Sentuhan Karya Desainer Biyan Wanaatmadja di GIIAS 2016
Hestianingsih - wolipop
Senin, 15 Agu 2016 08:13 WIB
Jakarta
-
Ada yang berbeda dari perhelatan GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2016 (GIIAS 2016), Sabtu-Minggu (12-13/8/2016). Salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia ini mendapat sentuhan feminin nan artsy dari tangan desainer fashion kenamaan Indonesia.
Adalah Mercedes-Benz Indonesia yang menggandeng Biyan Wanaatmadja dalam fashion showcase di booth-nya, Hall 5A, Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten. Biyan merancang koleksi eksklusif produsen mobil asal Jerman tersebut, demi memberikan sentuhan fashionable dan lebih dinamis pada pameran yang biasanya lebih dipandang 'maskulin' itu.
Lewat brand Studio 133 Biyan, delapan set busana serba hitam ditampilkan dengan gaya glamor nan elegan, namun tetap feminin khas DNA rancangan Biyan. Potongan busana simpel dan longgar, dengan aksen ruffle serta draperi yang membuahkan siluet-siluet busana baru. Kesan mewah ditampilkan lewat tebaran payet keemasan.
"Sebenarnya ini tidak lepas dari filosofi brand kami yang memang lebih bermain di premium brand. Kami akan banyak interaksi dari sisi lifestyle. Karena lifestyle menjadi bagian yang sangat dekat dengan pelanggan kami," ujar Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Indonesia Hari Arifianto, saat berbincang usai fashion showcase Studio 133 Biyan, Minggu (13/8/2016).
Hari menambahkan bahwa pameran otomotif sering kali diidentikkan dengan konser musik. Mencoba melakukan pendekatan pasar yang berbeda, Mercedes-Benz pun ingin berinteraksi dengan para pelanggannya lewat sisi lifestyle terutama fashion.
"Kami coba tawarkan konsep itu ke Biyan dan beliau langsung setuju. Delapan busana yang ditampilkan ini lebih ingin memperlihatkan elegannya Mercedes-Benz sebagai brand premium. Karena center activity kami tahun ini lebih kepada E-Class," kata Hari.
Perlu 2,5 bulan untuk mematangkan serta mencocokkan konsep yang diinginkan antara Mercedes-Benz dan Biyan. Elegan, berkelas dan glamor pun menjadi benang merah yang terhubung antara rancangan Biyan dengan imej yang memang ingin ditonjolkan pada kendaraan seri E-Class dari Mercedes-Benz.
Kolaborasi Biyan dan Mercedes-Benz tak sampai di situ saja. Desainer yang sudah lebih dari 30 tahun berkiprah ini juga menuangkan buah karyanya ke dalam busana para usher di booth pameran. Seragam usher -lebih dikenal dengan sebutan Mercedes Diva- dibuat lebih fashionable.
Bukan dengan kemeja, blouse serta rok mini. Melainkan gaun cantik berbahan lace yang lebih cocok untuk pesta cocktail maupun semi-formal. Sebanyak 12 model busana dikreasikan khusus oleh Biyan untuk para Mercedes Diva.
"Nantinya seragam usher ini akan dipakai dalam setiap autoshow yang akan diikuti Mercedes-Benz selama satu tahun ke depan. Seragam untuk pagi dan malam berbeda. Pagi warna puting gading dan malamnya hitam," ucap pria yang bekerja di Mercedes-Benz Indonesia sejak tiga tahun lalu ini.
Ini bukan kali pertama Mercedes-Benz menggandeng desainer kenamaan Indonesia untuk berkolaborasi. Pada 2015 lalu, Sebastian Gunawan yang didapuk merancang busana fashion show maupun para usher.
"Kami pilih desainer yang rancangan dan kelasnya memang sesuai pangsa pasar. Karya mereka sudah tak diragukan lagi dan namanya juga dikenal secara internasional," pungkas Hari. (hst/hst)
Adalah Mercedes-Benz Indonesia yang menggandeng Biyan Wanaatmadja dalam fashion showcase di booth-nya, Hall 5A, Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten. Biyan merancang koleksi eksklusif produsen mobil asal Jerman tersebut, demi memberikan sentuhan fashionable dan lebih dinamis pada pameran yang biasanya lebih dipandang 'maskulin' itu.
Dok. Image Dynamics |
Lewat brand Studio 133 Biyan, delapan set busana serba hitam ditampilkan dengan gaya glamor nan elegan, namun tetap feminin khas DNA rancangan Biyan. Potongan busana simpel dan longgar, dengan aksen ruffle serta draperi yang membuahkan siluet-siluet busana baru. Kesan mewah ditampilkan lewat tebaran payet keemasan.
"Sebenarnya ini tidak lepas dari filosofi brand kami yang memang lebih bermain di premium brand. Kami akan banyak interaksi dari sisi lifestyle. Karena lifestyle menjadi bagian yang sangat dekat dengan pelanggan kami," ujar Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Indonesia Hari Arifianto, saat berbincang usai fashion showcase Studio 133 Biyan, Minggu (13/8/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dok. Hestianingsih |
"Kami coba tawarkan konsep itu ke Biyan dan beliau langsung setuju. Delapan busana yang ditampilkan ini lebih ingin memperlihatkan elegannya Mercedes-Benz sebagai brand premium. Karena center activity kami tahun ini lebih kepada E-Class," kata Hari.
Perlu 2,5 bulan untuk mematangkan serta mencocokkan konsep yang diinginkan antara Mercedes-Benz dan Biyan. Elegan, berkelas dan glamor pun menjadi benang merah yang terhubung antara rancangan Biyan dengan imej yang memang ingin ditonjolkan pada kendaraan seri E-Class dari Mercedes-Benz.
Kolaborasi Biyan dan Mercedes-Benz tak sampai di situ saja. Desainer yang sudah lebih dari 30 tahun berkiprah ini juga menuangkan buah karyanya ke dalam busana para usher di booth pameran. Seragam usher -lebih dikenal dengan sebutan Mercedes Diva- dibuat lebih fashionable.
Foto: Hestianingsih |
Bukan dengan kemeja, blouse serta rok mini. Melainkan gaun cantik berbahan lace yang lebih cocok untuk pesta cocktail maupun semi-formal. Sebanyak 12 model busana dikreasikan khusus oleh Biyan untuk para Mercedes Diva.
"Nantinya seragam usher ini akan dipakai dalam setiap autoshow yang akan diikuti Mercedes-Benz selama satu tahun ke depan. Seragam untuk pagi dan malam berbeda. Pagi warna puting gading dan malamnya hitam," ucap pria yang bekerja di Mercedes-Benz Indonesia sejak tiga tahun lalu ini.
Ini bukan kali pertama Mercedes-Benz menggandeng desainer kenamaan Indonesia untuk berkolaborasi. Pada 2015 lalu, Sebastian Gunawan yang didapuk merancang busana fashion show maupun para usher.
"Kami pilih desainer yang rancangan dan kelasnya memang sesuai pangsa pasar. Karya mereka sudah tak diragukan lagi dan namanya juga dikenal secara internasional," pungkas Hari. (hst/hst)
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Most Popular
1
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
2
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
3
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
4
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang
5
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
MOST COMMENTED












































Dok. Image Dynamics
Dok. Hestianingsih
Foto: Hestianingsih