Laporan dari Malaysia
Saran Ghea Panggabean untuk Desainer Indonesia Saat Desain Busana Siap Pakai
Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 21 Agu 2016 15:20 WIB
Jakarta
-
Ajang pencarian desainer muda berbakat AirAsia AirAsia Runway Ready Designer Search 2016 telah berakhir. Ada lima negara yang berpartisipasi dalam kompetisi berskala internasional tersebut yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Dari 15 finalis yang menampilkan karyanya, finalis asal Thailand bernama Anuruq Jaidee keluar sebagai pemenangnya dengan menampilkan koleksi ready-to-wear kaya detail yang dramatis serta dihiasi ornamen bunga tiga dimensi.
Meski Indonesia tidak keluar sebagai pemenangnya, salah satu juri utama dari Indonesia desainer Ghea Panggabean memuji tiga desainer muda yang menjadi perwakilan Indonesia yakni Sarah Devina Susanto, Hanifia Rahmadiani, dan Imme Kristiani. Menurut Ghea kreatifitas mereka sudah bagus dan konsepnya yang original menjadi suatu nilai tambahan tersendiri. Tetapi ada baiknya tetap memperhatikan aspek-aspek busana ready-to-wear saat akan mendesain busana siap pakai itu.
"Ini bukan lomba kreatifitas saja, tapi lomba ready-to-wear. Karena pada akhirnya kita harus bisa lihat, bisakah baju ini dipakai sehari-hari?," kata Ghea saat berbincang dengan Wolipop usai acara di Pavillion, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (19/8/2016).
Ia menyarankan kepada para desainer muda untuk lebih bisa mengeksplor busana-busana yang banyak dijual di toko-toko. Jika potongan busana yang dihasilkan terlalu sulit dan desainnya 'berlebihan', belum tentu ada pembeli yang ingin memakainya.
"Kalau kita mau ready-to-wear kan kita harus sensitif terhadap market dan kebutuhan orang-orang. Desainer muda kita kreatifitasnya luar biasa, tapi mungkin bisa didesain lebih wearable lagi," lanjut desainer lulusan Chelsea Academy of Fashion London itu.
Ghea sendiri menilai bahwa sangat mungkin Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam hal fashion. Melalui para desainer muda tersebut, ada peluang besar untuk memperkenalkan fashion khas Indonesia kepada masyarakat dunia dan menjadi go international.
Untuk itu ada beberapa hal yang harus diketahui. Yang pertama adalah perkembangan fashion di suatu negara tersebut. Sebelum membuat desain, ketahuilah selera berbusana masyarakat tersebut, barulah desain busana siap pakai yang dirasa tepat.
"Coba buat right product in the right place. Kalau kita buat suatu desain yang model dan warnanya selera orang luar negeri, promosikan sesuatu yang berbau Indonesia melalui sentuhan desainnya, mau tenun atau batik, itu yang harus lebih dieksplor dan elemen Indonesia itu ditranslasikan ke dalam potongan khas Indonesia yang modern," tutup desainer kelahiran 1955 itu. (int/ays)
Meski Indonesia tidak keluar sebagai pemenangnya, salah satu juri utama dari Indonesia desainer Ghea Panggabean memuji tiga desainer muda yang menjadi perwakilan Indonesia yakni Sarah Devina Susanto, Hanifia Rahmadiani, dan Imme Kristiani. Menurut Ghea kreatifitas mereka sudah bagus dan konsepnya yang original menjadi suatu nilai tambahan tersendiri. Tetapi ada baiknya tetap memperhatikan aspek-aspek busana ready-to-wear saat akan mendesain busana siap pakai itu.
"Ini bukan lomba kreatifitas saja, tapi lomba ready-to-wear. Karena pada akhirnya kita harus bisa lihat, bisakah baju ini dipakai sehari-hari?," kata Ghea saat berbincang dengan Wolipop usai acara di Pavillion, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (19/8/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita mau ready-to-wear kan kita harus sensitif terhadap market dan kebutuhan orang-orang. Desainer muda kita kreatifitasnya luar biasa, tapi mungkin bisa didesain lebih wearable lagi," lanjut desainer lulusan Chelsea Academy of Fashion London itu.
Ghea sendiri menilai bahwa sangat mungkin Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam hal fashion. Melalui para desainer muda tersebut, ada peluang besar untuk memperkenalkan fashion khas Indonesia kepada masyarakat dunia dan menjadi go international.
![]() |
Untuk itu ada beberapa hal yang harus diketahui. Yang pertama adalah perkembangan fashion di suatu negara tersebut. Sebelum membuat desain, ketahuilah selera berbusana masyarakat tersebut, barulah desain busana siap pakai yang dirasa tepat.
"Coba buat right product in the right place. Kalau kita buat suatu desain yang model dan warnanya selera orang luar negeri, promosikan sesuatu yang berbau Indonesia melalui sentuhan desainnya, mau tenun atau batik, itu yang harus lebih dieksplor dan elemen Indonesia itu ditranslasikan ke dalam potongan khas Indonesia yang modern," tutup desainer kelahiran 1955 itu. (int/ays)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Most Popular
1
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
2
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
3
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
4
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
5
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri
MOST COMMENTED












































