Saran Sandiaga Uno untuk Ajang Fashion di Jakarta agar Industri Mode Lebih Maju
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 09 Des 2016 11:39 WIB
Jakarta
-
Jakarta memiliki banyak ajang fashion setiap tahunnya mulai dari skala regional, nasional hingga internasional. Sebut saja Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week hingga IPMI Trend Show. Banyaknya ajang fashion di Jakarta bisa dibilang sudah mampu mengantarkan Indonesia sebagai negara yang patut diperhitungkan dalam perkembangan mode di Asia, khususnya Asia Tenggara.
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pun berpendapat ajang fashion yang setiap tahun rutin diadakan di Jakarta sudah cukup bagus. Namun menurut pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini, sebaiknya perhelatan fashion yang cukup marak di Jakarta tidak hanya berhenti sampai di tahap promosi atau ajang pamer koleksi terbaru saja.
"Perlu dibangun industri yang diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja. Sekarang fashion sudah tumbuh dan berkembang tapi dampak dari penciptaan lapangan kerja masih sangat awal. Belum bisa menopang harapan kami untuk menyerap lapangan kerja," tutur Sandi saat ditemui Wolipop usai acara Blak-blakan Live Chat di Gedung Aldevco Octagon, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
Menurut pria 47 tahun ini, cukup banyak industri konveksi di Jakarta namun pertambahan nilainya masih sangat rendah. Sandi pun berharap industri fashion bisa memiliki pertambahan nilai yang lebih tinggi. Salah satu caranya dengan memaksimalkan penyerapan sumber daya manusia yang berpotensi di industri kreatif, khususnya fashion dan mengeksplorasi kekayaan budaya khas Jakarta seperti batik Betawi.
"Bagaimana batik Betawi nggak cuma hadir sebagai pakaian tapi jadi sebuah bagian daripada fashion yang trendi dan ada pertambahan nilainya. Tidak hanya sebagai kain tapi jadi busana yang dipakai ke acara-acara," kata Sandi.
Untuk itu salah satu program yang direncanakan pasangan Anies-Sandi jika nantinya terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta adalah merangkul para pengrajin batik agar lebih mengutamakan desain dan menciptakan busana yang siap pakai.
"Pengrajin batik merupakan faktor yang ada di hulu. Kita harapkan ke depan nanti ada satu rantai produksi yang melibatkan mereka dan mereka ada kemampuan untuk naik kelas juga. Jadi bukan hanya pengrajin api nanti juga bisa jadi pengusaha yang punya gerai sendiri," paparnya.
Satu hal lagi yang tak kalah penting untuk memajukan industri fashion lewat ajang pekan mode adalah mendorong pengrajin batik agar mau menciptakan brand sendiri.
"Brand, dan ini paling penting. Kita harus menciptakan sebuah brand yang terkenal dan bisa berdaya saing," pungkas Sandi. (hst/hst)
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pun berpendapat ajang fashion yang setiap tahun rutin diadakan di Jakarta sudah cukup bagus. Namun menurut pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini, sebaiknya perhelatan fashion yang cukup marak di Jakarta tidak hanya berhenti sampai di tahap promosi atau ajang pamer koleksi terbaru saja.
"Perlu dibangun industri yang diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja. Sekarang fashion sudah tumbuh dan berkembang tapi dampak dari penciptaan lapangan kerja masih sangat awal. Belum bisa menopang harapan kami untuk menyerap lapangan kerja," tutur Sandi saat ditemui Wolipop usai acara Blak-blakan Live Chat di Gedung Aldevco Octagon, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Menurut pria 47 tahun ini, cukup banyak industri konveksi di Jakarta namun pertambahan nilainya masih sangat rendah. Sandi pun berharap industri fashion bisa memiliki pertambahan nilai yang lebih tinggi. Salah satu caranya dengan memaksimalkan penyerapan sumber daya manusia yang berpotensi di industri kreatif, khususnya fashion dan mengeksplorasi kekayaan budaya khas Jakarta seperti batik Betawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu salah satu program yang direncanakan pasangan Anies-Sandi jika nantinya terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta adalah merangkul para pengrajin batik agar lebih mengutamakan desain dan menciptakan busana yang siap pakai.
Foto: Muhammad Abduh |
"Pengrajin batik merupakan faktor yang ada di hulu. Kita harapkan ke depan nanti ada satu rantai produksi yang melibatkan mereka dan mereka ada kemampuan untuk naik kelas juga. Jadi bukan hanya pengrajin api nanti juga bisa jadi pengusaha yang punya gerai sendiri," paparnya.
Satu hal lagi yang tak kalah penting untuk memajukan industri fashion lewat ajang pekan mode adalah mendorong pengrajin batik agar mau menciptakan brand sendiri.
"Brand, dan ini paling penting. Kita harus menciptakan sebuah brand yang terkenal dan bisa berdaya saing," pungkas Sandi. (hst/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Drakor Jisoo BLACKPINK & Seo In Guk Tayang 2026, Aktingnya Tuai Sorotan
2
Ramalan Zodiak 9 Januari: Capricorn Harus Sabar, Aquarius Lebih Teliti
3
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
4
Jerawat Tak Kunjung Hilang? Coba 7 Rangkaian Skincare Ini
5
Sudah Cerai, Kim Kardashian Masih Jadi Fans Sepatu Rancangan Kanye West
MOST COMMENTED












































Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Muhammad Abduh