Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Benang Merah, 102 Karya Terbaru Biyan Rekaman Eksplorasi Masa Lalu

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 02 Jun 2016 09:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Gaun-gaun indah penuh detail mewah mempesona dipresentasikan di Segara Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, sebagai pembuka bulan Juni tahun ini, Rabu (1/6/2016) malam. Guntingan asimetris hingga penempatan detail patchwork dan siluet loose dihadirkan secara apik, sesuatu yang tak asing lagi menegaskan kekhasan desainer Biyan Wanaatmadja di sana.

34 tahun berkiprah di dunia mode lokal, kali ini Biyan justru menatap arsip masa lalu ketika menggarap karya terbarunya, 'Benang Merah'. Sebuah tema presentasi yang dikemas untuk koleksi Spring/Summer 2017 dari lini utamanya BIYAN.

"Saya telah berkecimpung bertahun-tahun lamanya. Tiap kali saya lihat apa yang telah saya lakukan, saya coba buat, tiba-tiba terpikir kenapa tidak mengumpulkan kembali semua yang terekam dari perjalanan hidup dan karya selama ini," ungkap desainer Biyan tentang Benang Merah.

Inspirasinya datang dari berbagai hal yang terekam secara pribadi oleh desainer lulusan The London College of Fashion, Inggris ini. "Yang baik dan buruk, tempat-tempat, kenangan, mimpi indah dan buruk, semuanya memiliki harmoni, termasuk archive yang saya buka kembali ternyata saya menangkap ada sisi yang lain," lanjut Biyan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layaknya koleksi tunggal tahunan, Biyan mengerjakan total 102 set busana kali ini. Tersirat bagaimana Biyan bereksperimen dari penggunaan material dan kombinasi motif, namun tetap dalam suatu kesinambungan dari sisi siluet, volume, dan warna. Semua terangkum mengikuti konsep yang diusung, yakni saling memiliki Benang Merah.

"I want to do more colors," kata desainer asal Surabaya, Jawa Timur ini. Hampir setiap gaun memakai banya warna yang kontras dan tampak mendominasi, seperti merah, coral, biru indigo, hijau mint, hijau zaitun, dipadu dengan off white, beige, emas, perak, dan hitam sebagai penyeimbang.

Eksplorasi dalam koleksi 2017 pun dituangkan lewat penggunaan beragam material. Misal menggabungkan bahan mewah seperti lame jacquard, lace dengan tekstur bersama bahan yang tampak lebih kasual, misalnya linen dan denim.

Susunan dekonstruktif dengan menghadirkan hasil akhir yang tampak masih mentah, misalnya guntingan yang membuat ujung kain terlihat seratnya, juga tumpukan patchworks yang terinspirasi dari bordiran karya-karya terdahulu. Tentu tetap menghadirkan teknik print, dengan tambahan metal emboss, brass buatan tangan, batuan mineral, payet kaca dan kristal, Swarovski, pita berbahan lace dan mutiara yang seluruhnya disusun sebagai ornamen busana.

Ada pengaruh bohemian yang cantik lewat gaun asimetris berpotongan loose. Biyan juga membuat terusan dengan spaghetti strap yang kain terkesan seperti lingerie tampil lebih elegan dengan memadukan bersama dalaman bahan lace yang dihiasi tumpukan embroidery di bagian pinggang. Adapun terselip padu padan tumpuk antara tunik, jaket panjang atau bervolume dan celana crop menjadi suguhan wajib sebagai opsi bagi wanita edgy di antara gaun-gaun yang cantik.

"Karena, kenapa tidak membuat sesuatu yang tak serasi menjadi sesuatu yang serasi," pungkasnya. (asf/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads