Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tekad 118 Desainer Saat Membentuk Organisasi Indonesian Fashion Chamber

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 16 Des 2015 17:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih
Jakarta - Setiap orang boleh mempunyai impian atau ambisi. Namun sekuat apa tekad untuk mewujudkan impian itu, bisa dibuktikan dengan langkah nyata.

Seperti keinginan para desainer Indonesia untuk menjadi 'jagoan' di kandangnya sendiri hingga bisa membawa karyanya ke ranah fashion internasional. Bukanlah hal mustahil, dan pemerintah pun bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada 2025.

Impian dan ambisi itulah yang mendasari terbentuknya sebuah organisasi non profit baru di bidang mode, Indonesian Fashion Chamber (IFC). Didirikan pada November 2015, IFC diharapkan bisa menjadi wadah bagi para desainer dan pelaku mode untuk melebarkan karya dan sayap bisnisnya menuju skala global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Dewan Penasihat IFC Dina Midiani, misi utama organisasi beranggotakan 118 perancang busana ini adalah ikut menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia lewat konsep ready to wear craft fashion. Artinya, pengembangan busana lebih difokuskan pada busana siap pakai dengan eksplorasi kekayaan budaya lokal.

"Kita punya kekayaan lokal baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Tapi harus punya konsep. Melalui konsep ready to wear craft fashion ini kita memfondasikan kemajuan industri mode melalui ready to wear dan kepedulian akan lingkungan serta kekayaan lokal," ujar Dina dalam acara Deklarasi Indonesian Fashion Chamber di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).

Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis

Selain fokus pada konsep busana ready to wear, IFC juga menitikberatkan pendekatan pada pelaku-pelaku muda di industri fashion. Baik yang sudah menjadi desainer maupun yang baru menjajaki karier.

"SDM fokus pada anak-anak muda, karena kelompok muda yang produktif sekarang sedang besar-besarnya. Diharapkan mereka jadi tenaga produktif yang mensejahterakan lewat bisnis fashion," tambah Dina.

Saat ini IFC menaungi para desainer yang tersebar di 11 kota. Diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Pontianak, Banda Aceh, Padang dan Medan.

Bukan hanya desainer, pelaku lain di bidang mode pun bisa bergabung dengan organisasi yang diharapkan bisa menjadi 'rumah' yang nyaman bagi para insan di industri ini. Karena itu tidak menutup kemungkinan pengusaha tekstil, pengrajin, event organizer hingga media untuk bergabung.

"Kami mau menjadi organisasi yang tidak terlalu formal tapi tetap profesional," ujar National Chairman IFC Ali Charisma.

Selain Ali Charisma dan Dina Midiani, desainer lainnya yang juga bergabung ke dalam IFC di antaranya Taruna K. Kusmayadi, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Ina Priyono, Lia Mustafa, Dwi Iskandar, Putu Aliki, Nuniek Mawardi, Sofie, Leny Agustin, Deden Siswanto, Monika Jufry, Uke T. Ronodiharjo, Gregorius Vici, Safartiwi Gadeng, Alfiana Chandrayani, Oka Diputra dan Najua Yanti

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads