Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Stop Kekerasan Hewan, PETA Ciptakan Tas Mengerikan Berisi 'Daging' & 'Darah'

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 12 Mei 2016 15:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. PETA Asia
Jakarta - Organisasi pecinta binatang PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) melakukan berbagai upaya untuk membuat orang tidak lagi memakai barang-barang fashion yang terbuat dari kulit hewan asli. Kampanye terbaru yang mereka buat dengan menciptakan tas hingga jaket yang berisi 'daging' dan 'darah' binatang. Hiii…

PETA Asia bekerjasama dengan Ogilvy & Mather Advertising Bangkok yang menggelar kampanye unik tersebut. Tas, sepatu, jaket hingga ikat pinggang dengan isi yang mengerikan itu seolah-olah mereka jual di sebuah toko di Bangkok.

Mereka membuka sebuah toko palsu di salah satu mal paling populer di Bangkok. Tas hingga jaket berbahan kulit pun dijual di toko palsu dengan nama Leather Work. Berbagai barang fashion itu ditata sedemikian rupa di butik yang tampak mewah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Beberapa kamera tersembunyi di pasang di dalam butik. Ketika pembeli berdatangan melihat-lihat berbagai barang yang dijual, reaksi keterkejutan mereka saat melihat isi tas, jaket atau sepatu pun terekam jelas di kamera.

Bagaimana tidak para calon pembeli itu menunjukkan ekspresi kaget atau shock. Saat dibuka, tas yang dipamerkan berisi seperti bagian dalam tubuh hewan yang terdiri dari daging, darah dan lemak. Bahkan ada juga tambahan jantung yang tampak masih berdetak.



Seorang pembeli lainnya yang mencoba sepatu tampak terkaget-kaget seusai mencoba alas kaki tersebut. Kakinya tampak berlumuran darah karena di bagian dalam sepatu tersebut diisi dengan daging dan darah palsu.



Tentu saja semua daging, darah dan jantung tersebut hanya buatan bukan benar-benar milik hewan asli. PETA Asia sengaja menampilkan tas, jaket, sepatu hingga ikat pinggang yang berisi daging dan darah palsu untuk membuat orang-orang sadar betapa kejamnya manusia demi bisa memakai benda fashion terbuat dari kulit binatang.

"Setiap tahun, setidkanya 440 ribu ular python ditangkap di hutan kawasan Asia Tenggara. Mereka dengan kejam dipenggal hidup-hidup dan terkadang mereka juga dikuliti dalam keadaan hidup," demikian pesan yang tertulis di video PETA Asia tersebut.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads