Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Dituduh Menjiplak Desain Sweater, Chanel Minta Maaf

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 11 Des 2015 07:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Mati Ventrillon
Jakarta - Rumah mode Chanel akhirnya angkat bicara seputar tuduhan plagiarisme yang dilayangkan desainer Mati Ventrillon atas karya sweater yang belum lama ini dirilis. Chanel secara terbuka meminta maaf karena telah melakukan kecerobohan.

Tuduhan mengenai penjiplakan itu disampaikan Mati pada akhir pekan kemarin. Melalui media sosial, desainer Veneuzela-Prancis itu menulis dia menemukan busana Chanel yang motifnya sangat mirip dengan rajutan buatannya. Busana yang dimaksudnya merupakan koleksi autumn/winter 2016 yang dirilis di Roma, Italia pada 1 Desember 2015 kemarin.

"Endorsement atau plagiarisme?” begitu tulis Mati di akun Facebook miliknya pada 4 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas tuduhan Mati itulah Chanel kini menyampaikan permintaan maafnya. Rumah mode pimpinan Karl Lagerfeld itu mengaku akan menyertakan nama sang desainer Mati Ventrillon sebagai inspirasi mereka di label busana untuk musim dingin tersebut.

“Chanel menyadari situasi ini terjadi karena adanya kesalahan di antara tim kami dan mereka telah menyampaikan permintaan maafnya,” demikian disampaikan juru bicara Chanel seperti dikutip WWD.

Dalam pernyataannya, pihak Chanel juga mengatakan bahwa mereka sangat menentang plagiarisme dan menghargai setiap karya pihak manapun. Mereka sangat menghargai warisan budaya Fair Isle, Skotlandia, yang digunakan Mati Ventrillon dalam karyanya.

Tuduhan plagiarisme disampaikan Mati karena memang sebelumnya pada musim panas kemarin, dua staf Chanel mengunjungi Fair Isle dan membeli beberapa beberapa karyanya. Dia sama sekali tak menyangka kalau ternyata desain busananya tersebut justru ditampilkan di fashion show Chanel.

Motif Fair Isle yang digunakan Mati, seperti dijelaskan oleh sang desainer, umum digunakan dalam pakaian rajut, khususnya di Skotlandia. Namun untuk bentuk, ukuran, warna dan susunan motif, Mati mengaku merancangnya sendiri.

"Motifnya memang motif tradisional Fair Isle tapi desain warna hitam-putih dan susunan motifnya adalah rancangan saya," tuturnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads