Lukisan Wanita Bermata Hitam Karya Jeihan dalam Koleksi Busana Mel Ahyar

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 09 Nov 2016 08:02 WIB
Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Mel Ahyar merupakan salah satu desainer lokal yang sering bekerjasama dengan seniman dalam beberapa koleksinya. Pada deretan busana terbaru yang dipamerkan di IPMI Trend Show 2017 Selasa, (9/11/2016), Mel menggandeng pelukis kontemporer Jeihan Sukmantoro.

Kolaborasi ini terasa spesial, terlebih dihadirkan dengan musik dan visualisasi dramatis yang semakin menambah cita rasa seni dalam peragaan. Indah, tapi di sisi lain juga misterius.

Bertajuk "Kini Abadi", koleksi yang ditampilkan di The Hall Senayan City, Jakarta Selatan ini terinspirasi dari karya-karya Jeihan dan sosok pelukis itu sendiri yang dikenal Mel ketika kuliah di Prancis.
Foto: Mohammad Abduh

Jeihan khas akan lukisan wanita bermata hitam yang merepresentasikan filosofi pandangan yang dalam dan menerawang. Mel pun berusaha menerjemahkan lukisan-lukisan tersebut dalam bentuk print dan untaian benang pada busana haute coutoure-nya.

Kolaborasi ini menghasilkan 20 set busana, lima dilukis langsung oleh Jeihan dan sisanya merupakan hasil digital printing. Mel menawarkan lukisan eksentrik itu dalam busana berpotongan ala 50-an. Sesekali, perancang itu menggabungkannya dengan siluet 60-an, 70-an, dan 80-an.

Busana haute coutore karya Mel malam itu menampilkan banyak karya yang menonjolkan pengerjaan tangan. Ia banyak menawarkan siluet longgar dan A-line nan klasik serta sesekali struktural. Untuk menonjolkan lukisan Jeihan, perancang tersebut menggunakan material transparan, seperti sutra, organza, tulle, hingga taffeta.
Foto: Mohammad Abduh

Sejumlah gaun dengan lukisan wanita yang sedang berpangku tangan hingga berbaring khas Jeihan mendominasi rangkaian busana. Beberapa koleksi tampil cukup unik, misalnya dihadirkan dengan potongan longgar di satu sisi dan pas badan di sisi lain. Adapun yang tampil dengan lengan cocoon atau detail selendang. Koleksi tersebut juga ramai aplikasi glitter yang membuat pakaian semakin mencuri perhatian.

Beberapa tidak menampilkan lukisan sama sekali namun hadir dengan sulaman yang cukup rumit. Gaun yang disuguhkan juga tidak melulu berbahan transparan. Pada sejumlah terusan yang dipasangkan dengan jubah terlihat penuh detail bordir hingga rumbai. Serangkaian dress putih dengan lukisan sosok wanita yang langsung digambar oleh Jeihan mengantarkan penonton pada akhir peragaan. (ami/hst)