ADVERTISEMENT

Brand Ambah Batik Perkenalkan Motif Batik Melayu Pucuk Rebung

Alissa Safiera - wolipop Jumat, 05 Agu 2016 09:38 WIB
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta - Parang, lurik, kawung, megamendung, ada puluhan bahkan ratusan motif batik Indonesia sebagai lambang kayanya budaya bangsa ini. Masing-masing punya filosofi mendalam di balik hanya sekadar motif. Salah satunya adalah motif bernama pucuk rebung.

Pucuk rebung adalah motif melayu yang telah dipakai berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Riau, Sumatera, Kalimantan, Jawa dan masih banyak lagi. Arti dari motif ini pun sangat kuat, yaitu agar manusia dapat bermanfaat bagi orang lain dan memiliki harapan yang kuat layaknya pohon bambu.

Filosofi dan motif pucuk rebung ini kemudian diambil sebagai DNA oleh pemain batik fashion baru di Indonesia, Ambah Batik.

"Pucuk rebung biasanya menjadi motif pinggiran, padahal memiliki filosofi yang bagus. Saya buat pucuk rebung menjadi motif utama. Dari filosofi ini, lahirlah konsep 'socialpreneur 50 to 50 Merawat Tradisi Membagi Hati' di mana bisnis kami tidak sekadar mencari keuntungan tapi berkontribusi kepada pembangun ekonomi dan kegiatan filantropi," ujar founder dan CEO PT Ambah Karya Kreativitas Dina Rimandra Handayani saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Kamis (4/8/2016) malam.

Seperti yang diungkap Dina, label yang dibuat tahun 2013 ini akan berbagi hasil keuntungan untuk membantu generasi muda. Dalam hal ini adalah siswa SMK di berbagai wilayah.

"Karena kami ingin sekali anak-anak SMK, karena mereka patut diapresiasi. Kita berkontribusi memberi keterampilan fasilitas sehingga bisa membantu mereka berwirausaha atau bermitra dengan kita nantinya," tambanya lagi.

Lantas bagaimana dengan karya batik Ambah. Sebagai pemain baru di industri mode Indonesia, Ambah memulainya dengan karya-karya batik yang glamour. Sebagai contoh, koleksi didominasi dengan jaket-jaket panjang menyapu lantai ataupun cape lebar.

Sebanyak 48 koleksi ditampilkan perdana di Hotel Dharmawangsa malam itu yang terdiri dari busana wanita juga pria. Sekuen pertama diawali deretan busana ready to wear yang didominasi palet merah. Nuansa warna yang berani dihadirkan dengan paduan bersama hitam dan emas yang kontras. Motif pucuk rebung pun dikemas modern dengan jumpsuit, wrapped dress, shift dress, outerwear model cape, hingga setelan jaket dan celana senada.

Koleksi dilanjutkan dengan warna biru yang tampak lebih tenang. Kali ini potongan yang ditawarkan lebih berani, seperti crop top, dress mini dan juga gaun-gaun berbelahan tinggi untuk menarik pangsa pasar wanita urban yang berjiwa muda. Tampilannya pun lebih kreatif ketika batik dilapisi bahan transparan seperti organza.

Sekuen selanjutnya lebih glamour dan formal. Kombinasi palet hitam emas pun mendominasi. Sentuhan kemewahan pada gaun-gaun ini dihiasi aplikasi payet dan lace pada motif batiknya. Terakhir, jajaran gaun megah dihadirkan seperti ballgown, jumpsuit atau dress pendek yang dihias coat panjang menyapu lantai.

"Ciri khasnya, elegan dan glamour. Kami ingin menonjolkan keistimewaan motif pucuk rebung. Ini adalah tantangan bagaimana membuat motifnya tetap seperti itu. Jadi kami tidak memakai banyak teknik guntingan yang terlalu rumit," jelas desainer Ambah Batik, Stephany di acara yang sama. (asf/kik)