Zara Dituduh Plagiat Karya Seniman Asal Los Angeles

Hestianingsih - wolipop Rabu, 20 Jul 2016 18:38 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Kasus dugaan plagiarisme kembali terjadi di ranah fashion. Kali ini menimpa brand high-street, Zara. Seorang desainer dan ilustrator mengklaim bahwa brand fashion asal Spanyol tersebut telah menjiplak beberapa rancangannya tanpa izin maupun kompensasi.

Adalah Tuesday Bassen, desainer indie berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat yang menuduh Zara melakukan plagiat terhadap karyanya. Tuesday melayangkan tuduhannya lewat Twitter pada Rabu (20/7/2016).

Dalam postingannya di Twitter, wanita 27 tahun itu memperlihatkan foto yang membandingkan gambar-gambar hasil rancangannya dengan desain milik Zara. Ia mengklaim bahwa produk Zara memiliki banyak kemiripan dengan hasil karyanya.

Gambar yang menurut Tuesday sangat mirip adalah kotak berbentuk penghapus kotak, lolipop bentuk hati, marka jalan bertuliskan 'Girls' dan buku dengan tulisan 'Keep Out'. Gambar-gambar tersebut digunakan Zara pada detail emblem di beberapa koleksi pakaiannya.

Tuesday baru menyadari kemiripan karyanya dan desain produk Zara setelah mendapat 'laporan' dari para follower-nya di social media. Mereka mengirimkan pesan secara pribadi ke akunnya tersebut. Ia pun melayangkan komplain ke pihak retailer yang berdiri sejak 1975 itu.




Namun tanggapan tidak sesuai yang diharapkan Tuesday. Alih-alih minta maaf, Zara menyangkal plagiarisme yang dituduhkan Tuesday dan menolak mengakui klaim hak cipta atas ilustrator yang pernah bekerja untuk Adidas, Nike dan Urban Outfitters itu.

Ia pun mem-posting screenshot tanggapan yang disampaikan pihak Zara yang dikirimkan ke email pengacaranya. Isinya, Zara tidak menerima klaim Tuesday dengan alasan desain miliknya tidak terlalu berbeda dengan karya orang kebanyakan. Sehingga menurut pihak Zara sangat sulit untuk melihat seberapa signifikan kemiripan desain yang dimaksud.

Zara juga mempermasalahkan jumlah komplain yang disampaikan pelanggannya lewat social media kepada Tuesday, yang menurut mereka sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan tokonya dari berbagai belahan dunia.

"Mohon dicatat bahwa komplain (dari pihak ketiga) hanya sepersekian dari jumlah pengunjung yang datang (ke website) setiap bulannya (Zara: rata-rata 98.000.000 visit per bulan tahun lalu, Bershka rata-rata 15.000.000 visit per bulan tahun lalu)," tulis pihak Zara, seperti yang diposting Tuesday lewat Twitter.

Tuesday mengaku kecewa dengan respon Zara yang terkesan menganggap remeh dirinya, karena ia 'hanya' seorang ilustrator dan desainer independen. Ia menulis status di Twitter-nya, "Pengacara Zara bilang saya tidak punya dasar karena saya seniman indie sedangkan mereka perusahaan besar."

"Perusahaan seperti Zara membuat perencanaan bisnis untuk mencuri ide dari seniman indie dan merendahkan martabat ketika kamu menuntut bayaran," tambahnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Daily Mail, pihak Zara menyatakan belum bisa memberikan komentar apa pun terkait kasus plagiarisme ini. (hst/hst)