Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

<i>Exclusive Interview</i>

John C Jay, Pria Kreatif di Balik Sukses Penjualan Baju Basic Uniqlo

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 07 Des 2015 16:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Jakarta -

Nama John C Jay tak lagi asing di industri kreatif dunia, tak terkecuali menyangkut urusan mode. Untuk memulainya, ia bekerja selama sembilan tahun untuk agensi Portland bernama Wieden+Kennedy yang terkenal dengan kampanye dari klien berkelas dunia seperti Coca-Cola, Levi’s atau Target. Ialah pria di balik logo 'Just Do It' dari Nike.

12 tahun lainnya dihabiskan Jay sebagai Creative Director dan Executive Vice-President of Marketing and Creative Services untuk Bloomingdale di Kota New York. Otak kreatifnya untuk puluhan brand membawanya berkali-kali masuk dalam daftar orang berpengaruh dunia. Salah satunya sebagai “Most Influential Art Director of the Past 50 Years” di tahun 2013 oleh Design USA. Melanjutkan portfolionya yang mengagumkan, nama Jay pun hadir di daftar 100 Orang Paling Kreatif di Dunia Bisnis oleh Fast Company Magazine.

 

 

Dengan reputasi membanggakan yang kerap menggabungkan ide dari seni, musik dan talenta lokal menuju global, John Jay pun kembali untuk membanggakan retailer terbesar dari negaranya sendiri di Jepang, yaitu Uniqlo. Brand yang juga menjadi salah satu kliennya kembali di tahun 1999. Saat itu, Jay membuat produk Uniqlo bernama Fleece laris jadi incaran di Jepang ketika retailer ini membuka toko pertamanya di Tokyo.

Pada tanggal 1 Desember 2015 lalu kami pun bertemu langsung dengan President of Global Creative John C Jay di Uniqlo di Belle Selle Shibuya, Tokyo Jepang. Jay mengajak kami masuk dan melihat dari kacamatanya untuk brand yang digenggamnya tersebut.

 



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wolipop: Halo John Jay. Bisakah kamu menceritakan kepada kami tentang strategi untuk membuat item basic yang menjadi DNA Uniqlo terlihat menarik bagi konsumen?

John C Jay: Menjual item basic memang sulit, tapi kami tak hanya tertarik untuk menjual basic. Menurutku ide di balik konsep basic juga penuh pertimbangan. Ketika kamu datang ke show hari ini dan melihat baju-baju itu di atas meja, menjadi gambaran ikonik bahwa kita membutuhkan celana, kemeja atau sweater. Tapi kemudian ada fashion show, yang menunjukkan bagaimana mereka memakainya. Jadi menurutku, barang-barang basic harus menangkap imajinasi orang-orang dan harus aspiratif. Kami bukannya hanya membuat T-shirt yang sempurna sehingga kamu tak perlu membeli lainnya, itu bukan yang kami lakukan.

Wolipop: Jadi menurutmu, apakah menjual busana basic lebih sulit dibanding barang-barang yang mengikuti tren?

John C Jay: Aku tidak membaginya seperti menjual item fashion atau basic, maksudku keduanya sama-sama sulit, sangat sulit. Tapi di sini (Uniqlo) yang kami tawarkan lebih dari itu, yakni kualitas jangka panjang. Kami menawarkan inovasi yang terus-menerus. Kami selalu berusaha membuat busana dengan kualitas terbaik yang bisa dikenakan semua orang dari berbagai belahan dunia, itulah tujuan akhir kami. Membawa kualitas terbaik juga perlu menyuntikkan gaya, kami menyebutkannya busana basic penuh gaya yang berarti aspiratif dan menarik. Bagaimana busana kami membuatmu merasa hangat, membuatmu merasa keren, tapi intinya bagaimana busana kami membuat pelanggan merasa lebih baik. Fashion dan basic sama-sama sulit, keduanya harus aspiratif. Bisnis retailer busana sangat menantang saat ini.

 

 

Wolipop: Bagaimana caramu untuk mengadopsi budaya lokal kepada market global?

John C Jay: Di lima tahun pertama semuanya adalah tentang lokal. Di tahun berikutnya bicara tentang global. Kita tidak menyebut produk kami LifeWear jika tidak menghargai budaya lokal. Ini sangat penting bagi kami. Kami membuat jejak yang bisa dikenal seluruh dunia. Jika kamu ingin menjadi inspirasional dan aspiratif kamu harus berpegang pada budaya lokal. Kami belum jadi yang terbaik, kami belajar dan berusaha memadukan tiap kultur budaya dari tempat-tempat yang kami kunjungi. Tetap harus berdiri pada DNA brand, tapi bisa diterima oleh pasar global.

 

 

Wolipop: Dalam komunikasi kreatif, mana yang menurutmu lebih penting bagi Uniqlo? Iklan atau fashion show?

John C Jay: Hari ini adalah fashion show pertama yang pernah kami lakukan untuk mengenalkan koleksi. Menurutku jawabannya adalah keduanya, fashion show dan iklan sama-sama baik. Kita butuh gabungan yang lengkap dari semua hal tersebut, termasuk media sosial, pandangan para penggemar yang bicara tentang brand saat mereka memakainya. Dengan semua terhubung satu sama lain dari seluruh dunia, kamu akan mendapatkan pesan yang bagus jika kamu juga memiliki produk yang baik.

 

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads