Gara-gara Donald Trump, Lini Fashion Ivanka Trump Diboikot

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 25 Okt 2016 08:07 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Ucapan-ucapan Donald Trump yang kontroversial, terutama yang berkaitan dengan wanita, berdampak pada putrinya, Ivanka Trump. Kini sekelompok wanita menyatakan boikot pada lini fashion Ivanka.

Seperti dilaporkan Us Magazine, sekelompok wanita bersatu membuat kampanye di media sosial, mengajak pembeli untuk berhenti membeli produk-produk produksi Ivanka dan berbelanja di sejumlah retailer seperti T.J. Maxx, Bloomingdale, Lord & Taylor, Nordstrom dan Macy's.

Lindsey Ledford termasuk wanita yang tertarik mengikuti kampanye boikot lini fashion Ivanka ini. Dia tidak mau membeli apapun di toko favoritnya T.J. Maxx karena menjual busana produksi Ivanka.

"Kami bisa melakukan apapun yang kami mau. Tidak perlu tanya (kenapa)," begitu kata mahasiswi University of Maryland University College itu mengutip omongan Donald Trump saat diwawancara Acces Hollywood pada 2005 ketika ditanya mengenai alasannya merayu banyak wanita.

Gara-gara Donald Trump, Lini Fashion Ivanka Trump DiboikotFoto: Getty Images


Lindsey mengaku sudah mengajukan keluhan pada pihak layanan konsumen di T.J. Maxx. Dia menyampaikan bahwa blouse yang dibelinya di toko tersebut jadi mengingatkannya pada pelecehan seks yang pernah dialaminya.

"Meskipun aku sangat suka berbelanja di T.J. Maxx, aku tidak tahan melihat nama itu (Ivanka ataupun Donald) di bagian depan dan tengah toko. Mendukung sebuah brand yang mendukung pelecehan seksual adalah sebuah kesalahan," ujarnya.

Seperti dikutip Cosmopolitan USA, gerakan boikot terhadap lini busana Ivanka ini dimulai seorang wanita bernama Shannon Coulter. Dia adalah CEO dari sebuah agensi pemasaran butik di San Francisco.

"Jangan beli koleksi Ivanka. Dia berkampanye untuknya (Donald). Kita harus menjauhi toko yang juga menjual produk-produknya #fashionnotfascism," tulis Shannon di Twitter pada pertengahan Oktober 2016.

Tweet tersebut dibuatnya tidak lama setelah rekaman Donald Trump yang melecehkan wanita beredar luas. "Rekaman Trump itu membuat orang benar-benar marah. Dan wanita merasa tersinggung karena fakta Ivanka mencoba membuat produk-produknya bagian dari fenimisme, kenyataannya dia justru berdiri di balik pria yang melakukan sejumlah pelecehan seks pada wanita," urai Shannon panjang lebar.

Ivanka sendiri yang memang aktif mendukung ayahnya berkampanye sebelumnya sudah mengeluarkan pernyataan terkait rekaman calon presiden Amerika Serikat yang melecehkan wanita itu. Dia mengakui komentar ayahnya sangat tidak pantas. "Aku lega dia segera menyadarinya dan meminta maaf pada keluarga serta warga Amerika," begitu katanya.

(eny/eny)