Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Alasan Uniqlo Tidak Pilih Desainer High-end Untuk Berkolaborasi

Alissa Safiera - wolipop
Minggu, 20 Des 2015 09:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera
Jakarta - Kerjasama dengan desainer ternama menjadi pilihan banyak retailer high-street sebagai strategi mendongkrak pemasaran. Misalnya ketika H&M menggaet Alexander Wang atau Balmain untuk berkolaborasi atau ketika Target mengajak Peter Pilotto merilis koleksi harga terjangkau.

Cara tersebut berbeda dengan yang dilakukan Uniqlo. Retailer fashion asal Jepang ini cukup pemilih dengan orang-orang kreatif yang diajak bekerjasama. Brand yang mulai berdiri tahun 1998 itu juga pernah melakukan kolaborasi dengan beberapa tokoh fashion dunia.

Brand di bawah naungan Fast Retailing ini tak selalu memilih desainer untuk diajak bekerjasama. Misalnya saja ketika Uniqlo memilih ikon mode di Paris, Ines de la Fressange, seorang blogger hijab, Hana Tajima, atau mantan editor in chief Vogue Paris, Carine Roitfeld. Satu yang harus dipahami para desainer adalah konsep utama Uniqlo, yaitu LifeWear.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkadang, kami tidak butuh brand, karena kami adalah brand," kata Design Director Uniqlo Naoki Takizawa dalam wawancara eksklusif dengan Wolipop di Belle Selle Shibuya, Tokyo, Jepang beberapa waktu lalu.



Naoki menambahkan, para desainer harus mengerti produk dan konsep dari Uniqlo. Mereka juga perlu mengerti jika Uniqlo adalah sebuah brand.

"Mereka pergi ke brand itu karena bisa membeli rancangan desainer dalam harga murah. Bukan karena brand high-street itu. Itu menyenangkan untuk para pembeli. Tapi kami memilih tidak melakukannya karena konsep kami adalah LifeWear," tambahnya.



Bukan berarti Uniqlo tidak pernah bekerjasama dengan desainer sama sekali. Namun desainer yang dipilih Naoki adalah mereka yang dapat mengerti konsep dari brand itu sendiri. Misalnya dalam koleksi kapsul rancangan Christophe Lemaire; mantan creative director Hermes dengan Uniqlo. Kolaborasi dengan desainer lainnya pernah dilakukan bersama Jil Sander dalam label J+.

"Mereka (para desainer) perlu tahu apa yang Uniqlo butuhkan. Itulah kenapa kami belum membutuhkannya. Tapi suatu saat mungkin saja terjadi jika kami bisa menemukan sosok yang kami butuhkan," pungkasnya. (asf/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads