brand-brand yang menjual langsung barangnya tanpa melalui department store. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak membayarkan profit margin kepada gerai itu. Apalagi mengetahui kebiasaan pelanggan yang lebih sering membeli sepatu saat harganya sedang murah. "Pelanggan dilatih untuk membeli sepatu ketika diskon. Ini menambah tekanan pada brand tersebut," ungkap Joseph Zwillinger dari brand Allbirds.
Berikut adalah perbedaan antara sneakers seharga Rp 500 ribuan, Rp 1 jutaan, dan Rp 5 jutaan menurut para pakar selengkapnya:
Di bawah Rp 500 ribu:
- Baik dipakai untuk keseharian bukan kegiatan atletik
- Bagian upper berbahan polyester/sintesis, dan rubber berbahan sinstesis
- Dibuat di China, Vietnam, atau Indonesia (negara yang kurang ahli dalam pembuatan sneaker) di pabrik tanpa proteksi yang bisa membahayakan lingkungan dan pekerja.
- Ada insole, sejenis lembar tipis yang dilem
- Ada beberapa jahitan untuk meningkatkan kenyamanan
- Konstruksi sneaker tidak terlalu baik
- Tidak berstruktur jadi bentuk bisa berubah ketika tak dipakai
- Sole tidak rata
- Didesain untuk bertahan satu musim sebelum akhirnya rusak
Sekitar Rp 1 jutaan:
- Dibuat untuk fashion atau aktivitas atletik
- Keluaran label atletik
- Upper dibuat dari bahan sintesis atau katun
- Rubber sole dibuat dari bahan asli atau sintesis
- Tida ada kontruksi jahitan sehingga membuatnya nyaman dipakai
- Dibuat di Korea atau Taiwan yang lebih ahli sneakers
- Dilengkapi insole empuk
- Lem kadang tidak mengandung VOC atau Volatile Organic Compounds (senyawa organik yang memiliki sifat menguap)
- Didesain untuk bertahan beberapa musim
Sekitar Rp 5 Jutaan:
- Label premium
- Dibuat untuk fashion bukan kegiatan atletis
- Bahan kulit berkualitas Italia
- Rubber sole asli
- Dibuat di Itali di pabrik yang melindungi pekerja dan lingkungan
- Ada Open-cell polyurethane insole untuk mengurangi aroma tak sedap
- Jahitan dan teknik lem lebih berkualitas
- Bentuk tetap terjaga meski tidak dipakai
- Akan bertahan lebih lama sebelum rusak
(ami/ami)
Studi sederhana pun dilakukan untuk mengetahui perbedaan di antara sneakers murah dan mahal. Diketahui jika alas kaki tersebut sering hadir dengan tiga kategori harga, yakni di bawah $50 (Rp 672 ribuan), sekitar $100 (Rp 1,3 jutaan), dan di atas $100. Kemudian pertanyaan dilontarkan pada beberapa pakar fashion untuk mencari tahu perbedaan ketiganya dan apakah sneakers mahal benar-benar sesuai harganya.
Harga mahal memang sering berbanding dengan kualitas. Begitu juga dengan sneakers seharga jutaan yang memang biasanya lebih nyaman, berdesain lebih stylish, dan tidak cepat rusak. Tapi tidak dipungkiri jika brand kadang berperan besar dalam 'pembengkakan' harga. Umumnya semakin terkenal atau premium merek, semakin mahal pula harganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi harga mahal tidak selalu ditemukan di brand-brand yang menjual langsung barangnya tanpa melalui department store. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak membayarkan profit margin kepada gerai itu. Apalagi mengetahui kebiasaan pelanggan yang lebih sering membeli sepatu saat harganya sedang murah. "Pelanggan dilatih untuk membeli sepatu ketika diskon. Ini menambah tekanan pada brand tersebut," ungkap Joseph Zwillinger dari brand Allbirds.
Berikut adalah perbedaan antara sneakers seharga Rp 500 ribuan, Rp 1 jutaan, dan Rp 5 jutaan menurut para pakar selengkapnya:
Di bawah Rp 500 ribu:
- Baik dipakai untuk keseharian bukan kegiatan atletik
- Bagian upper berbahan polyester/sintesis, dan rubber berbahan sinstesis
- Dibuat di China, Vietnam, atau Indonesia (negara yang kurang ahli dalam pembuatan sneaker) di pabrik tanpa proteksi yang bisa membahayakan lingkungan dan pekerja.
- Ada insole, sejenis lembar tipis yang dilem
- Ada beberapa jahitan untuk meningkatkan kenyamanan
- Konstruksi sneaker tidak terlalu baik
- Tidak berstruktur jadi bentuk bisa berubah ketika tak dipakai
- Sole tidak rata
- Didesain untuk bertahan satu musim sebelum akhirnya rusak
Foto: Thinkstock |
- Dibuat untuk fashion atau aktivitas atletik
- Keluaran label atletik
- Upper dibuat dari bahan sintesis atau katun
- Rubber sole dibuat dari bahan asli atau sintesis
- Tida ada kontruksi jahitan sehingga membuatnya nyaman dipakai
- Dibuat di Korea atau Taiwan yang lebih ahli sneakers
- Dilengkapi insole empuk
- Lem kadang tidak mengandung VOC atau Volatile Organic Compounds (senyawa organik yang memiliki sifat menguap)
- Didesain untuk bertahan beberapa musim
![]() |
- Label premium
- Dibuat untuk fashion bukan kegiatan atletis
- Bahan kulit berkualitas Italia
- Rubber sole asli
- Dibuat di Itali di pabrik yang melindungi pekerja dan lingkungan
- Ada Open-cell polyurethane insole untuk mengurangi aroma tak sedap
- Jahitan dan teknik lem lebih berkualitas
- Bentuk tetap terjaga meski tidak dipakai
- Akan bertahan lebih lama sebelum rusak
![]() |
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
2
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
3
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
4
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
5
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
MOST COMMENTED












































Foto: Thinkstock
