Veronica Tan Pamerkan Batik Betawi Buatan Warga Rusun Marunda

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 19 Apr 2016 19:33 WIB
Foto: Rahmi Anjani Foto: Rahmi Anjani

Jakarta - Pemindahan sejumlah warga ke rusun (rumah susun) Marunda ternyata bukan hanya tugas Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saja. Sang istri Veronica Tan pun berperan dalam memastikan masyarakat di sana bisa hidup nyaman. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan batik Betawi kepada para wanita sehingga mereka betah dan punya penghasilan.

Veronica yang juga menjabat sebagai Ketua Dekrasnada Jakarta itu pun tampak serius dalam membimbing proyek tersebut. Tidak mau programnya berjalan asal, ia menerapkan sejumlah strategi untuk menarik perhatian. Misalnya dengan memberikan makanan di awal-awal pelatihan. Kemudian ia juga memastikan bila pembelajaran akan benar-benar menghasilkan sehingga tak berhenti di tengah jalan.

"Awalnya kita paksa karena kita kasih makan. Lama-lama nggak ada makanan gratis. Kalau bolos dua kali dari 10 kali sesi mereka harus bayar karena pelatihan ini juga ada yang membayarkan. At the end, kita mengajarkan beretika dan bertanggung jawab," ungkap Veronica dalam acara Lions Club di Gran Mahakam Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, (19/4/2016).

Baca Juga: 30 Gaya Menggemaskan Fashionista Cilik Dunia 

 'Pancingan' itu memang sengaja dilakukan demi membantu warga rusun hidup lebih nyaman dan layak. Diharapkan mereka juga bisa menjadi pengusaha atau seniman batik dari pada menjadi asisten rumah tangga. Sebagai Ketua Dekranasda, ia pun menginginkan agar batik Betawi tidak hanya bisa dibeli desainer fashion kemudian ditinggalkan namun juga lestari.

"Batik sebenarnya hanya salah satu program, kita harus tahu bagaimana membuat orang yang dipindahkan ke rusun mau stay, kerja, dan dapat duit dari situ dan karakter terbentuk di situ," kata Veronica.

Batik yang dibuat para warga rusun pun dipamerkan di acara yang diselenggarakan Lions Club Jakarta Selatan Tulip. 12 anggota dari organisasi sosial itu dengan cantik memperagakan kain-kain buatan tangan tersebut sebagai bawahan. Tak hanya mengadakan showcase, Lions Club juga memberikan sejumlah dana untuk disumbangkan pada program Batik Jakarta Marunda.

Dengan acara itu, Veronica pun berharap jika pembuat batik juga bisa naik taraf menjadi seniman. Ia juga menginginkan warga Jakarta agar berkesenian. "Supaya Jakarta isinya orang yang pintar dan bertanggung jawab. Orang Jakarta kadang terlalu individual dan pakai otak kiri, artinya kurang kesenian. Bikin nari, drama musikal, batik, ini yang kita harus bangun supaya rasa kepedulian tumbuh kembali," tambahnya.
  (ami/eny)