Jakarta Fashion Week 2017
Ornamentasi Kaya Detail dalam Rancangan Abaya Vivi Zubedi
Intan Kemala Sari - wolipop
Rabu, 26 Okt 2016 07:40 WIB
Jakarta
-
Desainer Vivi Zubedi dikenal sebagai salah satu desainer busana muslim yang menjadikan abaya sebagai salah koleksi utamanya. Dalam ajang tahunan Jakarta Fashion Week 2017, desainer keturunan Yaman itu kembali berkreasi dengan abaya kaya detail bordiran yang dikerjakan secara handmade.
Sebanyak 16 busana berpotongan longgar di bagian bawah dihadirkan desainer yang debut sejak 2011 itu. Mengambil inspirasi gaya bohemian yang bertajuk 'Les Abayas', abaya koleksinya hadir melalui garis-garis bordiran serta ornamen seperti bunga-bunga, pepohonan, dan motif tribal.
"Masih tetap abaya dan handcraft bordiran. Kali ini warna-warnanya lebih warna tanah ya, cokelat, biru, hijau, dan materialnya tetap ada twill, linen, katun juga," jelas Vivi dalam konferensi pers Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).
Kali ini ia berkreasi dengan abaya yang dilengkapi dengan jubah. Bagian belakang jubah dipenuhi dengan bordiran yang dikerjakan manual selama tiga bulan lebih. Ada pula koleksi yang menggunakan tassel sebagai ornamen pemanisnya. Tassel tersebut diletakkan di tepi kerudung dan bagian dada.
Tak hanya Vivi saja, hadir pula desainer Khanaan Salman yang hadir membawa koleksi ready-to-wear pertamanya. Masih mengusung kain batik sebagai material utamanya, koleksinya kali ini bertajuk 'Lingir' yang dalam bahasa Jawa berarti tepi atau pinggiran.
"Aku pakai batik motif bok, kalau di kemeja pria ada di pinggiran leher dan pergelangan tangan, tapi sekarang aku mau buat bok itu jadi center of interest-nya," kata Khanaan.
Ada sekitar delapan busana yang dihadirkan memiliki cutting lebih sederhana namun tetap terlihat elegan. Detailnya yang simpel namun berfokus pada satu titik menjadikan busana modest wearnya bisa dikenakan untuk sehari-hari maupun acara semi formal.
Berbagi panggung denganVivi danKhanaan,adaIstafianaCandarini dengan labelnya Kami Idea yang menawarkan koleksi busanamuslim kasual. Warna-warna yang disuguhkan merupakan warna alam yakni hijau, cokelatnude, dan putih gading.
Tema yang diangkat bertajuk 'Sadu' yang memiliki arti bertahan dan berpegang teguh pada keyakinan. Mengambil inspirasi dari metamorfosa kupu-kupu, koleksinya ini sebagai pendewasaan atas desain yang dibuatnya.
"Koleksi kali ini Kami Idea menggunakan material polycrepe, spandex cotton, dan organza. Biasanya kami pakai teknik printing tapi sekarang ada payet dan sulamnya. Cuttingnya masih edgy dan boyish tapi tetap modest," tutup desainer yang biasa disapa Irin itu. (int/hst)
Sebanyak 16 busana berpotongan longgar di bagian bawah dihadirkan desainer yang debut sejak 2011 itu. Mengambil inspirasi gaya bohemian yang bertajuk 'Les Abayas', abaya koleksinya hadir melalui garis-garis bordiran serta ornamen seperti bunga-bunga, pepohonan, dan motif tribal.
"Masih tetap abaya dan handcraft bordiran. Kali ini warna-warnanya lebih warna tanah ya, cokelat, biru, hijau, dan materialnya tetap ada twill, linen, katun juga," jelas Vivi dalam konferensi pers Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Vivi saja, hadir pula desainer Khanaan Salman yang hadir membawa koleksi ready-to-wear pertamanya. Masih mengusung kain batik sebagai material utamanya, koleksinya kali ini bertajuk 'Lingir' yang dalam bahasa Jawa berarti tepi atau pinggiran.
Foto: Mohammad Abduh |
"Aku pakai batik motif bok, kalau di kemeja pria ada di pinggiran leher dan pergelangan tangan, tapi sekarang aku mau buat bok itu jadi center of interest-nya," kata Khanaan.
Ada sekitar delapan busana yang dihadirkan memiliki cutting lebih sederhana namun tetap terlihat elegan. Detailnya yang simpel namun berfokus pada satu titik menjadikan busana modest wearnya bisa dikenakan untuk sehari-hari maupun acara semi formal.
Berbagi panggung denganVivi danKhanaan,adaIstafianaCandarini dengan labelnya Kami Idea yang menawarkan koleksi busanamuslim kasual. Warna-warna yang disuguhkan merupakan warna alam yakni hijau, cokelatnude, dan putih gading.
Foto: Mohammad Abduh |
Tema yang diangkat bertajuk 'Sadu' yang memiliki arti bertahan dan berpegang teguh pada keyakinan. Mengambil inspirasi dari metamorfosa kupu-kupu, koleksinya ini sebagai pendewasaan atas desain yang dibuatnya.
"Koleksi kali ini Kami Idea menggunakan material polycrepe, spandex cotton, dan organza. Biasanya kami pakai teknik printing tapi sekarang ada payet dan sulamnya. Cuttingnya masih edgy dan boyish tapi tetap modest," tutup desainer yang biasa disapa Irin itu. (int/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
3
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
4
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
5
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
MOST COMMENTED












































Foto: Mohammad Abduh
Foto: Mohammad Abduh