Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Foto: Gaya Classy & Chic Michelle Obama saat Dukung Hillary Clinton

Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 26 Jul 2016 14:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Getty Images
Jakarta - Istri Presiden AS Michelle Obama menjadi tamu kehormatan di hari pertama Konvensi Partai Demokrat 2016, Senin (25/7/2016). Berpidato untuk memberikan dukungan kepada Hillary Clinton sebagai Presiden AS, sang First Lady mencuri perhatian dalam balutan gaun biru nan classy.

Dalam hal berbusana, Michelle memang jarang tampil mengecewakan. Ia pun kembali memberikan penampilan terbaiknya saat berpidato di hadapan ribuan massa yang menghadiri Konvensi Partai Demokrat 2016 di Wells Fargo Center, Philadelphia, AS.

Foto: Getty Images

Kali ini, ibu dua anak ini mengenakan mini dress biru terang rancangan Christian Siriano yang dipadu dengan pointed heels bernuansa metalik. Potongan gaun yang simpel dengan padanan anting yang minimalis serta rambut tergerai bebas menegaskan gaya Michelle yang selalu classy, elegan, dan chic.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaun bersiluet A itu tampaknya juga menjadi cara Michelle membuktikan diri sebagai pendukung Partai Demokrat sejati mengingat warna biru identik dengan Partai Demokrat.

Tentu saja, ini bukan kali pertamanya Michelle membungkus tubuhnya dengan busana rancangan Christian. Sleeveless dress berbahan lace karya desainer jebolan kontes desain 'Project Runway' 2008 itu menjadi pilihannya saat menghadiri pemakaman lima polisi korban penembakan di Dallas, AS, awal bulan ini.

Dalam pidatonya di Konvensi Partai Demokrat 2016, wanita 52 tahun ini kembali menegaskan dukungannya secara bulat kepada Hillary untuk maju sebagai calon Presiden AS ke-47 dari Partai Demokrat.

Foto: Getty Images


Sambil menyindir calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang rasis dan sering mengeluh di Twitter, Michelle mengungkapkan kenapa rakyat AS harus bersatu untuk mendukung mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut.

"Hillary Clinton tidak pernah menyerah. Aku ingin seseorang (calon presiden) dengan bukti nyata, seseorang yang mengerti bahwa permasalahan presiden AS bukanlah tentang hitam atau putih dan bisa digoreng dalam 140 karakter," ujar First Lady keturunan Afrika-Amerika pertama itu. (dng/dng)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads