Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral, Brand High-Street Ini Diprotes Karena Ukuran Celana Jeans

Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 18 Jun 2016 14:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Facebook
Jakarta - H&M, brand high-street fashion dari Swedia, belakangan tengah menjadi sorotan. Bukan karena peluncuran koleksi teranyar, melainkan kritikan seorang calon pembeli di Facebook yang menjadi viral.

Diberitkan Daily Mail, Ruth Clemens, sang pembeli tersebut, meragukan sizing atau pengukuran produk-produk di H&M.

Keraguan itu muncul setelah Ruth mencoba sebuah celana jeans 'kick flare' seharga 10 pound atau sekitar Rp 190.000 di toko H&M Leeds, Inggris. Celana tersebut berukuran 16 atau extra large.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya aku pakai berukuran 14 (terkadang 16 jika itu celana bahan), tapi kali ini aku memilih ukuran. Dan ternyata mengecewakan," tulis Ruth di Facebook, belum lama ini.

Celana tersebut rupanya kekecilan di tubuh wanita yang tengah mengambil program PhD dalam Comparative Literature di Leeds Trinity University itu.

Dalam posting-an yang ditujukan kepada H&M itu, ia juga menyertakan sebuah foto selfie yang menampilkannya sedang memakai celana tersebut. Tampak celana tersebut tidak terkancing saking kekecilannya.

"Saya yakin, seperti Anda ketahui, ukuran 16 adalah ukuran terbesar yang Anda punya (terlepas dari koleksi khusus plus size yang kebetulan juga sangat terbatas baik dari segi ukuran dan model)," tulisnya.

Ia lalu menegaskan, dirinya bukan tipikal wanita bertubuh besar dengan tinggi badan sekitar 180 cm.

Posting tersebut langsung menuai 77.000 likes, 8.400 komentar dan dibagikan 10.000 kali. Hampir semua komentar tersebut bernada kecaman. Ada pula yang berbagi pengalaman serupa, salah satunya Emily Zahra Afshar.

"I have this problem in H&M too... Could you please specify now what measurements you are using for a 16 please?" tulis Emily.

Dalam pernyataan tanggapannya kepada Ruth, H&M meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Mereka berjanji untuk segera mengevaluasi kembali masalah pengukuran tersebut. (dng/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads