Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Laporan dari London

Poppy Karim 'Kawinkan' Batik dan Teknik Bordir di Indonesian Weekend

Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 29 Mei 2016 15:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Intan Kemala Sari
Jakarta - Sejumlah desainer Indonesia turut menampilkan karyanya padaFestivalIndonesianWeekenddiPottersFieldPark,London, Sabtu (28/5/2016). Salah satunyaadalahPoppy Karim yang sudah berkecimpung diindustrifashion Indonesia sejak tahun '90an silam.

Wanita lulusan ESMOD Jakarta itu menampilkan enam koleksi anyar mulai dari dress, atasan, setelan, dsn blazer yang mengangkat berbagai motif kain batik dengan siluet busana yang tegas dan modern. Motif-motif tersebut meliputi batik kawung, truntum, dan parang.

Tak hanya sekadar memilih motif batik yang menurutnya cukup mewakilkan Indonesia, rupanya ada makna tersendiri di balik motif tersebut. Batik parang dipilih untuk menggambarkan sebuah perjuangan dalam meraih pencapaian. Serta batik truntum yang memiliki makna sebagai sebuah tuntutan kehidupan.

Beberapa karyanya dibuat di atas material velvet yang menjadikan koleksinya terlihat elegan. Terlebih lagi ditambah dengan teknik bordiran bunga-bunga dan burung yang mempermanis desainnya serta aksentuasi payet di atas bordiran yang memberikan kesan mewah pada karyanya.

"Biasanya kalau batik yang terlalu klasik orang-orang sudah jarang yang pakai. Makanya saya modifikasi agar batik bisa diterima baik di Indonesia dan luar negeri," ujar Poppy saat diwawancarai Wolipop sebelum fashion show.

Keenam koleksi batiknya tersebut didominasi oleh palet warna natural seperti krem dan cokelat muda dengan gradasi warna pink dan ungu pada bordirannya. Mengusung tema 'Anjali', ia ingin mengenalkan keindahan batik pada warga London sebagai apresiasinya atas kecintaannya pada budaya lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(itn/ami)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads