Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Gaun Batik Pekalongan dalam Nuansa Oriental Karya Sutanto Danuwidjaja

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 02 Des 2015 19:27 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Setelah Carmanita, giliran Sutanto Danuwidjaja, desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) yang mempresentasikan karyanya pada hari kedua IPMI Trend Show 2016, Rabu (2/12/2015). Mengusung tema 'Oriental Legacy', desainer berbasis di Surabaya ini menyuguhkan 29 set busana bernuansa oriental yang penuh permainan warna nan dramatis.

Dalam merancang koleksi terbarunya, Sutanto terilhami oleh sebuah lukisan karya perupa asal Solo, berjudul Bunga Jeruk. Lukisan tersebut menampilkan 12 binatang yang masuk dalam deretan shio di zodiak Tionghoa. Anjing, kuda, ular, dan kelinci adalah beberapa di antaranya.

Ini bukan kali pertamanya, elemen alam khususnya binatang mewarnai koleksi Sutanto. Hadirnya elemen tersebut merupakan bentuk keprihatinannya akan kelestarian alam yang kian terancam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihat saja kejadian hutan terbakar belum lama ini. Akibatnya, banyak binatang langka yang terancam punah," kata Sutanto usai mempresentasikan koleksinya.

Detail menjadi kekuatan dan keunikan dari koleksi spring/summer 2016 ini. Sutanto banyak bermain dengan bordiran yang membentuk dekorasi bunga tiga dimensi nan dramatis. Selain bunga, bordiran juga mewujud dalam bentuk binatang yang merepresentasikan shio Tionghoa.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Ia mengatakan, pembuatannya cukup rumit dan memakan waktu yang agak lama karena dikerjakan manual dengan tangan. Butuh ketekunan dan kesabaran dalam membuat detail tersebut.

"Detail terbuat dari tulle yang dimotif lalu dibordir. Butuh percobaan yang berulang-ulang," jelas dia.

Akibat rumitnya pembuatan detail tersebut, proses pembuatan seluruh koleksi pun memakan waktu hingga enam bulan. Detail itu menghiasi berbagai pilihan long dress berkerah cheongsam dan strapless yang hadir dalam siluet body-hugging dan cocktail dress dengan rok flare.

Pada beberapa look, ia mengombinasikannya dengan batik tulis Pekalongan. Identik dengan warnanya yang cerah, batik ini menyempurnakan keseluruhan koleksinya yang penuh warna.

Di jajaran busana pria, hadir kemeja berkerah cheongsam yang sisi belakangnya menggunakan batik Pekalogan bernuansa kecoklatan, sementara bagian depan terbuat dari bahan nonbatik.

"Selama ini batik kan terkesan hanya untuk acara-acara formal saja. Kali ini saya mau batik juga bisa dipakai untuk acara yang agak kasul seperti coctail di tepi kolam renang atau pesta ulang tahun," jelasnya.

(dng/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads