Jakarta Fashion Week 2017
Wajik dan Kuda Lumping 'Kediri' Jadi Inspirasi Busana di Jakarta Fashion Week
Intan Kemala Sari - wolipop
Selasa, 25 Okt 2016 17:39 WIB
Jakarta
-
Kain tradisional Indonesia masih menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para desainer Tanah Air dalam mendesain rancangannya. Salah satunya adalah desainer busana muslim Hannie Hananto yang mengangkat tenun Kediri serta Lenny Agustin yang berkarya lewat batik Kediri sebagai koleksi terbarunya.
Sejak beberapa bulan lalu, keduanya konsisten mengajari masyarakat desa Bandar Kidul di Kediri dalam menenun dan membatik kain sesuai dengan desainnya. Hannie Hananto misalnya, mengusung tema 'Wajik dan Garis', ada sekitar 24 koleksi busana yang ditampilkan dan semuanya dimodifikasi menjadi sesuatu yang baru.
"Kalau tenun kan bisa dipakai turun temurun ya, dari nenek sampai cucu bisa pakai. Saya juga buat yang multifungsi jadi bisa dipakai sebagai outer, selendang, kalau dililit jadi rok. Pokoknya banyak fungsinya," tutur Hannie dalam konferensi pers di Jakarta Fashion Week 2017, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).
Desainer dua anak ini lebih memilih warna-warna monokrom yang mudah diterima dan diaplikasikan oleh masyarakat. Padahal aslinya, tenun Kediri terkenal akan permainan warna kontras yang berani seperti merah, kuning, hijau, dan biru.
Sedangkan koleksi Lenny kaya akan permainan warna yang merupakan ciri khas rancangannya, playful dan colorful. Dengan mengenakan material batik, ia menciptakan motif baru yang menarik perhatian, yakni kuda lumping berwarna-warni; hijau, kuning, ungu, pink, oranye, dan beberapa warna neon.
Sama seperti Hannie, ada sekitar 24 koleksi batik yang ditampilkan. Corak kuda lumping terlihat memenuhi semua rancangannya, misalnya outer, terusan, atasan, mini dress, celana panjang, hingga rok mini.
"Saya lihat apa yang menarik di Kediri, ternyata ada kuda lumping. Jadi itu yang saya kembangkan, motif yang biasanya kecil saya buat jadi ekstra besar," cerita desainer yang baru pamer karya di Indonesian Week London, Inggris itu.
Lantas apa alasannya kedua desainer ini memilih Kediri sebagai pemasok material utama dalam koleksinya? Hannie mengaku ia memiliki kedekatan dengan ibu Walikota Kediri. Beliau merupakan sosok yang modern dan peduli akan perkembangan mode di Kediri.
"Ibu walikota ingin mengembangkan tenun kediri. Sempat bekerjasama dengan desainer lokal, tapi dia merasa masih belum cukup. Akhirnya kami bertemu dan bulan Mei kemarin saya juga bawa tenun Kediri show di Istanbul," jelas desainer yang dulunya berprofesi sebagai arsitek itu.
Di Kediri sendiri, banyak terdapat usaha rumahan tenun ikat. Ada 12 usaha rumahan yang mempekerjakan 400 karyawan. Perkembangan usaha tersebut tak lepas dari bantuan pemerintah Kota Kediri yang menjadikan tenun dan batik sebagai salah satu produk unggulannya.
Tenun Kediri memiliki beberapa motif andalan seperti bunga-bungaan, air yang bergelombang, hingga salur atau bergaris-garis. Sedangkan batik Kendiri sendiri banyak memiliki motif yang terinspirasi dari makanan, flora fauna, dan alam semesta.
(itn/eny)
Sejak beberapa bulan lalu, keduanya konsisten mengajari masyarakat desa Bandar Kidul di Kediri dalam menenun dan membatik kain sesuai dengan desainnya. Hannie Hananto misalnya, mengusung tema 'Wajik dan Garis', ada sekitar 24 koleksi busana yang ditampilkan dan semuanya dimodifikasi menjadi sesuatu yang baru.
Foto: Muhammad Abduh |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muhammad Abduh |
Desainer dua anak ini lebih memilih warna-warna monokrom yang mudah diterima dan diaplikasikan oleh masyarakat. Padahal aslinya, tenun Kediri terkenal akan permainan warna kontras yang berani seperti merah, kuning, hijau, dan biru.
Foto: Muhammad Abduh |
Sedangkan koleksi Lenny kaya akan permainan warna yang merupakan ciri khas rancangannya, playful dan colorful. Dengan mengenakan material batik, ia menciptakan motif baru yang menarik perhatian, yakni kuda lumping berwarna-warni; hijau, kuning, ungu, pink, oranye, dan beberapa warna neon.
Sama seperti Hannie, ada sekitar 24 koleksi batik yang ditampilkan. Corak kuda lumping terlihat memenuhi semua rancangannya, misalnya outer, terusan, atasan, mini dress, celana panjang, hingga rok mini.
Foto: Muhammad Abduh |
"Saya lihat apa yang menarik di Kediri, ternyata ada kuda lumping. Jadi itu yang saya kembangkan, motif yang biasanya kecil saya buat jadi ekstra besar," cerita desainer yang baru pamer karya di Indonesian Week London, Inggris itu.
Lantas apa alasannya kedua desainer ini memilih Kediri sebagai pemasok material utama dalam koleksinya? Hannie mengaku ia memiliki kedekatan dengan ibu Walikota Kediri. Beliau merupakan sosok yang modern dan peduli akan perkembangan mode di Kediri.
Foto: Muhammad Abduh |
"Ibu walikota ingin mengembangkan tenun kediri. Sempat bekerjasama dengan desainer lokal, tapi dia merasa masih belum cukup. Akhirnya kami bertemu dan bulan Mei kemarin saya juga bawa tenun Kediri show di Istanbul," jelas desainer yang dulunya berprofesi sebagai arsitek itu.
Di Kediri sendiri, banyak terdapat usaha rumahan tenun ikat. Ada 12 usaha rumahan yang mempekerjakan 400 karyawan. Perkembangan usaha tersebut tak lepas dari bantuan pemerintah Kota Kediri yang menjadikan tenun dan batik sebagai salah satu produk unggulannya.
Tenun Kediri memiliki beberapa motif andalan seperti bunga-bungaan, air yang bergelombang, hingga salur atau bergaris-garis. Sedangkan batik Kendiri sendiri banyak memiliki motif yang terinspirasi dari makanan, flora fauna, dan alam semesta.
(itn/eny)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
3
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
4
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
5
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
MOST COMMENTED












































Foto: Muhammad Abduh
Foto: Muhammad Abduh
Foto: Muhammad Abduh
Foto: Muhammad Abduh
Foto: Muhammad Abduh