Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Indonesia Fashion Week 2016

Ivan Gunawan Kawinkan Batik Sidomukti & Tapis Lampung Jadi Busana Modern

Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 13 Mar 2016 12:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Kain tradisional adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat dijunjung tinggi keberadaannya. Oleh Ivan Gunawan, kain-kain tradisional tersebut 'dikawinkan' menjadi sebuah karya busana yang ditampilkan pada Indonesia Fashion Week 2016 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu malam (12/3/2016).

Dengan mengusung tema 'Karma', rancangannya kali ini menggunakan batik sidomukti dari Solo dan kain tapis dari Lampung yang dikemas dengan gaya modern. Ada sekitar 24 set busana yang dihadirkan, yakni 14 pakaian untuk wanita dan 10 pakaian siap pakai untuk pria.

"Di showcase kali ini saya ingin mencampurkan budaya Sumatera dan Jawa dengan batik dan tapis. Ada juga sentuhan modernnya ornamen kulit pada dress," tutur Ivan sesaat sebelum memulai peragaan busana.

Peragaan tersebut dibagi menjadi dua sekuen. Diawali dengan paduan kreasi busana wanita bergaya modern dan tradisional yang menampilkan nuansa serius namun tetap feminin. Jumpsuit, gaun panjang, cape, celana palazzo, atasan dengan bahan tulle dikreasikan sedemikian rupa di atas palet warna gelap dan emas dari kain tapis.

Batik sidomukti dikreasikannya di atas rok pensil dengan dilapisi material lace sebagai aksen pemanis. Selain kedua kain tersebut, ia juga menggunakan bahan brokat, polyester, dan bahan kulit asli dengan motif yang di-emboss.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekuen kedua pagelaran menampilkan 10 set koleksi lelaki yang kental dengan budaya barat. Blazer, jaket panjang, kemeja longgar, celana slim fit mendominasi karyanya. Kali ini ia menggabungkan batik sidomukti dan tapis dengan material polyester untuk membuat tampilan desainnya lebih modern.

Selain Ivan, di panggung yang sama desainer Soko Wiyanto juga menampilkan 20 koleksi gaun malam yang bermain dengan palet nude, hijau toska, dan biru gelap. Gaun-gaun yang dihadirkan kaya detail dan penuh taburan manik-manik gemerlap.

"Koleksi saya kali ini terinspirasi dari wanita Eropa zaman dahulu yang feminin dan elegan. Beberapa di antaranya ada evening gown, cocktail dress berpotongan A-line, dan ball gown," ujar Soko.

Dengan menggunakan material neo prene yang digabungkan dengan lace, busana rancangannya terasa sangat elegan. Terdapat gaun panjang yang membentuk tubuh dengan aksen pita besar di bagian belakangnya, ada pula setelan blazer dan rok pensil dengan aksentuasi manik-manik berwarna nude.

Berbagi panggung dengan Ivan dan Soko, hadir pula dua desainer asal Malaysia, Dato Sri Raja Rezza dan Rizman Ruzaini yang menampilkan koleksi terbarunya. Dato Rezza mengangkat koleksi kain tenun dari berbagai negara termasuk Pakistan, India, dan Brunei dalam 13 koleksi pakaian pria. Sedangkan Rizman Ruzaini mengombinasikan warna gelap yang terinspirasi dari film 'Sex and The City' lewat percampuran material lace dan bulu. (int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads